Gara-gara HP Nyawa Melayang, Enam Tersangka Diamankan Polisi

Pati – Cakranusantara.net | Petugas gabungan Polresta Pati ungkap Kasus pembunuhan, korban ditemukan mengapung di Lokasi pakir Kapal Sungai Silugonggo, turut Desa Kauman, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati dan berhasil mengamankan enam orang tersangka.

Keenam tersangka antara lain, berinisial MH (22), YD (18), MA (22), JS (20) Warga Juwana, RH (19) Warga Ngarus Pati dan AM (22) Warga Jakenan Pati.

Kapolresta Pati, Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama melalui Kasat Reskrim Kompol M Alfan Armin M. mengungkapkan, korban diketahui bernama Iskak Harahap (36) warga Desa Tobing Jae, Kecamatan Huristak, Kabupaten Padang Lawas, Sumut dan berdomisili Kost Desa Growong Kidul, Kecamatan Juwana.

Jenazah ditemukan pada Sabtu, 13 April 2024 sekira Pukul 14.00 WIB, di sekitar lokasi parkir Kapal, yang di evakuasi personel Satpolair Polresta Pati bersama Puskesmas Juwana dibawa ke Kamar Jenazah RSUD RAA Soewondo Pati.

Kasat Reskrim mengatakan, kronologi kejadian berawal pada 4 April 2024 dini hari, keenam tersangka nongkrong sambil konsumsi minuman keras (Miras) di depan kost korban hingga sore hari. Ketika bangun tidur tersangka MA merasa kehilangan HP, lalu 2 Tersangka lainnya pergi ke Alun-Alun Juwana menemui korban yang sedang nongkrong untuk menanyakan terkait HP tersebut.

“Saat ditanya korban menjawab tidak tahu, lalu tersangka MH meminta korban untuk ikut ke kosan, sepanjang jalan MH terus menanyakan mengenai HP tersebut, sesampai dekat tugu sukun, korban tiba-tiba melompat dari motor berlari arah Musholla. MH berusaha mengejar korban namun tidak terkejar, kemudian ia menghubungi AM hingga keenam tersangka lainnya datang, kemudian para tersangka menyebar untuk mencari korban,” ujarnya.

Selanjutnya, korban ditemukan di sebuah gang di Desa Growong Lor, Kecamatan Juwana kemudian dipukuli lima tersangka dengan tangan kosong dan juga batu. Ketika korban sudah tidak sadarkan diri, para tersangka panik, lalu YD datang dan keenam tersangka membuang jasad korban ke Sungai Silugonggo bawah Jembatan Pantura Juwana.

“Motif pembunuhan, menurut pengakuan para tersangka, karena merasa kesal, sebab korban tidak mengaku saat ditanya terkait Handphone salah satu tersangka yang hilang”, tuturnya.

Kompol M. Alfan menegaskan, atas kejadian tersebut keenam tersangka ditahan di Satreskrim Polresta Pati, dan menyita barang bukti berupa tiga unit motor juga pakaian tersangka yang dipakai saat kejadian serta pakaian dan dompet korban.

“Atas perbuatannya, pelaku disangkakan dengan Pasal 338 KUHPidana tentang pembunuhan, Subs 170 ayat 2 ke-3 tentang kekerasan secara bersama-sama hingga menyebabkan mati,” pungkasnya. (Humas)

Viral di Medsos!!!!.. Bocah Bawa Sajam Hendak Bentrok Diamankan Polsek Kolilo, Daftar Nama

 

Pati – Cakranusantara.net | Kurangnya pengawasan orang tua atau bahkan tidak diawasi sama sekali membuat anak dalam usia dini seliweran bawa Senjata Tajam (Sajam), terjadi tak hanya di wilayah kecamatan Tlogowungu saja.

Namun, hal itu juga kembali terjadi di wilayah kecamatan Sukolilo, didapatkan puluhan bocah usia belasan tahun bawa Sajam, yang bisa membahayakan nyawa orang lain jika sampai benar-benar terjadi pertikaian, ditambah jika salah sasaran, Minggu (17/12/2023).

