Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto menyaksikan pagelaran seni budaya Jawa wayang kulit Ki Dalang Sigit Ariyanto bertema Lengkong bersenyum
Karanganyar – Cakranusantara.net | Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Karanganyar gelar Kirab Budaya menyambut team Yudistira PSHT Pusat Madiun dengan menyerahkan tanah dan air yang diambil dari sendang Panguripan kabupaten karanganyar atau kota intan pari.
Air dan tanah dari Kabupaten Karanganyar itu diserahkan Team Yudistira perwakilan PSHT Pusat untuk dibawa ke Madiun dijadikan satu dari tanah dan air dari sabang sampai merauke.
Acara tersebut di ikuti puluhan ribu anggota warga PSHT se Cabang Karanganyar yang di koordinir 17 Ketua Ranting PSHT.
Acaranya sangat meriah karena ada prosesi kirab budaya secara ritual organisasi PSHT yakni Reog 17 Gagak Merak dan 17 Jatilan yang menandakan mewakili 17 Ranting PSHT.
Dalam kesempatan itu Bupati Karanganyar Yuliatmono mengapresiasi PSHT Cabang Karanganyar karena ikut cinta tanah air dan membantu UMKM.
Wakil Bupati Karanganyar, Rober Kristanto menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karanganyar mensuport berkembangnya PSHT di Karanganyar karena banyak hal positif yang selama ini dilakukan PSHT Cabang Karanganyar untuk kota intan pari,” ujarnya
Acara dimulai pukul 14.00 dan selesai pukul 17.00 Wib dengan lancar sesuai prokes kesehatan. Setelah acara selesai semua anggota PSHT se Cabang Karanganyar pulang kerumah masing-masing secara beriringan tertib.
Turut hadir Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, di ikuti Ketua DPRD bersama Anggota, Wakapolres, Dandim/0727 Karanganyar.
Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto menyaksikan pagelaran seni budaya Jawa wayang kulit Ki Dalang Sigit Ariyanto bertema Lengkong bersenyum (bersih, sehat, elok, nyaman untuk masyarakat) dengan lakon Wahyu Katentreman di Desa Lengkong Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Pagelaran wayang kulit tersebut merupakan rangkaian acara sedekah bumi warga setempat, Rabu (13/7/2022) malam.
Melalui sambutannya, Bupati Pati Haryanto mengajak kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi Sedekah Bumi yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu.
Seperti diketahui, Sedekah Bumi di Pati sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid, Namun tahun ini, tradisi masyarakat sudah boleh diselenggarakan. Kabar ini seakan kembali mengobarkan semangat masyarakat dalam melestarikan budaya.
Sedekah bumi adalah budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan menimbulkan efek positif, karena selain bisa bersilaturrahmi antar warga, juga menciptakan kerukunan di masyarakat. Meski sempat terhenti karena pandemi Covid, kini masyarakat bisa kembali melaksanakan sedekah bumi.
Sedekah Bumi, menurut Bupati Pati Haryanto selain sebagai ucapan rasa syukur, tradisi ini juga digelar sebagai bentuk rasa kebersamaan kepada sesama.
Wayang kulit ini ditampilkan sekaligus sebagai upaya sesarengan uri-uri (bersama melestarikan) seni tradisi, yang sekaligus mengedukasi pendidikan budi pekerti serta kepribadian.
“Selain sebagai rasa syukur kepada sang pencipta, sedekah bumi ini juga sebagai wujud pelestarian budaya yang sudah dilakukan turun-temurun, Sedekah Bumi dapat menolak balak atau menjauhkan dari musibah,” ujar Bupati.
Yashadi selaku Kades Lengkong mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pati yang sudah datang di acara sedekah bumi di Desa Lengkong.
“Semoga warga masyarakat Desa Lengkong bisa kompak serta guyub rukun dan berharap agar hasil bumi bisa lebih berlimpah dan Produksi garam bisa lancar,” pungkasnya.
Pati – Cakranusantara.net | Insan pecinta alam dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Forum Peduli Cagar Budaya Muria melakukan kopi darat (kopdar) yang berlokasi di pelataran candi Angin dukuh Duplak desa Tempur kecamatan Keling – Jepara pada hari 5 Juni 2022.
Kegiatan kopdar diikuti sekitar 40 peserta dengan kegiatan inti diskusi serta diisi dengan kegiatan penanaman pohon, pelepasan beberapa pasang burung ke alam liar, serta membersihkan sampah di lokasi candi angin dan sepanjang rute perjalanan.
