Partai Gerindra, Dikco Wahyu Pradana Dapat Bonus 192 Suara : Hasil Hitung Ulang C Satu

Pati – Cakranusantara.net | Permainan Penggelembungan suara oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jaken, Kabupaten Pati terhadap suara Dikco Wahyu Pradana salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati (Petahana) harus dilakukan penghitungan ulang C Satu tingkat Desa, Minggu (25/2/2024).

Data yang dihimpun oleh tim awak media, diketahui saat penghitungan ulang, jika penggelembungan suara terjadi diambilkan dari perolehan suara partai tiap tempat pemungutan suara (TPS) yang di akumulasikan ke perolehan suara Caleg nomor urut Satu dari Partai Gerindra.

Diketahui sebelumnya, Supriyanto Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menegaskan, untuk mengetahui terjadi perbedaan perolehan suara, maka harus dilakukan penghitungan ulang oleh pihak PPK Jaken.

“Penghitungan ulang bisa dilakukan dengan jeda waktu 14 hari setelah pemungutan suara selesai, atau hingga tanggal 28 Februari 2024. Untuk itu, ia memutuskan untuk dilakukan penghitungan ulang untuk tingkat Kabupaten, khususnya pada Caleg yang merasa dirugikan,” tegasnya, sembari mengetok palu dalam sidang terbuka tersebut.

Hingga akhir penghitungan ulang Dikco Wahyu Pradana berkurang sebanyak 192 yang ditambahkan dari suara Partai. Sehingga dalam perhitungan akhir ia memperoleh 965 suara, yang pada awalnya mendapatkan sebanyak 1.157 suara.

Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media belum konfirmasi ke Suprianto Ketua Bawaslu, Hardi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra, Supriyanto Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati, hingga kedua Caleg yang diuntungkan dan dirugikan. (Rohman)

Partai Gerindra : Penggelembungan Suara Salah Satu Caleg DPRD Dapil Pati IV Bikin Geger Gember

Pati – Cakranusantara.net | Permainan Penggelembungan pada salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, dapil IV Partai Gerindra di Kecamatan Jaken terendus dan bikin geger gember, Sabtu (24/2/2024).

Data yang dihimpun media ini, pada penghitungan surat suara di wilayah Kecamatan Jaken terjadi perbedaan hasil suara hingga mencapai ribuan suara. Melingkupi tiga partai politik (Parpol), yakni : Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), dan Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Jaken mengatakan, jika penghitungan surat suara atau rekapitulasi disini sudah sesuai dan itu disaksikan oleh saksi mereka masing-masing, dan tidak ada masalah.

“Paska penghitungan suara, hingga selesai sesuai dengan penghitungan di diangkat desa. Namun entah kenapa bisa terjadi perbedaan setelah sirekap dicetak kok ada perbedaan hasil, itukan diluar dari kemampuan kita,” terangnya.

Adam Maulana Indra Saputra Caleg nomor urut Dua menyebutkan, bahwa dalam penghitungan ini, pihaknya merasa sangat dirugikan karena terjadi perbedaan perolehan suara, antara perhitungan rekapitulasi dengan setelah dicetak atau rekap hasilnya beda. Selisihnya ada sebanyak 204 suara, kok bisa.

“Pasca penghitungan suara kemarin sih sesuai. Namun setelah D di cetak, lanjut para saksi dimintai tanda tangan hasilnya menjadi berubah, miliknya jadi berkurang dan menjadi kalah dengan Caleg nomor urut Satu atas nama Dikco Wahyu Pradana, untuk Kecamatan Jaken, dikecamatan lain tidak ada masalah,” terangnya.

Sementara itu, Supriyanto Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati menegaskan, jika memang di PPK Jaken terjadi perbedaan penghitungan suara, maka harus diluruskan sebelum jeda waktunya habis.

“Jeda waktu pemilu adalah 14 hari setelah pemungutan suara selesai, atau hingga tanggal 28 Februari 2024. Untuk itu, ia memutuskan untuk dilakukan penghitungan ulang untuk tingkat Kabupaten, khususnya pada Caleg yang merasa dirugikan,” tegasnya, sembari mengetok palu dalam sidang tersebut. (Rohman)

Menang Satu Putaran, Kampanye Akbar Prabowo-Gibran di Pati

Pati – Cakranusantara.net | Kampanye Akbar kemenangan Prabowo-Gibran sebagai Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) periode 2024-2029 di ikuti Ribuan Masyarakat Pati yang antusias dengan Capres dengan nomor urut 02 di lapangan Margorejo, Kabupaten Pati.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati, Joni Kurnianto mengajak masyarakat untuk memilih Prabowo-Gibran sebagai Capres dan Cawapres.