Hal itu bisa dibuktikan pada beberapa waktu yang lalu bocah bawa Sajam ke wilayah kecamatan Tlogowungu, Baca Juga Beritanya di bawah ini 👇:

Klik disini : Perkumpulan Geng Pembuat Resah di Bubarkan Kapolsek Tlogowungu, Ini Pesannya

Klik juga :  Anggota Geng PKB dan B22P Diamankan Polisi, Ini Sebab Serta Namanya

Klik Juga : Buntut Video Viral Bawa Sajam, Lima di Proses Hukum

Baca Juga : Antisipasi Kejahatan Jalanan, Satlantas Polresta Pati Gencarkan Razia Knalpot Brong dan Balap Liar di Malming

Baca Juga : Cegah Aksi Tawuran, 13 Pelajar Digelandang ke Polsek Sukolilo (18/12/2023)

Kabar tersebut menjadi viral di media sosial dalam aplikasi Facebook yang dibagikan kedalam grup “Komunitas Anak Asli Kecamatan Kayen”, di share melalui Akun Facebook milik Ken Bara dengan menampilkan foto dan juga video pengakuan asal dumisili para bocah tersebut ,berdurasi selama 26 detik.

Dalam unggahan itu terdapati komentar dari warganet yang seakan geram, diantaranya dengan nama akun Saiful Amri menyebutkan daftar nama bocah-bocah tersebut antara lain :

1. Faib bin Wakijan, SMK 4 pelayaran Pati kelas TP 3 alamat Desa Jatiroto RT 06 RW 1 Kec Kaye (membawa Sajam Clurit).

2. Sony Wahyu Kurniawan bin Suparmab,16 th, Islam alamat Desa Sundeluhur Rt 1 RW 1 Kec Kayen.

3. Fahri Fatiruh Rohman Alfi TR,16 th, Islam pelajar SMK Tunas Harapan Pati kelas 1 alamat Desa Ngurensiti Kec Wedarijaksa (membawa Clurit).

4. Diandra Putra Erik bin Eko Sulistiyanto,16 th pelajar SMK Bani Muslim alamat Muktiharjo Kec Pati.

5. Muhammad Afif Nasril haki bin Sukar,pelajar SMK Tunas Harapan kelas 1 alamat Desa Guwo Kec Tlogowungu.

6.Moh Farerl bin Suyadi,16 th, Islam,Pelajar SMK Bani Muslim kelas 11 alamat Desa Keben RT 1 RW 1 Kec Tambakromo.

7.Muhamad Ilham Hanafi bin Suliyanto,18 th pelajar SMK Bani Muslim Pati alamat Desa plangitan Kec Pati.

8.Ale Sando Dika Prananda bin Arif Setiawan,15 th, Islam,swasta alamat Desa Bumiayu RT 4 RW 1 Kec Wedarijaksa.

9.Rengi Fajar Bayu Sena bin Puji Santoso,16 th, Islam pelajar SMK Bani Muslim alamat Desa Penambahan RT 1 RW 2 Kec Margorejo.

10. Dias Rifananda Dzafalsa bin Edy Susilo,15 th, Islam Pelajar SMK 2 Pati kelas 10 alamat Desa plangitan RT 5 RW 2 Kec Pati

11.Ardeta Elang idea Praja Pati bin Titis Eka Deni Pramono,15 th Islam pelajar SMK Tunas Harapan Pati alamat Desa Margorejo Rt 1 RW 3 kec Margorejo.

12.Bayu Arga Kusuma binti Sulistyaningsih,16 the, Islam Pelajar SMP 6 Pati alamat Desa Bumiayu RT 3 RW 2 Kec Wedarijaksa.

13.Muhmamad Tomy Kurniawan bin Winoto,16 th, Islam pelajar SMK Bani Muslim kelas 10 alamat Penambahan Kec Margorejo.

Barang bukti yang diamankan:

3 buah Clurit

5 unit SPM

Selain itu, daftar komentar yang lain diantaranya (nama akun blok tebal) ;

Doni Andriyansayah juga berkomentar : Bayi2 cokleki ndase dak ws

Hambudi Doyo : ditanya sambil di bogem mentah to pk,biar do jera

Waluyo Djati : Semisal nang ndLan, di ganggu, terus melawan, mereka ada yang jadi korban, yang di salahkan dan di hukum pasti kita jadi tersangka, bener ora lorr. Dibalas, Alvin Topz Panz : Waluyo Djati bner lurr.. jane dibkin gmna bocil2 itu nyesel gtu lur.jgn diwwancra tok. Wluyo Djati : Alvin Topz Panz tor oknum polisi, dan hukum e gampang di suap. Agus CY : Waluyo Djati masok loorr. Riyan Kombor : Waluyo Djati la seratus Iki luehh saeee poll saene.

