1 Suro, Desa Gabus Peringati Haul Ki Ageng Damarjati

 

Pati – Cakranusantara.net | Desa/ Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah gelar kegiatan haul, tradisi ini sering di gelar masyarakat Jawa khususnya. Haul merupakan momentum dalam mengenang sosok tokoh, ulama, sesepuh yang ada di Desa setempat.

Desa Gabus khususnya yang setiap tahunnya selalu memperingati Haul Ki Ageng Damarjati, yang merupakan sesepuh Desa, bahkan kedudukannya di yakini sebagai pendiri atau bibit kawit warga masyarakat Gabus.

Habib, Ketua pelaksana acara yang juga perangkat Desa Gabus mengatakan, peringatan Haul ini sudah di laksanakan dari dulu, secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Gabus dan itu selalu diadakan setiap 1 muharram (Suro-jawa),” katanya, Sabtu (30/7/2022).

Rangkaian acara yang sudah diagendakan diantaranya tahlil umum dan khataman Al-Quran yang dilaksanakan pada malam jumat atau satu hari sebelum puncak acara (Kemarin),” tambahnya.

Selain acara itu, juga laksanakan  kirab pengambilan klambu dari Kantor Desa Gabus, yang di iring Pusaka peninggalan leluhur, juga beragam kesenian salah satunya Barongan.

Kepala Desa (Kades) Gabus, Suyadi S.Pd saat di wawancarai awak media mengatakan, antusiasme masyarakat Desa Gabus sangatlah tinggi sekali khususnya pada perayaan tahun ini, setelah 2 tahun Haul Ki Ageng Damarjati di laksanakan secara sederhana sekali, mengingat saat itu masih dalam kondisi pandemi Covid.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh warga masyarakat Desa Gabus, khususnya kepada seluruh jajaran kepanitiaan acara haul Ki Ageng Damarjati desa Gabus,” ungkapnya.

Kita harus senantiasa bersyukur atas nikmat dan rahmat Allah SWT karena pada tahun ini bisa mengadakan Haul dengan berbagai kemeriahan, kami berharap, kedepan acara seperti ini bisa lebih di tingkatkan lagi,” ucapnya.

Kesakralan prosesi penyerahan kelambu pengganti makam Ki Ageng Damarjati, tampak saat rombongan kirab memasuki kantor Desa Gabus dengan disambut tabuh gamelan yang dimainkan oleh pemuda-pemudi yang tergabung dalam kelompok karawitan ‘Taruna Jati’ Gabus.

(Eko riyadi)

Haul Mbah Sunan Kuning ke-5, Desa Semirejo Meriahkan Dengan Karnaval

 

PATI – Cakranusantara.net | Bertempat di dukuh randangan makam Balekambang jejak siar Islam sangat kuat auranya, dipinggiran kali sendang atau kedung mata air Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah terdapat makam mbah Sunan Kuning merupakan trah dari Mataraman .

Kades Semirejo Didik Sutriyanto, S.T dalam sambutannya menyapaikan, bahwa Haul Sunan Kuning di dukuh Randangan ini adalah demi melestarikan budaya yang telah diwariskan oleh leluhur, agar masyarakat selalu nguri-uri apa yang telah menjadi cagar budaya ini sebagai kearifan lokal yang telah mengakar, khusus warga Desa Semirejo itu sendiri, untuk selalu terus dilestarikan,” tuturnya.

Oleh Rudi subiyanto sebagai sebagai salah satu keturunan trah keluarga dari Sunan Kuning, jejak sejarah makam tersebut saat ini oleh warga setempat direnovasi kemudian di uri-uri sebagai kearifan lokal yang diwariskan oleh leluhur sebagai cagar budaya yang harus dirawat oleh anak cucu serta turun-temurun.

Tahun 1443 Hijriah, tepatnya pada bulan besar ini digelar Haul Sunan Kuning ke lima kalinya atau yang warga akrab menyapanya dengan sebutan Mbah Sunan Kuning, adalah sebagai ungkapan rasa syukur kehadirat Allah SWT atas segala karunia yang dilimpahkan selama ini.

“Bahwa keberadaan makam keramat Sunan Kuning adalah wujud dan manifestasi akan jejak syiar islam sudah menjadi hegemoni warga setempat, bahwa beliau menjadi sosok spiritual dan penyebar agama islam pada masanya,” tuturnya.

