oleh

Liga Basket Pati 2026 Jadi Panggung Penjaringan Bibit Atlet Muda

Cakranusantara.net, Pati || Bank Jateng Liga Basket Pati 2026 tidak hanya menjadi arena adu kemampuan antarpelajar. Kompetisi yang digelar di GOR Pesantenan Pati tersebut juga diarahkan menjadi panggung untuk menemukan bibit atlet basket berprestasi dari Kabupaten Pati.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra saat membuka Bank Jateng Liga Basket Pati 2026, Selasa sore (15/9/2026), menegaskan bahwa kompetisi olahraga harus memberikan ruang bagi atlet muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka.

Liga Basket Pati 2026 berlangsung hingga 20 September 2026 dan diikuti pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, mulai SD, SMP hingga SMA.

Chandra melihat antusiasme dan potensi anak-anak Pati dalam olahraga basket cukup besar. Para peserta dinilai memiliki kemampuan yang perlu terus diasah melalui kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, para pemain yang turun dalam kompetisi tersebut merupakan putra-putri Pati yang harus diberikan kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan hasil latihan yang telah mereka jalani.

“Anak-anak ini adalah putra-putri terbaik Kabupaten Pati. Mereka harus diberikan ruang untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan hasil latihan mereka,” ujarnya.

Chandra menilai kompetisi tidak semata-mata soal mengejar kemenangan. Liga Basket juga menjadi ruang bagi para atlet muda untuk bertemu, belajar teknik, bertukar pengalaman, sekaligus membangun karakter dan sportivitas.

Ia mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya ukuran. Menang dan kalah merupakan bagian dari pertandingan, sedangkan proses, kerja keras dan kemampuan memberikan yang terbaik jauh lebih penting dalam perjalanan seorang atlet.

Di sinilah proses penjaringan bibit atlet dimulai. Chandra berharap Liga Basket Pati dapat terus digelar sehingga semakin banyak talenta muda yang teridentifikasi dan mendapat kesempatan mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.

Ia juga meminta dewan juri dan pelatih menjalankan tugas secara objektif dan jujur. Penilaian yang profesional dinilai penting agar atlet yang memiliki potensi benar-benar mendapatkan kesempatan untuk berkembang.

“Untuk dewan juri dan pelatih, saya berharap menjalankan tugas dengan jujur sehingga proses penjaringan bakat bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara kepada para peserta, Chandra berpesan agar seluruh pertandingan dijalani dengan menjunjung tinggi sportivitas dan kekompakan.

Menurutnya, olahraga tidak hanya membentuk kemampuan fisik dan teknik, tetapi juga menjadi sarana membangun kebersamaan dan persaudaraan.

“Selamat bertanding, jaga sportivitas. Kita semua adalah saudara,” pesannya.

Melalui Bank Jateng Liga Basket Pati 2026, Pemkab Pati berharap kompetisi tersebut tidak berhenti sebagai agenda pertandingan tahunan. Lebih jauh, ajang ini diharapkan menjadi bagian dari rantai pembinaan atlet muda, mulai dari menemukan bakat, mengasah kemampuan hingga membuka peluang bagi atlet Pati untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Komentar

Tinggalkan Balasan