oleh

Chandra Gandeng Ulama dan Santri Jaga Kondusivitas Pati, Investasi Rp12,6 Triliun Jadi Taruhan

Cakranusantara.net, Pati || Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak ulama, kiai, nyai, dan santri ikut menjaga keamanan serta kondusivitas Kabupaten Pati. Situasi daerah yang aman dan damai dinilai menjadi salah satu faktor penting untuk menarik realisasi investasi senilai Rp12,6 triliun dari delapan perusahaan yang dijadwalkan mulai beraktivitas pada 2027.

Ajakan tersebut disampaikan Chandra saat menghadiri Pengajian dan Sholawatan 1001 Rebana dalam rangka Peringatan Hari Santri 2026 di halaman Pendopo Kabupaten Pati, Sabtu malam (31/10/2026).

Di hadapan para ulama dan jamaah, Chandra menekankan pentingnya menjaga persatuan serta mengakhiri berbagai bentuk pertentangan di tengah masyarakat.

“Pak Yai, Bu Nyai, saya berharap Pati ini aman, damai, dan tenteram. Karena kalau aman, damai, dan tenteram, tentunya para investor akan menginvestasikan usahanya di Kabupaten Pati,” ujar Chandra.

Ia mengungkapkan, peluang investasi tersebut merupakan tindak lanjut dari penyelenggaraan Pati Business Forum. Sebanyak delapan perusahaan telah menyatakan minat untuk menjalankan aktivitas usaha di Kabupaten Pati pada 2027 dengan nilai investasi mencapai Rp12,6 triliun.

Menurutnya, peluang tersebut perlu dijaga bersama agar dapat berlanjut menjadi kegiatan usaha dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita sudah tidak mau lagi saling dibentur-benturkan atau diadu domba. Antarwarga saling bermusuhan, bahkan antaranak juga saling bermusuhan. Hal seperti ini seharusnya sudah tidak terjadi lagi. Mari kita bersama-sama memperjuangkan Kabupaten Pati agar menjadi kabupaten yang lebih baik,” tegasnya.

Chandra juga mengingatkan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut harus menjadi pengingat atas kontribusi santri dan kalangan pesantren dalam membangun kehidupan masyarakat serta kemajuan daerah.

“Di Hari Santri ini, tujuan kita adalah terus memperjuangkan Kabupaten Pati menjadi kabupaten yang makmur. Ini merupakan tugas kita bersama,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut menyampaikan perkembangan sektor pertanian. Hujan yang mulai mengguyur sejumlah wilayah di Pati diharapkan mampu mengurangi dampak kekeringan dan membantu petani kembali menjalankan aktivitas tanam.

Ia juga menyebut harga sejumlah komoditas pertanian mulai menunjukkan perbaikan.

“Hari ini harga-harga hasil pertanian juga sudah mulai membaik. Harga gabah sekarang sudah Rp37 ribu per ikat. Jagung juga harganya sudah lebih dari Rp5.000,” jelasnya.

Chandra berharap turunnya hujan membawa keberkahan bagi masyarakat, khususnya petani yang mulai mempersiapkan lahan dan melakukan penanaman. Ia sekaligus mengapresiasi para santri dan jamaah yang tetap antusias mengikuti rangkaian sholawatan meskipun kegiatan berlangsung di tengah guyuran hujan.

Selain itu, ia mengajak masyarakat menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab sehari-hari. Ikhtiar tersebut, menurutnya, perlu disertai keyakinan dan doa kepada Allah SWT.

Menutup sambutannya, Chandra mengingatkan pentingnya menjaga rasa syukur dalam menghadapi berbagai keadaan kehidupan.

“Hidup ini memang tidak mudah, tetapi kita harus terus mengucap Alhamdulillah supaya rezeki kita mudah dan berkah,” pungkasnya.