Waluyo Djati : Ngono 2_3 hari leh di colno neh, wong duet ki enak

Abdul Qadir : Heleeh ngono iku ben di cap wong sangar balaku sangar 😄

Sri Murdiyani : Gusti Allah… wes panas koyo ngene Jeh Ono gangguan seng gak koyo menungso

Hendra : Bocah bayi lgi metu wes kyk ngono ngono engko lek kecekel nanges2

Fitri Nur Ika : Bayi2 sisi umbele dwe rapecus atek do mendelene ngono leh wik…. Wik…..

Novi Ch Sapolo : Di sel wae medeni wng mlh ben kapok, sng do krj bengi, niate krj mlh nek dln ktmu ngne ki dk mesake, aq y due adi kdg blek bngi kdg mngkt bengi kok lek ch wdok dwean krj ng klinci😌

Eva Puspita Anggraeni (2): 1). Bayi petakilan ..isin q Duwe Tonggo kyok ue…q Yo cah plangitan kok cokk

2). Anake sopo iku kok muni cah plangitan

Nur Kholis : bocah saiki do ngeri… edan gangster ketane… opo ra mesakke wong tuane ngko nek ditangkep

Dan masih banyak lagi komentar lainnya. Berdasarkan kejadian-kejadian ini. Kami pihak redaksi mendesak pemerintah daerah Kabupaten Pati, khususnya kepada Pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pati selaku aparat penegak hukum (APH) agar bisa bertindak tegas untuk mengamankan bocah-bocah yang nakal tersebut dan/ atau mengambil langkah-langkah yang tepat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agar hal serupa tidak sering terulang kembali, apalagi mereka statusnya masih pelajar.

(Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media belum Konfirmasi ke sejumlah pihak terkait, mulai dari pihak sekolah mereka kejar pendidikan, orang tua, dinas pendidikan, hingga pihak Kepolisian, langkah-langkah apa yang bakal diambil guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada kemudian hari). Gambar : tangkapan layar sumber berita.

(Rmn)

Kapolres Pati Pimpin Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 77

 

Pati – Cakranusantara.net | Peringati Hari Kemerdekaan RI yang ke 77, Kepolisian Resort (Polres) Pati, Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menggelar upacara pengibaran bendera di halaman Markas Kepolisian Resort (Mapolres) Pati.

Kapolres Pati AKBP Christian Tobing, S.I.K., S.H., M.H., M.Si. bertindak selaku inspektur upacara (Irup) peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-77 di jajaran Polres Pati, Rabu (17/08/2022).

Sementara itu, bertugas selaku Komandan upacara Iptu Indra Liarafa, S.H. sedangkan AKP Sugihantoro, S.H., M.H. ditunjuk sebagai Perwira upacara.

Upacara yang digelar di halaman Mapolres Pati dimulai pukul 07.00 WIB yang diikuti pejabat utama Polres Pati dan anggota, berlangsung dengan penuh khidmat.

Dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 pada tahun ini mengangkat tema “PULIH LEBIH CEPAT BANGKIT LEBIH KUAT,” kata Kapolres.

Pada Hari Kemerdekaan RI Ke- 77 tahun 2022, merupakan momentum untuk mengenang jasa para Pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi mempertahankan NKRI yang kita cintai ini, kita bangkit lebih kuat lagi.

(Hms ResPt)

Kapolres Pati Cup, Bhayangkara Pati Monster Laut Vs Bening Rembang

 

PATI – Cakranusantara.net | Jangan lewatkan Pertandingan Bola Volly kesukaanmu pada Turnamen Kapolres Pati Cup tahun 2022 di Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 76 Bersama Bhayangkara Pati Monster Laut.

Pertandingan pasti akan bertambah seru, kawal terus tim kesukaanmu hingga masuk Final dan menjadi juara, saat ini pertandingan bola volly sudah berjalan tiga hari masuk empat hari ini. Pada hari ini Tim Putri Bhayangkara Monster Laut akan dilawan dari Tim Bening Rembang pada Pukul 16.00 WIB.

Kemudian pada malam hari mulai pukul 19.00 WIB Tim Ronggo Jaken akan melawan Tim DPUTR Purwodadi/ Grobogan. Yang kemudian di lanjutkan Tim Rafa Binar melawan Tim Pijar Salatiga mulai pukul 21.00 WIB.

Sebelumnya, Kapolres Pati AKBP Christian Tobing sangat mengapresiasi atas partisipasi warga Pati yang telah turut mensukseskan acara Kapolres Pati CUP 2022 saat dimintai keterangan pada Senin (25/7) sebelum menyaksikan turnamen di hari kedua.

