abdul rohman kedokteran forensik

 

Abstract

Pemeriksaan suatu perkara pidana menjadi bagian yang tidak terpisahkan didalam suatu proses peradilan yang bertujuan untuk mencari kebenaran materiil (materiile waarheid) salah satu usaha yakni dengan menggunakan ilmu bantu kedokteran forensik, Namun sayangnya dilapangan banyak sekali Aparat Penegak Hukum Termasuk Hakim yang tidak memanfaatkan semaksimal mungkin metode yang diperbolehkan oleh Hukum Acara Indonesia untuk menghadirkan kebenaran dan keadilan dalam suatu perkara Pidana Khususnya Pembunuhan. Artikel ini memberikan kejelasan kedudukan dan pengaruh Alat Bukti Kedokteran Forensik terhadap Pertimbangan Hakim. Penelitian ini merupakan Penelitian Normatif. Bahwa Kedudukan keterangan ahli forensik berdiri pada sifat dualisme alat bukti keterangan ahli, Pada suatu sisi alat bukti keterangan ahli yang berbentuk laporan atau Visum et Repertum tetap dapat dinilai sebagai alat bukti keterangan ahli pada sisi yang lain alat bukti keterangan ahli yang berbentuk laporan juga menyentuh alat bukti surat, namun pengambilan keputusan akan sifat dualisme alat bukti keterangan ahli Forensik terletak pada keyakinan hakim dalam membuat putusan. Ilmu kedokteran forensik berperan dalam hal menentukan hubungan kausalitas antara sesuatu perbuatan dengan akibat yang akan menimbulkan akibat luka pada tubuh atau yang menimbulkan gangguan kesehatan atau yang menimbulkan matinya seseorang (causal verbend).
Kata Kunci: Pembuktian; Pembunuhan; Kedokteran Forensik

jurnal : kedokteran forensik

Oleh : abdul rohman

PDF

diterbitkan pada 22 April 2024

Abdul Rohman

 

Itsbat Nikah Voluntair dan SK Perceraian. Dengan ini bermaksud mengajukan permohonan Pengesahan Nikah; Adapun alasan/dalil-dalil permohonan Itsbat Nikah Para pemohon, sebagai berikut:

  1. Bahwa pada hari Kamis tanggal 10 Maret 2022 telah terjadi pernikahan menurut Agama Islam antara Pemohon I SUPRI Bin SURO dengan seorang perempuan yaitu Pemohon II yang bernama SRIYATUN Binti SUJAK yang dilangsungkan di Wilayah Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tlogowungu, Pati;
  2. Bahwa pada saat pernikahan tersebut antara Pemohon I SUPRI Bin SURO berstatus Jejaka/Duda dan Pemohon II SRIYATUN Binti SUJAK berstatus Perawan/Janda. Pernikahan tersebut memakai Wali hakim Pemohon II yang bernama SUJAK disaksikan oleh Saksi-Saksi dari saksi Pemohon I yaitu SOBIRIN dan saksi Pemohon II Bernama PARJAN, ijab kabul dan mas kawin berupa Uang Rp. 5.000,00.- (Lima Ribu Rupiah), dibayar tunai;

jurnal : peradilan agama

oleh : abdul rohman

PDF

e majalah edisi 3

Pungli di SMPN Mendekati Jutaan, Puluhan Anggota
PBH Lidik Krimsus DPK Pati Geruduk Disdikbud

Pati – Cakranusantara.net | Puluhan Anggota
Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Pati, Lembaga
Pusat Bantuan Hukum (PBH) Lidik Krimsus-RI
geruduk kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
(Disdikbud) Kabupaten Pati guna gelar Audiensi.
Pasalnya, mendapati adanya dugaan pungutan liar
(Pungli) di lingkungan SMPN mendekati jutaan
rupiah per murid, Jumat (2/2/2024) sore.

cuplikan judul :

Pungli di SMPN Mendekati Jutaan,
Puluhan Anggota PBH Lidik Krimsus
DPK Pati Geruduk Disdikbud – Hal : 2

“Demenan”, Polresta Pati Berhasil Ungkap
Kasus Pembunuhan Bayan
Desa Giling Gunungwungkal – Hal : 18

Tanah Bengkok Perangkat
Desa Kutoharjo Pati Dijual Kaplingan,
Kades : Sudah Sesuai Prosedur – Hal : 13

Haryanto, Ada Apa Dengan PMI Pati,
Puluhan Milyar Rupiah : “Endo Semoyo”
Audiensi Ditunda Setelah Pemilu 2024 – Hal : 23

 

PDF

bayar dulu, Dana-0812-8593-5774

1 Suro, Desa Gabus Peringati Haul Ki Ageng Damarjati

 

Pati – Cakranusantara.net | Desa/ Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah gelar kegiatan haul, tradisi ini sering di gelar masyarakat Jawa khususnya. Haul merupakan momentum dalam mengenang sosok tokoh, ulama, sesepuh yang ada di Desa setempat.

Desa Gabus khususnya yang setiap tahunnya selalu memperingati Haul Ki Ageng Damarjati, yang merupakan sesepuh Desa, bahkan kedudukannya di yakini sebagai pendiri atau bibit kawit warga masyarakat Gabus.

Habib, Ketua pelaksana acara yang juga perangkat Desa Gabus mengatakan, peringatan Haul ini sudah di laksanakan dari dulu, secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Gabus dan itu selalu diadakan setiap 1 muharram (Suro-jawa),” katanya, Sabtu (30/7/2022).

