oleh

Haul Akbar Pati: Chandra Serukan Teladani Nabi, Jangan Putus dari Jasa Leluhur

Cakranusantara.net, Pati || Peringatan Haul Akbar Pati 2026 tidak sekadar menjadi momentum doa bersama. Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengajak masyarakat menengok kembali jejak para leluhur yang telah meletakkan fondasi perjalanan Kabupaten Pati sekaligus menjadikan akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan itu disampaikan Chandra saat menghadiri Haul Akbar Pati 2026 di Halaman Pendopo Kabupaten Pati, Minggu malam (30/8/2026).

Kegiatan yang digelar Pemerintah Kabupaten Pati tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Masyarakat dari berbagai kalangan hadir dalam suasana penuh kebersamaan.

Chandra menegaskan, apa yang dinikmati masyarakat Pati hari ini tidak lahir begitu saja. Ada perjuangan panjang para pendahulu yang harus terus dihargai dan dikenang.

“Jangan pernah melupakan jasa para pahlawan. Kita juga harus terus meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan kita,” tegas Chandra.

Sejarah Jangan Berhenti Jadi Cerita

Menurut Chandra, usia Pati yang telah mencapai 703 tahun bukan sekadar angka. Sejarah panjang tersebut harus diwariskan kepada generasi berikutnya agar anak-anak muda tidak tercerabut dari akar daerahnya sendiri.

Karena itu, Pemkab Pati mulai menggagas pembangunan museum sebagai ruang untuk merawat sejarah sekaligus mengenalkan perjalanan panjang Pati kepada generasi muda.

“Generasi muda harus tahu bagaimana sejarah panjang terbentuknya Pati. Ini penting agar kita tidak kehilangan akar sejarah dan jati diri daerah,” ujarnya.

Chandra menilai pembangunan museum bukan sekadar membangun gedung. Lebih dari itu, museum diharapkan menjadi ruang edukasi agar sejarah Pati tidak hanya tersimpan dalam dokumen, tetapi dapat dipelajari dan dipahami generasi mendatang.

Sebulan Penuh, Pati Bergerak

Chandra juga menyinggung rangkaian Hari Jadi Pati ke-703 yang telah berlangsung selama hampir satu bulan.

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari Pekan Kreasi Pati, Festival Adhi Loka hingga agenda seni dan budaya lainnya.

Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) juga disebut mendapat apresiasi dari Kementerian Kebudayaan.

“GSMS juga mendapat apresiasi luar biasa dari Kementerian Kebudayaan yang hadir langsung di Kabupaten Pati,” kata Chandra.

Menurutnya, kegiatan budaya tidak boleh sekadar menjadi seremoni tahunan. Seni dan budaya harus menjadi bagian dari proses membentuk karakter generasi muda.

2027 Jalan Ditargetkan Tuntas

Di tengah pesan keagamaan dan kebudayaan, Chandra juga membawa agenda pembangunan.

Pemkab Pati, katanya, memprioritaskan tiga sektor utama: infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Untuk infrastruktur, pemerintah menargetkan pembangunan jalan dapat diselesaikan pada 2027 sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

“Tahun 2027, pembangunan jalan kita targetkan selesai dan bisa dinikmati seluruh masyarakat,” tegasnya.

Di sektor kesehatan, Pemkab Pati juga menyiapkan perluasan akses jaminan kesehatan melalui program BPJS gratis bagi masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ke depan, kita berharap seluruh warga Pati dari desil 1 sampai desil 5 bisa mendapatkan BPJS gratis,” ujarnya.

Pati Maju Tak Cukup dengan Jalan

Chandra menegaskan, kemajuan Pati tidak dapat hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau banyaknya proyek fisik.

Pendidikan dan karakter generasi muda menjadi bagian yang tidak kalah penting.

“Pati bisa maju kalau anak-anak kita berpendidikan dan memiliki akhlak yang baik,” katanya.

Pesan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pembangunan manusia harus berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur.

Chandra juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi berbagai tantangan global dan potensi konflik antarbangsa. Menurutnya, kondisi tersebut harus dihadapi dengan memperkuat persatuan dan kepedulian sosial.

“Mari kita bergandeng tangan, saling berbaikan, dan meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW kepada sesama manusia,” pesannya.

Ia berharap momentum Haul Akbar dan rangkaian Hari Jadi Pati tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Kebersamaan masyarakat diharapkan menjadi energi untuk mendorong Pati menjadi daerah yang semakin maju, makmur, aman, dan damai.

“Ini juga menjadi bentuk ikhtiar dan doa kita kepada Tuhan. Semoga setiap kesulitan selalu diberikan keberkahan, sehingga Pati menjadi gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo,” tutur Chandra.

Haul Akbar Pati 2026 turut dihadiri Forkopimda Kabupaten Pati, Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Pati, KH Habibulloh dari Demak, KH Abdul Hamid dari Purwodadi, KH Nur Faqih selaku Ketua FKUB Kabupaten Pati, Ketua Al Khidmah Jawa Tengah-DIY, Ketua Al Khidmah Kabupaten Pati, serta masyarakat Kabupaten Pati.

Komentar

Tinggalkan Balasan