Masya Alloh, Pertama Ikut Kompetisi, Thalita, Siswa MTsN 1 Pati Sabet Juara 1

 

Pati – Cakranusantara.net | Talitha Anindiya Norine, siswa MTsN 1 Pati berhasil menyabet predikat juara 1 bidang IPA dalam ajang Kompetisi Sains Jenius (KSJ) tingkat provinsi.

Ajang ini diselenggarakan oleh Jenius Sains Indonesia. Talitha bersaing dengan 518 peserta lain yang berasal dari 29 Provinsi di Indonesia. Pemenang lomba diumumkan pada 2 Oktober 2022.

Talitha merupakan satu-satunya perwakilan siswa kelas tujuh MTsN 1 Pati yang berhasil melaju ke tingkat nasional. Ia juga mengungkapkan jika ini adalah kali pertama dirinya mengikuti kompetisi berjenjang dan mendapatkan juara 1.

“Pertama kali ikut lomba berjenjang dapat juara 1. Alhamdulillah, bahagia dan tidak percaya kalau bisa dapat juara,” ungkapnya. Sabtu (1/10/2022).

Menghadapi Kompetisi Sains Jenius tingkat nasional, tidak ada persiapan khusus yang dilakukan oleh Talitha. Seperti biasa, ia hanya belajar dan mengikuti les tambahan.

“Persiapan untuk KSJ tingkat nasional ini saya belajar sungguh-sungguh dan mengikuti les tambahan,” terangnya.

Ia mengatakan jika ke depan dirinya akan terus mengikuti kompetisi khususnya di bidang IPA agar dapat menambah pengalaman sekaligus bisa mempersembahkan prestasi untuk MTsN 1 Pati.

“Ke depan keinginan saya adalah lanjut ikut lomba-lomba bidang IPA buat menambah pengalaman. Selain itu, agar saya bisa terus mempersembahkan prestasi untuk madrasah tercinta,” ucap Talitha.

“Terima kasih kepada MTsN 1 Pati yang telah memberikan fasilitas kepada saya dan teman-teman yang lain untuk mengikuti lomba,” tambahnya.

Kepala MTsN 1 Pati, Ali Musyafak, saat ditemui menyatakan bahwa dirinya sangat bersyukur dan mengapresiasi prestasi tersebut.

“Subhanallah walhamdulillah, nikmat mana lagi yang harus kami dustakan? Allah benar-benar telah memberikan nikmat prestasi kepada MTsN 1 Pati yang amat luar biasa,” ujarnya.

Ia menyebutkan, selain Talitha terdapat 41 siswa MTsN 1 Pati yang lolos di tingkat provinsi dan akan mengikuti KSJ tingkat nasional. Syafak juga menyatakan bahwa pihaknya siap memberikan pendampingan, pembimbingan, dan fasilitas untuk meraih prestasi yang lebih baik.

“Selamat buat ananda Talitha, baru pertama mengikuti kompetisi tingkat Jateng langsung bertengger di peringkat satu. Teruntuk anak-anakku yang lain, terus asah dan semangat untuk meraih yang lebih baik. Kami siap mendampingi, membimbing, dan memberi fasilitas. Semoga ke depan menjadi anak yang cerdas berkarakter, shalih, dan shalihah,” pungkasnya.

(Ts)

Bupati Pati Serahkan Bantuan Beasiswa Berprestasi SD dan SMP Sederajat

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto secara simbolis menyerahkan beasiswa berprestasi kepada siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Tsanawiyah (MTS).

Bupati Haryanto menyebut, program beasiswa berprestasi kurang mampu ini berjalan sejak dirinya menjabat hingga sampai sekarang. Hal itu dikatakan Haryanto di Aula SMP Negeri 3 Pati, Senin siang (8/8/2022).

Beasiswa ini diberikan kepada siswa berprestasi yang kurang mampu, dengan harapan memotivasi anak agar jangan sampai putus sekolah, sekalipun sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jadi ini langsung. Kenapa ini agak lama, karena ini ke virtual account masuk ke rekening masing-masing. Jadi ini perwakilan, kalau ditotal dikumpulkan semua jumlahnya banyak”, ujar Haryanto.

Total, jumlah penerima beasiswa berprestasi untuk jenjang SD dan MI negeri dan swasta sebanyak 1.382 siswa. Sedangkan untuk SMP dan MTs Negeri dan swasta sebanyak 820 siswa. Adapun besaran beasiswa untuk SD dan MI adalah Rp 1 juta per siswa. Sedangkan SMP dan MTs adalah Rp 1,5 juta.

Untuk sumber dana kegiatan ini, menurut Bupati, berasal dari APBD Kabupaten Pati yang tertuang dari DPA hibah BPKAD tahun 2022.

“Sehingga, uang beasiswa yang jumlahnya hanya Rp 1 juta dan Rp 1,5 juta ini diharapkan dapat membantu bapak dan ibu yang putra putrinya kebetulan kurang beruntung. Sekalipun di sekolah sudah diberikan perlakuan khusus”, lanjutnya.

Karena, imbuhnya, anak yang kurang mampu ini sudah ada subsidi silang di sekolah.

Haryanto kemudian berpesan kepada para siswa – siswi yang masih duduk di bangku sekolah, untuk tekun belajar dan menghindari pergaulan yang negatif. Apalagi saat ini, menurut Bupati, anak- anak telah memasuki dunia digital yang memungkinkan mereka untuk dapat mengakses berbagai konten digital.

“Jadi harus benar-benar hati-hati dan dikawal. Memang kalau di sekolah tugasnya bapak ibu guru, tapi kalau di rumah ya orang tua. Karena ini anak-anak biasanya ada yang langsung pulang ke rumah ada yang main dulu dan gabung dengan pergaulan yang tidak jelas”, imbuhnya.

Tentunya, imbuh Haryanto, orang tua mendidik adalah untuk menjadikan anak-anaknya ini nantinya menjadi orang yang berguna. Yang nantinya juga bisa mengangkat derajat dan menghidupi keluarganya.

“Saya pesan pada anak-anakku sekalian, kasihan orang tua. Tugasnya anak sekolah ya sekolah. Wayahe sekolah ya berangkat sekolah, wayahe pulang ya belajar dan membantu orang tua”, pungkasnya.

(fn5 /FN /MK)