Rangkaian acara yang sudah diagendakan diantaranya tahlil umum dan khataman Al-Quran yang dilaksanakan pada malam jumat atau satu hari sebelum puncak acara (Kemarin),” tambahnya.

Selain acara itu, juga laksanakan  kirab pengambilan klambu dari Kantor Desa Gabus, yang di iring Pusaka peninggalan leluhur, juga beragam kesenian salah satunya Barongan.

Kepala Desa (Kades) Gabus, Suyadi S.Pd saat di wawancarai awak media mengatakan, antusiasme masyarakat Desa Gabus sangatlah tinggi sekali khususnya pada perayaan tahun ini, setelah 2 tahun Haul Ki Ageng Damarjati di laksanakan secara sederhana sekali, mengingat saat itu masih dalam kondisi pandemi Covid.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh warga masyarakat Desa Gabus, khususnya kepada seluruh jajaran kepanitiaan acara haul Ki Ageng Damarjati desa Gabus,” ungkapnya.

Kita harus senantiasa bersyukur atas nikmat dan rahmat Allah SWT karena pada tahun ini bisa mengadakan Haul dengan berbagai kemeriahan, kami berharap, kedepan acara seperti ini bisa lebih di tingkatkan lagi,” ucapnya.

Kesakralan prosesi penyerahan kelambu pengganti makam Ki Ageng Damarjati, tampak saat rombongan kirab memasuki kantor Desa Gabus dengan disambut tabuh gamelan yang dimainkan oleh pemuda-pemudi yang tergabung dalam kelompok karawitan ‘Taruna Jati’ Gabus.

(Eko riyadi)

Haul Mbah Sunan Kuning ke-5, Desa Semirejo Meriahkan Dengan Karnaval

 

PATI – Cakranusantara.net | Bertempat di dukuh randangan makam Balekambang jejak siar Islam sangat kuat auranya, dipinggiran kali sendang atau kedung mata air Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terdapat makam mbah Sunan Kuning merupakan trah dari Mataraman .

Kades Semirejo Didik Sutriyanto, S.T dalam sambutannya menyapaikan, bahwa Haul Sunan Kuning di dukuh Randangan ini adalah demi melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur, agar masyarakat selalu nguri-uri apa yang telah menjadi cagar budaya ini sebagai kearifan lokal yang telah mengakar, khusus warga Desa Semirejo itu sendiri, untuk selalu terus dilestarikan,” tuturnya.

Oleh Rudi subiyanto sebagai sebagai salah satu keturunan trah keluarga dari Sunan Kuning, jejak sejarah makam tersebut saat ini oleh warga setempat direnovasi kemudian di uri-uri sebagai kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur sebagai cagar budaya yang harus dirawat oleh anak cucu serta turun-temurun.

Tahun 1443 Hijriah, tepatnya pada bulan besar ini digelar Haul Sunan Kuning ke lima kalinya atau yang warga akrab menyapanya dengan sebutan Mbah Sunan Kuning, adalah sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia yang dilimpahkan selama ini.

“Bahwa keberadaan makam keramat Sunan Kuning adalah wujud dan manifestasi akan jejak syiar islam sudah menjadi hegemoni warga setempat, bahwa beliau menjadi sosok spiritual dan penyebar agama islam pada masanya,” tuturnya.

Sejarah dan Silsilah mbah Sunan Kuning :

Silsilah dari pangeran Ronggo Joyo Kusumo adalah putra sunan Prabu Amangkurat dari Raja Surakarta, yang lebih dikenal sebagai Sunan Kuning. Dan deretan makam yang pertama Ronggo Joyokusumo I berjuluk Sunan Kuning kemudian makam pangeran Hadi Joyokusumo masih kerabat dari Mataram, yang ke III pangeran Ronggo Joyokusumo II atau pangeran Anom atau Bupati ke dua di randangan adalah putra dari Sunan Kuning dan makam yang belum dibangun adalah anak daripada pangeran Ronggo Joyokusumo pertama’ bernama Raden Dono Joyokusumo beserta istrinya Raden Ratu Ayu Gumilang Kencono.

Jejak makam keramat ini masih meninggalkan petilasan berupa sendang agung Tirto Kencono, langgar Kambang Ayun Pasujudan yang konon airnya dari sendang tersebut dapat mengobati berbagai macam penyakit dan mampu mengangkat derajat pangkat seseorang.

Rasa wujud syukur inilah dimeriahkan oleh Drum Band (gema nada swara) dari MTs Manba’ul Huda dari Pundenrejo Tayu, TPQ An Nur, fatayat NU, RA Nurul Ma’arif dan gunungan. Harapan dari ketua panitia Rudi Subiyanto bahwa masyarakat setempat khususnya desa Semirejo mendapatkan pintu berkah hidayah karomah mbah Sunan Kuning. Dan masyarakat Indonesia pada umumnya ditahun ini mendapatkan hidahayah, diberi keberkahan setelah melewati masa sulit pandemi, sehingga diberikan kesehatan, kerejekian pintu kemakmuran untuk bangsa dan negara Indonesia,” sambungnya.

Sedangkan makna dari janur kuning yang menghiasi makam tersebut adalah jalan menuju Nur atau cahaya kesejatian, cahaya menuju cahaya illahi karena maknawi Haul ini menuju Rahmatan lil Alamin atau Rahmat Semesta Alam,” tutupnya.

(Mh-CN)