oleh

Kafilah Pati Sumbang Enam Prestasi, Jateng Raih Posisi Kedua MTQ Nasional XXXI

Cakranusantara.net, Pati || Kafilah asal Kabupaten Pati turut mengantarkan Jawa Tengah menempati posisi kedua dalam MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang. Enam cabang perlombaan berhasil ditembus kafilah Pati hingga masuk tiga besar nasional.

Prestasi tersebut disampaikan Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat menghadiri Jateng Bersholawat dalam rangka tasyakuran MTQ Nasional XXXI di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Rabu malam (23/9/2026).

Chandra menyebut capaian kafilah Pati menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, MTQ Nasional bisa berjalan lancar. Kabupaten Pati juga turut menyumbangkan prestasi sehingga Jawa Tengah bisa berada di posisi kedua terbaik,” ujar Chandra.

Enam cabang yang berhasil menempatkan kafilah Pati di posisi tiga besar nasional meliputi Tilawah Remaja, Hifzil Qur’an 10 Juz, Hifzil Qur’an 20 Juz, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Musabaqah Syarhill Qur’an (MSQ) putri, dan MSQ putra.

Muhammad Zahron Nasywa berhasil meraih Terbaik 3 Cabang Tilawah Remaja, sementara Bagas Adhitama meraih Terbaik 2 Cabang Hifzil Qur’an 10 Juz.

Prestasi berikutnya diraih Athirotussalwa Himmatana sebagai Terbaik 3 Cabang Hifzil Qur’an 20 Juz dan Ja’far Shodiq Hibatullah sebagai Terbaik 3 Cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Pada cabang MSQ putra, posisi Terbaik 3 nasional diraih Dhia Ahlam Wijaya bersama Ahmad Zaki Attazi dan Alief Fachriza Sulistyo.

Sementara pada cabang MSQ putri, Durrotun Asyifa Baizurman juga berhasil menduduki urutan ketiga nasional.

Chandra menilai capaian tersebut harus menjadi pemicu untuk memperkuat pembinaan generasi penghafal dan pengkaji Al-Qur’an di Kabupaten Pati.

“Prestasi ini tentu menjadi motivasi untuk terus membina bibit-bibit unggul MTQ di Kabupaten Pati. Kita berharap capaian ini dapat menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang,” kata Chandra.

Ia juga menegaskan pembinaan terhadap para peserta berprestasi tidak boleh berhenti setelah perhelatan MTQ berakhir.

“Kami berharap pembinaan tidak berhenti setelah MTQ selesai. Anak-anak yang memiliki potensi perlu terus didampingi agar lahir generasi unggul yang mampu membawa nama Pati pada tingkat provinsi maupun nasional,” tutur Chandra.

Jateng Bersholawat menjadi rangkaian tasyakuran atas terselenggaranya MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban”.

Gubernur Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Jawa Tengah. Ia menyebut gelaran tersebut menjadi bagian dari sejarah pelaksanaan MTQ di Jawa Tengah.

“Saya atas nama Gubernur Jawa Tengah mengucapkan terima kasih bahwa MTQ yang ke-31 sukses. Kita semuanya menjadi saksi sejarah, termasuk saya sendiri bersyukur, saya menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah,” ujarnya.

Jateng Bersholawat menghadirkan mauidzoh hasanah oleh K.H. Anwar Zahid serta pimpinan sholawat Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf bersama Majelis Azzahir dari Pekalongan.

Sekitar 10.000 jamaah mengikuti kegiatan tersebut. Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Tengah, jajaran Forkopimda Provinsi Jawa Tengah, para kepala daerah kabupaten/kota se-Jawa Tengah, serta para kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Komentar

Tinggalkan Balasan