
Cakranusantara.net, Pati || Kerukunan antarumat beragama harus tetap terjaga di tengah perbedaan keyakinan. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan dan kebersamaan sebagai fondasi menjaga kedamaian daerah. Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Safari Kasih yang digelar Kesbangpol Kabupaten Pati di Aula Kompleks Gereja Santo Yusuf, Sabtu (24/10/2026).
Pesan tersebut disampaikan Chandra dalam kegiatan Safari Kasih yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Pati di Aula Kompleks Gereja Santo Yusuf, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan antarpemeluk agama di Kabupaten Pati.
Di hadapan para pemuka agama dan perwakilan lintas agama, Chandra mengingatkan bahwa setiap keyakinan memiliki tata cara ibadah masing-masing yang harus dihormati. Namun, dalam kehidupan bermasyarakat, seluruh warga memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga persatuan.
“Dalam hal ritual tentu antaragama tak bisa disatukan ataupun dicampuradukkan cara ibadahnya, tapi dalam hal hubungan sosial kemasyarakatan, semangat persaudaraan dan kebersamaan antar agama satu dengan yang lainnya perlu terus ditumbuhkan,” tutur Chandra.
Ia menilai, keharmonisan tidak cukup hanya diwujudkan melalui sikap saling menghargai, tetapi juga perlu dibangun lewat komunikasi, silaturahmi, dan kerja sama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, perbedaan yang ada justru menjadi kekuatan untuk mempererat hubungan sosial masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Chandra juga memberikan apresiasi kepada Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pati yang berhasil meraih Harmony Award pada 2025. Penghargaan tersebut dinilainya sebagai bentuk pengakuan atas upaya menjaga hubungan harmonis antarumat beragama.
Chandra menyebut, dinamika yang terjadi di Kabupaten Pati sejauh ini tidak diikuti gesekan yang dipicu persoalan keagamaan. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mempertahankan stabilitas dan ketenteraman daerah.
“Di tengah berbagai dinamika dan kejadian di Kabupaten Pati, tidak ada satu pun gesekan terkait masalah keagamaan. Ini menjadi bukti nyata bahwa kerukunan harus terus kita jaga,” ujarnya.
Lebih lanjut, Chandra berharap Safari Kasih tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam merawat kerukunan.
Menurutnya, tanggung jawab menjaga suasana damai bukan hanya berada di tangan pemerintah. Peran para pemuka agama dan tokoh masyarakat sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan sikap toleransi sekaligus mencegah munculnya persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan warga.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forkopimcam Pati, jajaran Kesbangpol, FKUB, serta para pemuka agama. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas Kabupaten Pati.