“Kami berharap ini bisa menjadi ajang pencarian bibit unggul atlit-atlit bola Voli di Kabupaten Pati. Mengingat, dalam ajang ini juga mendatangkan sejumlah pemain nasional yang sudah berpengalaman di ajang nasional maupun internasional,” ujar Kapolres.

Pihaknya juga tidak menyangka, melihat antusiasme yang luar biasa warga Pati untuk menyaksikan turnamen yang sempat absen digelar karena masa pandemi.

“Terbukti hingga hari kedua pelaksanaan Kapolres Pati Cup 2022 ini tribun selalu penuh dengan penonton. Semoga hingga final nanti penonton selalu ramai dan acara berjalan kondusif,” harapnya waktu itu.

Turnamen kali ini, Polres Pati menurunkan tim Bhayangkara Pati Monster Laut yang diperkuat sejumlah pemain tim nasional. Diantaranya, Rivan Nurmulki, Nizar Zulfikar, Randy Tamamilang dan sejumlah pemain top lainnya.

Pertandingan sebelumnya pada Senin (25/7) Tim Bhayangkara Pati Monster Laut berhasil menang dengan skor 3-1 atas Tim anak muda PPLP dari Ibukota Jawa Tengah.

(Mh-CN)

Bupati Pati Buka Turnamen Voli Kapolres Pati CUP 2022, Dorong Atlet Tampilkan Prestasi Terbaik

 

 

Pati – Cakranusantara.net | Dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara Ke-76 Tahun 2022 Polres Pati menggelar open Turnamen Bola Voli Putra Putri. Turnamen yang akan berlangsung mulai tanggal 24 – 31 Juli 2021 bertempat di GOR Pesantenan Pati, dan diikuti 24 tim bola voli dari dalam maupun luar daerah, yang terdiri 16 tim putra dan 8 tim putri.

Dibuka oleh Bupati Haryanto yang hadir bersama Wakil Bupati, Kapolres Pati, Komandan Kodim, dan Ketua DPRD di GOR Pesantenan Pati pada Minggu (24/07/2022).

Bupati mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Pati selaku ketua umum PBVSI KAB PATI dan seluruh panitia.

“Saya menyambut baik, karena turnamen bola voley sudah dua tahun tidak bisa tampil dikarenakan masa pandemi, dan sekarang bapak kapolres melalui turnamen ini memberikan kesempatan kepada atlet dalam menampilkan prestasi terbaik disamping itu juga memberikan hiburan kepada masyarakat,” jelas bupati.

Bupati menyebut penyelenggaraan turnamen bola voley ini cukup murah dibanding dengan olahraga lain seperti sepakbola. Ia juga mengatakan turnamen ini juga menjadi bagian dari seleksi atlet-atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng mendatang.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang ikut berpartisipasi dalam turnamen ini, tanpa mengesampingkan semangat berkompetisi hendaknya tetap mengutamakan harmonisasi, keakraban dan persaudaraan,” pungkas Bupati.

(po2/PO/MK)

Kapolda, Hubungan Media Dan Polisi Bukan Hanya Profesi Namun Dari Hati

 

Semarang – Cakranusantara.net | Hubungan polisi dengan media bukan hanya profesi, namun juga dari hati. Ungkapan singkat itu sempat tercetus dalam forum silaturahmi Kapolda Jateng dengan Wartawan yang digelar di Pendopo Kiskenda, Hotel Griya Persada, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Pada kegiatan yang digelar multi arah itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi langsung memandu kegiatan dan berinteraksi dengan sekitar 60 wartawan dan pimpinan redaksi media Jawa Tengah yang hadir di aula tersebut.

Secara pribadi, Kapolda mengapresiasi peran media massa di Jawa Tengah yang banyak berperan dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif. Dirinya juga memuji komunikasi awak media yang terjalin amat baik dengan Polda Jateng.

Dalam situasi sangat akrab, Kapolda mengungkap kebanggaannya atas acara yang di gelar di sela acara Rakernis Bidhumas Polda Jateng itu. Dirinya berharap momen ini menjadi awal dari hubungan yang lebih erat antara pihaknya dengan media.

“Saya sangat bangga dengan digelarnya kegiatan ini, forum ini bisa menjadi brainstorming yang menciptakan komunikasi dua arah antara Polda Jateng dengan wartawan,” ungkap Ahmad Luthfi, Senin (18/7/2022).

