Cakranusantara.net, Rembang | Firman Soebagyo gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Tanaman Semusim dan Tahunan bersama dengan Dirjen Perkebunan Kementan RI di Polos Hotel, Kabupaten Rembang, Jum’at (20/9/2024).
Agus Hartono, tenaga ahli bidang perkebunan direktorat tanaman semusim menyampaikan, bahwa kegiatan bimbingan teknis untuk pengembangan komoditas tanaman semusim dan tahunan dirasa perlu. Tentunya untuk mengupayakan agar penghasilan bisa meningkat.
“Ia berpesan, agar Pabrik Gula (PG) Pakis Baru membangun kemitraan baik dengan petani, misal meminjamkan biaya atau pupuk, sekaligus untuk meminimalisir terjadinya petani yang menjual kemana-mana, dengan cara membuat MoU dengan petani,” terangnya.
Firman Soebagyo, Anggota Komisi IV DPR-RI dalam paparannya via zoom meeting memaparkan, bahwa tanaman tebu di Indonesia diperkirakan sudah ada sejak sekitar abad 17 pada masa VOC. Dan tanaman ternyata tidak hanya tebu saja, tapi ada komoditi lainnya.
“Ada tembaku, kopi dan lainnya, yang sekarang kita pikirkan bagaimana cara menaikkan nilai-nilai ekonomi kepada masyarakat kita. Menurut sejarah, pulau Jawa menjadi sentral tebu di Indonesia, terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk Yogyakarta,” tutur Firman Soebagyo pada paparannya.
Oleh karena itu, tebu merupakan salah satu perkebunan andalan. Namun, dalam perjalanan banyak tantangan-tantangan dengan adanya anomali cuaca, termasuk masalah teknologi yang semakin modern. Kemudian masalah biaya tinggi.
“Dengan program bimbingan ini, diharapkan teman-teman bisa mendapatkan suatu inovasi-inovasi baik, yang diberikan oleh narasumber dan pejabat dengan hadir. Sehingga mampu melihat apa yang menjadi potensi, dan mampu mendapatkan satu kepastian dan keunggulan masing-masing,” lanjutnya.
Firman Soebagyo mengaku, jika pihaknya telah melakukan penelitian-penelitian positif di Temanggung. Dan ternyata, tebu ini tidak mudah ditanam di kondisi lahan yang berbeda, ini patut kami syukuri. Karena tanaman tebu yang hendak kembangkan di Negara Cina ternyata tidak cocok.
“Tebu hanya cocok ditanam pada iklim tertentu, seperti di Indonesia. Saya akan betul-betul memperjuangkan apa yang menjadi keinginan para petani supaya berhasil. Mudah-mudahan dalam kegiatan ini bisa mendapatkan hasil yang bagus,” harap anggota Komisi IV DPR-RI, Firman Soebagyo dalam paparannya via zoom meeting. Rohman
Komentar