
Cakranusantara.net, Rokan Hulu || Persaingan menuju Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Puo Raya, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, mulai menjadi perhatian masyarakat. Tiga kandidat akan berhadapan dalam kontestasi yang dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026 mendatang.
Salah satu kandidat, Sartuni, menyatakan siap maju dengan membawa gagasan perubahan, kemajuan desa, dan transparansi sebagai bagian dari visi yang ditawarkan kepada masyarakat Puo Raya.
Sartuni menyebut perubahan ke arah yang lebih baik perlu menjadi pijakan dalam membangun desa. Ia juga menyatakan kesiapan untuk mengabdikan diri serta memberikan kontribusi bagi masyarakat apabila mendapat amanah untuk memimpin Desa Puo Raya.
Menurutnya, pembangunan desa tidak hanya membutuhkan program, tetapi juga keterbukaan dan keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah kemajuan desa.
Selain menyampaikan visi dan gagasannya, Sartuni mengajak seluruh masyarakat agar menjadikan Pilkades sebagai momentum demokrasi yang tetap mengedepankan persatuan, keamanan, dan ketertiban.
“Mari bersama-sama membangun Desa Puo Raya. Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi, tetapi persatuan masyarakat harus tetap kita jaga,” ungkapnya.
Sementara itu, sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda berharap kontestasi Pilkades Puo Raya melahirkan pemimpin yang memiliki komitmen serta visi yang jelas untuk membawa desa lebih maju.
Salah seorang tokoh masyarakat yang meminta identitasnya tidak disebutkan menilai kejelasan visi dan misi penting agar masyarakat dapat mengetahui arah serta program yang ditawarkan masing-masing kandidat.
“Pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas, sehingga masyarakat dapat mengetahui program-program unggulan apa saja yang akan dijalankan ke depannya,” ujarnya.
Dengan tiga kandidat yang membawa visi, misi, dan program masing-masing, Pilkades Puo Raya 2026 menjadi ruang bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan desa untuk periode berikutnya.
Pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 10 Desember 2026, dengan masyarakat Puo Raya sebagai penentu pilihan dalam kontestasi tersebut. (SP)







Komentar