
Cakranusantara.net, Pati || Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menunjukkan kepedulian terhadap keluarga Muhammad Aqib, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Tanjunganom, Kecamatan Gabus, yang meninggal dunia saat bekerja di Polandia. Pemkab Pati turut mengawal proses administrasi hingga pemulangan jenazah almarhum ke Tanah Air tanpa membebani keluarga dengan biaya apa pun.
Kepedulian tersebut ditunjukkan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, dengan mendatangi rumah keluarga almarhum di Desa Tanjunganom, Jumat (30/10/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Chandra didampingi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati serta perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Chandra menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Muhammad Aqib. Ia berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pati, kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga diberikan kekuatan serta keikhlasan,” ungkapnya.
Chandra juga bersyukur proses pemulangan jenazah Muhammad Aqib dari Polandia ke Indonesia telah berhasil diselesaikan. Dengan demikian, almarhum bisa kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan di tanah kelahirannya tanpa keluarga harus menanggung biaya pemulangan.
Sementara itu, Jamiin, kakak kandung almarhum, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Pati, khususnya Plt Bupati Risma Ardhi Chandra, atas perhatian dan bantuan yang diberikan sejak awal proses pemulangan.
Menurut Jamiin, upaya tersebut bermula ketika keluarga mendatangi Pendopo Kabupaten Pati untuk meminta bantuan terkait proses pemulangan jenazah adiknya. Saat itu, kedatangan mereka diterima langsung oleh Plt Bupati Pati.
“Kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pati, khususnya Bapak Plt Bupati, yang sejak awal sudah membantu mengurus administrasi dan proses pemulangan jenazah adik kami dari Polandia,” ungkap Jamiin.
Ia menjelaskan, saat menyampaikan permohonan bantuan di Pendopo Kabupaten Pati, keluarga juga mendapatkan pendampingan dari Forum Wartawan Pati (FWP) yang diketuai Ari Saptono.
Setelah permohonan bantuan disampaikan dan mendapat respons dari pemerintah daerah, keluarga kemudian menunggu perkembangan proses pemulangan di rumah.
“Awalnya kami datang ke Pendopo Kabupaten Pati dan diterima langsung oleh Bapak Plt Bupati. Kami juga didampingi teman-teman Forum Wartawan Pati yang diketuai Pak Ari Saptono. Setelah itu, kami hanya menunggu di rumah. Alhamdulillah, hari ini jenazah adik saya akhirnya bisa dipulangkan dan dimakamkan di Desa Tanjunganom,” tuturnya.
Jamiin mengaku lega sekaligus bersyukur karena adiknya akhirnya dapat kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan di tanah kelahirannya. Terlebih, seluruh proses pemulangan tidak membebani keluarga dengan biaya apa pun.
Kepulangan Muhammad Aqib menjadi momen haru bagi keluarga setelah melalui proses administrasi dan perjalanan panjang dari Polandia. Kini, almarhum telah kembali ke kampung halaman untuk mendapatkan peristirahatan terakhir di Desa Tanjunganom.
Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia. Tanggung jawab perlindungan tidak hanya menyangkut keselamatan dan hak-hak pekerja selama berada di luar negeri, tetapi juga kepastian penanganan dan pendampingan bagi keluarga ketika musibah terjadi.