Pada sesi diskusi Rohman selaku juru kunci candi Angin menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta dan donatur atas terlaksananya kegiatan tersebut yang memang sudah direncanakan beberapa hari sebelumnya dalam rangka menyambut perayaan sedekah bumi desa Tempur. Pasalnya candi Angin akan dijadikan salah satu tempat rangkaian acara sedekah bumi.
Hadir pula dalam kegiatan tersebut Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) kabupaten Jepara Lulut Andi Ariyanto, ST yang juga menjabat sebagai Sekretaris Camat kecamatan Keling menyampaikan pesan dalam diskusi agar Forum Peduli Cagar Budaya Muria ini dapat bersinergi menjadi satu kawasan Cagar budaya yaitu meliput kabupaten Jepara, Pati, dan kudus sehingga penanganan cagar budaya yang ada di Muria dapat terlaksana dengan lebih baik.
Meskipun demikian masih menurut Lulut Andi Ariyanto, ST kegiatan dokumentasi dan inventarisasi Cagar budaya di Muria perlu terus dilakukan guna mendapatkan informasi yang lengkap sehingga kelak dapat dijadikan sumber informasi dari para peneliti dan dinas terkait.
Acara diskusi dilanjutkan dengan penyusunan rencana tindakan lanjut yang dipimpin oleh Ahmad Junaidi selalu aktivis pemerhati Cagar budaya Muria. Dalam diskusi ada hal menarik yang menjadi perhatian peserta yaitu dibahasnya situs Palombo, dimana menurut informasi warga dan pendaki pada lokasi tersebut ditemukan benda – benda yang diduga benda Cagar budaya yang perlu mendapatkan perhatian khusus, bahkan beberapa waktu lalu dari balai Arkeologi Jogjakarta telah melakukan penelitian awal di lokasi tersebut.
Dari hasil diskusi disimpulkan bahwa beberapa waktu mendatangkan akan diagendakan kegiatan membersihkan situs Palombo untuk mengetahui struktur bangunan yang ada di lokasi tersebut dan tentunya atas bimbingan dan petunjuk dari arkeolog BRIN.
Pati – Cakranusantara.net| Sedekah laut yang menjadi kegiatan rutin setiap tahun dimaksudkan, memohon keselamatan untuk para pelaut atau nelayan yang mencari rejeki.
Sedangkan puncak festival sedekah laut sendiri diwarnai dengan berbagai hiburan terutama di Desa Bajomulyo dan di Desa Bendar Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah usai digelar minggu kemarin.
Foto Yeti Kristianti saat di wawancarai media
Bagi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) komisi B Yeti Kristianti, sedekah laut merupakan ungkapan rasa sujud syukur dari para nelayan yang selama ini mengais rejeki sesuai keahliannya.
Selain ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta segala makhluknya itu, kata dia juga bentuk doa agar para nelayan dalam menjalankan usahanya diberi kesehatan dan keselamatan.
“Acara Sedekah Laut ini dimaksudkan untuk keselamatan semua, terutama para nelayan yang melaut diberi kelancaran rezeki, tangkapan banyak dan memohon keselamatan bagi semua kru kapal,” ungkapnya.
Selanjutnya, dia menambahkan acara ini dalam rangka mewujudkan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan nikmat rezekinya di laut.
Yeti anggota DPRD dari Fraksi Gerindra asal Bendar ini mengungkapkan bahwa sedekah laut kali ini berjalan dengan lancar. Di mana selama dua tahun ke belakang hanya dilaksanakan secara sederhana dan karena pandemi sudah menurun serta acara berlangsung dengan baik dan lancar.
Dalam kesempatan itu, pihaknya menjelaskan untuk acara sedekah laut di Desa Bendar terdapat bermacam hiburan kesenian ketoprak, wayang, serta perlombaan antar RW untuk merekatkan kerukunan antar warga.
“Acara ini diharapkan menjadi budaya yang turun-temurun ke anak cucu supaya anak cucu kita tidak lupa dengan adat istiadat serta budaya,” pungkas Yeti.
Dan pada tahun ini dengan tradisi sedekah laut dapat memberikan makna yang hakiki, sesuai dengan Adat Budaya kepercayaan masing masing bahwa hakekat kehidupan ini adalah merawat alam dengan baik, karena sesungguh alam juga akan memberikan sesuatu Rejeki yang melimpah jika kita mampu merawat dengan baik alam semesta ini.