“Prabowo-Gibran harus menang, dan itu harga mati, jangan lupa masyarakat harus memilih nomor urut dua sebagai Capres dan Cawapres,” teriak Joni dengan penuh semangat dalam orasinya, Sabtu (3/2/2024).

Sebagai partai koalisi, untuk kemenangan Prabowo-Gibran meminta masyarakat untuk ikut mengawal pada 14 Februari 2024 mendatang. Ia berharap agar masyarakat bisa ikut mengawal.

“Bolone Pak Joni harus memilih Prabowo-Gibran, dan masyarakat jangan lupa untuk mencoblos nomor urut 2,” teriaknya.

Senada juga disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pati Endah Sri Wahyuning Ati. Menurutnya, Pasangan Prabowo-Gibran harus menang 1 putaran. Masyarakat harus memilih nomor 2.

“Jangan lupa, tanggal 14 Februari masyarakat Pati harus Coblos nomor urut dua,” ajaknya.

Perempuan yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Pati itu meminta agar masyarakat ikut mengawal pasangan Prabowo-Gibran menang 1 putaran.

“Prabowo-Gibran harus dikawal supaya menang dalam satu putaran, dan nanti kalau pulang harus bisa menjaga kondusifitas,” himbaunya.

Ajang kampanye itu diikuti dari relawan, serta partai koalisi kemenangan Prabowo-Gibran sebagai Capres dan Cawapres, untuk memenangkan satu putaran. (Wu/ Rmn)

Hardi Klaim Kampanye Akbar Prabowo Gibran Full Dibiayai Sadewo

Pati – Cakranusantara.net | Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Pati, Partai Gerindra klaim anggaran Kampanye Akbar Prabowo-Gibran full dibiayai Sadewo salah satu anggota DPR-RI yang sudah tidak asing lagi namanya, Kamis (1/2/2024).

Hardi, Ketua DPC Partai Gerindra dan juga merupakan Wakil Ketua 2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati mengatakan, jika sejauh ini persiapan untuk kampanye Akbar sudah dipersiapkan dengan matang.

“Semua persiapan sudah dilakukan tinggal pelaksanaan nanti pada hari Sabtu (3/2), yang rencananya bakal diselenggarakan di lapangan Margorejo. Dan itu ada pembatasan dengan partai koalisi, jika tidak pasti akan membludak, untuk undangan bebas dan ada kuponnya,” katanya.

Saat disinggung, kenapa dalam pamplet yang beredar kok hanya fotonya Sadewo. Sedangkan koalisinya ada partai besar dan saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua 1, menjawab, karena semua yang membiayai kampanye ini full dari pak Sadewo.

“Semua anggaran darinya, dan habisnya mencapai kisaran Ratusan juta rupiah lebih. Kalau cemburu itu pasti, tapi kalau mengeluarkan biaya pasti tidak akan cemburu, mau menarik urunan ke koalisi ia merasa kurang pas,” klaim Ketua DPC Partai Gerindra saat diwawancarai di lobi samping dapur DPRD Pati. (Rohman)

Ini Dia Hubungan Partai Garuda dengan Gerindra

Ketua Umum Partai Garuda (Gerakan Perubahan Indonesia), Ahmad Ridha Sabana, mengaku sebagai adik dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Ahmad Riza Patria. Patria merupakan kader Partai Gerindra yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

“Kalau itu (adik dari Patria) kan fakta, tidak mungkin saya bilang tidak,” ujar Sabana dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Hotel Lumire Senen, Jakarta Pusat, Senin 19 Februari 2018.

Sabana juga mengakui bahwa dirinya pernah mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari partai politik (parpol) yang dipimpin Prabowo Subianto itu.

“Itu (menjadi caleg Gerindra) kan dulu. Semua saya kira biasa ya seperti itu,” ujar Sabana.

Meski demikian, Sabana menegaskan bahwa Garuda sama sekali tidak memiliki keterkaitan dengan Gerindra. Sabana membantah Garuda adalah parpol yang dibentuk dengan tujuan memecah suara pemillih antara Garuda dan Gerindra pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.