Kapolda Jateng menekankan bahwa komunikasi menjadi kunci dalam menjaga hubungan yang baik antara Polda Jateng dengan wartawan. Keterbukaan Polri dalam memberikan informasi serta pemberitaan media yang obyektif dan positif sangat bermanfaat bagi terciptanya kamtibmas yang kondusif.

“Kuncinya komunikasi, tidak ada jarak diantara kita. Karena tugas wartawan dengan polisi sama yaitu menjaga situasi harkamtibmas di masyarakat dan menentramkan masyarakat dalam rangka mendukung pembangunan nasional,” jelasnya.

Kapolda membagikan pengalamannya saat dulu menjadi Kapolresta Surakarta, dirinya menegaskan banyak isu Sara dan konflik komunal lain dapat diredam berkat pemberitaan yang obyektif dan positif di media. Media pada saat itu, mampu menyajikan pemberitaan yang berimbang dan obyektif sehingga tidak menimbulkan kebingungan di masyarakat.

Konflik yang terjadi dapat diredam dengan komunikasi yang baik dari semua pihak termasuk media.

“Berkat komunikasi yang baik antara Polri dengan media, mampu menciptakan situasi harkamtibmas di tengah masyarakat melalui pemberitaan yang positif di media,” tuturnya dalam acara yang juga dihadiri para PJU Polda Jateng.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung dengan amatan mengalir, sejumlah awak media memberikan masukan bagi Polda Jateng. Wartawan Detik Jateng Angling Aditya Purbaya, menyatakan pelayanan informasi yang diterimanya selama liputan di Polda Jateng cukup baik.

Namun dirinya berharap agar wartawan lebih dibantu dengan penyediaan video statement dari Nara sumber di Polda Jateng.

Menurutnya hal itu sangat bermanfaat khususnya bagi wartawan televisi.

Irjen Ahmad Luthfi menyambut baik usul tersebut dan memerintahkan Bidhumas untuk menindaklanjuti.

Kapolda menyatakan Polda Jateng pada prinsipnya sangat terbuka dengan media. Namun ada beberapa materi yang tidak bisa diinformasikan ke wartawan khususnya hal-hal tertentu terkait penyelidikan.

“Dalam peliputan, memang tidak semuanya bisa diambil gambarnya. Terutama yang menyangkut masalah taktis dan teknis kepolisian seperti surveilance, penangkapan, penggerebekan, tidak kita berikan. Meski hal tersebut menarik untuk diliput,” terang Kapolda

Dijelaskannya, bahwa hal tersebut untuk mencegah taktis dan teknis kepolisian diketahui oleh para pelaku kejahatan. Namun pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi terkait teknis peliputan oleh media dalam kegiatan kepolisian yang perlu dipublikasikan pada masyarakat.

“Namun kita akan tetap memberikan bahan rilis kepada media sepanjang tidak mengganggu proses penyelidikan dan penyidikan oleh Polri. Pasti akan kami turuti,” tuturnya.

Salah seorang awak media lain, Damar dari CNN berharap agar hubungan yang terjalin antara media dan Polri tidak hanya sebatas intitusi dan profesi namun juga mampu menciptakan suasana pertemanan dan persaudaraan.

Senada dengan harapan tersebut, Kapolda menanggapi bahwa hubungan yang positif antara Polri dan media dapat terwujud jika dilandasi dengan hati yang tulus.

Sementara sejumlah rekan wartawan Surakarta yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa hubungan yang terjalin antara Polda Jateng dengan wartawan di Surakarta juga cukup baik. Dicontohkan bahwa pemberitaan yang negatif di media sosial mampu diredam melalui kerjasama antara wartawan dan Polda Jateng.

“Seperti permasalahan di Wadas, kerjasama yang baik antara Polda Jateng dengan awak media mampu menciptakan suasana kondusif di media sosial,” ujar Agung wartawan Kumparan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga berjanji akan menyediakan wadah bagi awak media yang meliput di Polda Jateng.

“Jadi nanti rekan media bisa gantian minggu ini meliput di Ditreskrimsus, minggu depan di Ditreskrimum, ganti lagi ke Ditlantas, dan seterusnya, nanti tiap akhir bulan bisa datang ke saya untuk liputan,” ujar Kapolda yang disambut tepuk tangan pejabat dan awak media yang hadir dalam kesempatan itu.

(Tim Red)