PATI – Cakranusantara.net| Bupati Pati Haryanto hadiri acara sedekah laut di TPI unit 2 Desa Bajomulyo, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Dalam acara itu juga dihadiri oleh Forkopimda dan OPD terkait, Bupati menyampaikan rasa syukurnya karena setelah dua tahun terhalang pandemi, akhirnya di 2022 ini masyarakat bisa kembali menggelar acara Sedekah Laut, secara meriah di Juwana.
“Ya meski kali ini juga masih terbatas karena kita belum terbebas dari pandemi”, sambungnya.
Bagaimana pun juga, tradisi semacam ini memang tidak bisa ditinggalkan.
“Sebab kegiatan semacam ini, mengandung semangat untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT agar semua mendapat keselamatan keberkahan dan keuntungan yang lebih,”terang Haryanto.
Pihaknya selaku kepala daerah pun mengaku selalu berusaha untuk menyempatkan hadir seraya memberikan restu.
“Saya sangat senang kalau rakyat saya mempunyai penghasilan lebih dari keberhasilan di bidang kelautan ini,” tegas Bupati.
Haryanto juga mengatakan bahwa keluh kesah nelayan sudah direspon olehnya. Saya bahkan sudah buat surat kepada presiden, menteri keuangan dan menteri kelautan terkait PP 85 tahun 2021.
“Kami minta agar indeks tarif PNBP pascaproduksi itu bisa diturunkan, sehingga tidak langsung kena 10℅. Alasannya tentu karena saat ini semua kembali merintis lantaran sebelumnya dihantam pandemi. PNBP kalau bisa 5 ℅ . Kemudian wilayah tangkapan jangan hanya 1 wilayah, namun beberapa wilayah,” ungkap Bupati.
Namun, semua hal itu memang kewenangan pusat. Karenanya, saya mohon ini dikawal dan saya berharap tuntutan ini bisa dikabulkan,” tegas Bupati.
Terkait dengan perkembangan industri perikanan di Juwana, pada periode pertama maupun kedua kepemimpinannya sebagai Bupati, ia mengaku sudah berusaha menata insfrastruktur.
“Dulu masuk wilayah pulau Seprapat sangat sempit sekarang sudah kami lebarkan dan bisa untuk aktifitas perkapalan. Karena bagaimanapun juga, Juwana ini merupakan pusat perekonomian, jadi harus mampu bangkit dari pandemi. Dan berbagai insfrastruktur yang kita bangun ini, semata mata agar membantu pertumbuhan perikanan di Juwana,” jelas Haryanto.
Ia pun titip kepada siapapun nanti yang akan menggantikannya sebagai Bupati, agar bisa meneruskan dan meningkatkan apa yang sudah dibangun dengan baik.
“Saya mendoakan semoga semua nelayan pelaku usaha perikanan dan semua yang bergerak di bidang perikanan ini diberikan kesehatan, keselamatan, dan keuntungan yang melimpah dan saya mohon karena ini masih pandemi, kita tetep mematuhi protokol kesehatan,” sambung Haryanto.
Sementara itu, Kepala Desa Bajomulyo Sugito yang juga sekaligus selaku ketua panitia dalam pidatonya mengucapkan, terima kasih kepada seluruh panitia sehingga acara tersebut bisa terlaksana.
“Harapan kami, selaku pelaku usaha perikanan, mudah-mudahan kami senantiasa diberikan kesehatan keselamatan dan rejeki yang halal dan barokah,” ujar Sugito.
Harapan lain yang disampaikan Kades Bajomulyo ini ialah terkait kebijakan pemerintah pusat.
“Untuk Kementerian Kelautan, semoga kami diberikan ijin yang mudah, diberikan solar yang murah dan diberikan tangkapan yang luas sehingga kapal asing enyah dari bumi Indonesia. Dan juga mudah-mudahan diberikan retribusi yang murah dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik lagi,” harap Sugito yang juga memiliki latar belakang sebagai pengusaha pengolahan ikan.
Lebih lanjut, Kades Bajomulyo menyampaikan ucapan terima kasih pada Bupati Pati terkait 12 hektar tanah di pulau Seprapat yang bakal dimanfaatkan untuk tambat kapal,” pungkasnya.
