E-toll Tak di Pergunakan Akhir Tahun Ini Bakal Ganti MLFF

Jakarta – Cakranusantara.net| Media sosial sedang diramaikan dengan kabar uang elektronik kartu E-toll tidak akan dipergunakan lagi di gerbang tol pada akhir tahun ini. Dikabarkan bahwa nantinya pembayaran tol akan digantikan dengan sistem Multi Lane Free Flow (MLFF).⁣⁣

Berdasarkan keterangan dari sumber detikcom di Bank Indonesia (BI) menyebutkan jika saat ini BI dan Kementerian PUPR sedang mendiskusikan konsep desain dan model bisnis MLFF. Termasuk ekosistem sistem pembayarannya.

⁣⁣Di sisi lain, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit juga pernah mengatakan sistem MLFF ini akan mulai diperkenalkan pada akhir 2022 atau akhir tahun ini.

Langkah ini menjadi inovasi dan transformasi digital di jalan tol dengan konsep intelligent toll road system (ITRS).⁣⁣

Danang juga menjelaskan teknologi MLFF akan diuji coba di beberapa ruas jalan tol pada tahun ini dan ditargetkan dapat beroperasi 100% pada akhir 2023.⁣⁣

Dengan kata lain, mulai akhir tahun ini pengguna sudah tidak akan menggunakan kartu e-toll untuk membayar biaya jalan tol lagi, melainkan dengan sistem MLFF.

(Jr-CN)

Stadion Joyokusumo Belum Memenuhi Standar Fifa, Ini Jawaban DPUPR

PATI – Cakranusantara.net| Polemik Stadion Joyokusumo yang belum bisa digunakan untuk Putaran liga Nasional, DPUPR menjawab.

Kepala DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang) Kabupaten Pati melalui Bidang Cipta Karya Arif mengaku bahwa lapangan stadion Joyo Kusumo memang belum layak untuk menggelar pertandingan Liga 3 putaran nasional.

“Untuk menggelar Liga itu bukan masalah rumput, namun untuk tribun, kamar mandi dan lain-lain itu juga belum layak,” ungkap Arif beberapa waktu lalu.

Meski dianggap tidak layak, namun Arif mengaku belum ada rencana untuk melakukan rehab agar stadion Joyo Kusumo bisa dijadikan untuk menggelar Liga nasional.

“Kalau itu saya tidak bisa komentar, karena itu kewenangan pimpinan daerah dan DPRD selaku penentu Anggaran,” ujarnya.

Meski begitu, Dari DPRD ada sedikit wacana apakah harus membuat lapangan lagi atau tidak lantaran stadion Joyo Kusumo dianggap tidak memenuhi syarat.

“Ada wacana DPRD apakah itu harus membuat lapangan lagi atau tidak, sebab apabila harus mengotak atik lapangan Joyo Kusumo itu percuma, sebab kalaupun harus memperbaiki rumput, dikawatirkan jangan sampai yang lain jadi rusak,” katanya.

Pekerjaan proyek Joyo Kusumo sebelumnya dibuat 1 paket, namun karena terkendala recofusing sehingga harus dibuat tidak satu paket.

“Untuk rumput di Stadion Joyo Kusumo sudah standar Fifa, namun apabila, ingin mengejar target agar bisa mendapatkan sertifikat maka harus mendatangkan tim ahli dari Hongkong, dan itu harus mendatangkan sendiri,” terangnya.

(Mh-CN)

Pekerjaan Tayu-Dukuhseti Lambat, DPUPR Sudah Berikan Teguran

PATI – Pekerjaan Jalan Tayu-Dukuhseti yang lambat dalam pelaksanaannya sudah mendapatkan teguran dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pati.

Kepala Bidang (Kabid) Jalan melalui Kasi (Kepala seksi) Jalan Hasto Utomo saat di konfirmasi melalui pesan singkat via aplikasi WA (WhatsApp) mengatakan, bahwa yang sudah ada pemenang tandernya itu jalan (jl) Tayu-dukuhseti.

“Lokus pengaspalannya mulai dari depan pasar Desa Ngagel, panjangnya kurang lebih sekitar 700 meter,” jawabnya.

Bupati Minta Pemenang Lelang Segera Perbaiki Jalan Tayu-puncel, Tidak Punya Uang Tidak Usah Ikut Lelang

Untuk SPK nya sudah mulai per Senin (18/4/2022) kemaren (lalu). Tahap pekerjaan sendiri baru leveling base course.

“Rekanan yang sudah memenangkan tander CV. Batas, rencana minggu ini dilanjutkan patching aspal panas,” tambahnya.

Pekerjaan Drainase Desa Karangwotan Diduga Dikerjakan Asal-asalan

Atas keterlambatannya itu, CV. Batas per hari ini sudah dibuatkan surat teguran karena progresnya sudah mengalami keterlambatan.

“Pihaknya meminta agar rekanan segera menyelesaikan pekerjaan itu karena kerusakan jalan sudah semakin bertambah parah, waktu pelaksanaan 90 hari kalender (HK),” ujarnya.

Baca Juga; https://www.cakranusantara.net/infrastruktur/desa-ngagel-mendapatkan-anggaran-1-milyar-dari-dpupr/

Kalau yang hari ini dipelihara oleh DPUPR itu lokasinya dukuhseti batas Jepara masuknya Desa Kembang.

“Tahun ini Desa Kembang belum mendapatkan alokasi anggaran. rencana akan diusulkan di perubahan anggaran 2022 atau DAK (Dana Alokasi Khusus) murni 2023,” imbuhnya lagi.

Baca Juga; https://www.cakranusantara.net/infrastruktur/kesal-selain-tanami-pohon-pisang-sejumlah-warga-mancing-di-jalan-berkubang/

Untuk jalan masuk Desa Kembang, Kecamatan Dukuhseti kemarin baru saya usulkan sebanyak Rp. 8 (Delapan) Milyar Rupiah.

“Sementara ini, akan dilakukan pemeliharaan terlebih dulu dengan cara penambalan biar kerusakan tidak semakin parah,”tandasnya.

(Mh-CN)