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) Jakarta 2022 hanya 0,8 persen atau Rp37.749 merusak rasa keadilan. Anies meminta semua pihak menggunakan akal sehat dalam melihat besaran UMP.
Hal tersebut disampaikan Anies menanggapi protes sejumlah pengusaha atas Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta yang menaikkan UMP Jakarta sebesar 5,1 persen atau Rp225.667.
“Rasa keadilan jelas terganggu. Karena itulah kita kaji, sehingga akhirnya keluar angka itu tadi dari (perhitungan) inflasi dan dari pertumbuhan. Dari situ kemudian keluar angka 5,1 persen,”kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (20/12).
Anies mengatakan para pengusaha di Jakarta sebenarnya sudah terbiasa menaikkan UMP sebesar 8,6 persen. Hal ini sudah dilakukan selama enam tahun terakhir.Ia menyebut kenaikan UMP pada tahun lalu yang hanya 3,3 persen karena ekonomi terpuruk akibat pandemi.
Namun, kata Anies, saat ekonomi sudah membaik tahun ini formula penghitungan UMP justru hanya menaikan upah sebesar 0,8 persen.”Wong dalam kondisi berat aja 3,3 persen, kok pakai formula ini keluarnya 0,8 persen?”ujar Anies.
Anies meminta semua pihak berpikir objektif pasalnya saat ekonomi terpuruk pada tahun lalu besaran UMP bisa naik 3,3 persen. Sementara ketika membaik hanya naik 0,8 persen.
“Tahun ini ekonomi sudah bergerak, masa kita masih mengatakan 0,8 itu sebagai angka yang pas. Ini akal sehat aja nih, kan common sense,”kata Anies.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya merevisi kenaikan UMP DKI 2022. Dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/12), Anies menyebut keputusan ini mempertimbangkan sentimen positif dari sejumlah kajian.
Salah satunya, yakni kajian Bank Indonesia (BI) yang menyatakan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2022 mencapai 4,7 persen hingga 5,5 persen.Keputusan Anies kemudian diprotes oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) DKI Jakarta.
Mereka menyatakan akan menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Menurut Wakil Ketua DPP Apindo Jakarta Nurjaman, hal itu dilakukan karena kebijakan Anies berpotensi menyalahi aturan, dalam hal ini Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
“Kalau terjadi Pak Gubernur melakukan upaya perubahan atas Peraturan Gubernur (Pergub) sebelumnya, maka kami akan melakukan upaya hukum, termasuk gugat ke PTUN,”ungkap Nurjaman saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (18/12).
PATI – Dalam memperingati HSN (hari santri nasional) Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengadakan lomba Pentas Seni Ketoprak yang bertempat di Gedung Serbaguna Pucakwangi, dan diikuti oleh 8 (Delapan) peserta.
Para Santri Kecamatan Pucakwangi mempunyai harapan, Kebudayaan Khas Pati-Jaea yaitu Seni Kethoprak nantinya tetep bisa berkembang pada anak-anak sebagai generasi penerus dan tetap mengingatnya.
Dengan di tetapkannya HSN oleh Presiden Republik Indonesia Jokowi pada 22 Oktober memang banyak berkontribusi dalam geliat positif dalam kehidupan masyarakat Pati pada umunya.
Ditandai dengan banyaknya Ponpes (Pondok Pesantren) dan sekolahan yang berbasis ke Agamaan-Islam baik dari tingkat SD sampai dengan SMA (Sekolah Menengah Atas) atau sedrajat.
Pentas Seni Kethoprak sendiri sebelumnya diadakan di SD masing-masing untuk di jadikan perwakilan di tingkat Kecamatan Pucakwangi, yang kemudian pada Sabtu 23 Oktober 2021 malam, 2 (Dua) SD (Sekolah Dasar) mengusung peserta ke Gedung Serbaguna Pucakwangi.
Turut hadir dalam acara tersebut dari Dinas terkait, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Dinas Pariwisata Pati selaku yang berkewenangan untuk memberikan Penilaian tiap-tiap peserta dalam menjalankan pentas.
Kemudian yang terpilih menjadi perwakilan akan maju ke tingkat kabupaten Pati dalam Pentas Seni Kethoprak sendiri ada Dua (2) peserta yakni dari SD Kepohkencono 01 dan SD Pucakwangi 01, dengan waktu Pentas yang belum di tentukan/ mengikuti perkembangan waktu.