Sejarah dan Silsilah mbah Sunan Kuning :

Silsilah dari pangeran Ronggo Joyo Kusumo adalah putra sunan Prabu Amangkurat dari Raja Surakarta, yang lebih dikenal sebagai Sunan Kuning. Dan deretan makam yang pertama Ronggo Joyokusumo I berjuluk Sunan Kuning kemudian makam pangeran Hadi Joyokusumo masih kerabat dari Mataram, yang ke III pangeran Ronggo Joyokusumo II atau pangeran Anom atau Bupati ke dua di randangan adalah putra dari Sunan Kuning dan makam yang belum dibangun adalah anak daripada pangeran Ronggo Joyokusumo pertama’ bernama Raden Dono Joyokusumo beserta istrinya Raden Ratu Ayu Gumilang Kencono.

Jejak makam keramat ini masih meninggalkan petilasan berupa sendang agung Tirto Kencono, langgar Kambang Ayun Pasujudan yang konon airnya dari sendang tersebut dapat mengobati berbagai macam penyakit dan mampu mengangkat derajat pangkat seseorang.

Rasa wujud syukur inilah dimeriahkan oleh Drum Band (gema nada swara) dari MTs Manba’ul Huda dari Pundenrejo Tayu, TPQ An Nur, fatayat NU, RA Nurul Ma’arif dan gunungan. Harapan dari ketua panitia Rudi Subiyanto bahwa masyarakat setempat khususnya desa Semirejo mendapatkan pintu berkah hidayah karomah mbah Sunan Kuning. Dan masyarakat Indonesia pada umumnya ditahun ini mendapatkan hidahayah, diberi keberkahan setelah melewati masa sulit pandemi, sehingga diberikan kesehatan, kerejekian pintu kemakmuran untuk bangsa dan negara Indonesia,” sambungnya.

Sedangkan makna dari janur kuning yang menghiasi makam tersebut adalah jalan menuju Nur atau cahaya kesejatian, cahaya menuju cahaya illahi karena maknawi Haul ini menuju Rahmatan lil Alamin atau Rahmat Semesta Alam,” tutupnya.

(Mh-CN)

Manager Perizinan PT Summarecon Agung Mangkir, Saksi Kasus OTT Mantan Walikota Yogyakarta

 

Jakarta – Cakranusantara.net | Manager Perizinan PT Summarecon Agung Tbk. Dwi Putranto Wahyuning yang mangkir atas panggilan saksi kasus OTT mantan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti di KPK pada Kamis (23/6/2022) lalu.

Kurnia Zakaria pengamat hukum, dan juga Dosen pada Sebuah Universitas di Jakarta memiliki sudut pandang, menurut saya berkaitan dengan peranan saksi sebagai bagian dari “deal” terhadap Pemerintahan Kota Yogyakarta tentang perizinan pembangunan Apartemen Royal Kedhaton Yogya di wilayah cagar budaya Malioboro Yogyakarta sejak tahun 2019 yang sulit diperoleh surat IMB-nya.

Uang yang ditemukan saat OTT sebesar US$ 27.258 atau sebesar Rp. 404.208.882- (kurs 1 US$ = Rp. 14.829,-) diluar uang yang pernah diterima mantan Walikota Yogyakarta sebesar Rp. 50 juta rupiah sebelumnya.

“Deal” ini diangkat hingga tingkat Dewan Direksi PT Summarecon Agung Tbk, dan disetujui sehingga Vice Presiden PT. Summarecon Agung Tbk. sendiri yang memberi uang secara langsung ke pihak Pemkot Yogyakarta.

Uang sebesar itu masih terbilang kecil untuk PT. Summarecon Agung Tbk. yang dalam laporan keuangannya Tahun 2020 membukukan keuntungan sebesar Rp. 1,5 trilyun rupiah tetapi tahun 2021 hanya tercatat Rp. 894 milyar, dan triwulan pertama tahun 2022 sudah Rp 1,4 trilyun.

Harga saham PT. Summarecon Agung Tbk di Bursa Efek Indonesia masih seharga Rp. 585,-/saham. Sedangkan semua saksi yang dipanggil KPK baik Direktur Utama PT. Summarecon Agung Tbk. Adrianto Pitojo Adhi dan Direktur PT. Java Orient Property (developer apartemen) sebagai anak perusahaan Dandan Jaya Kartika datang semua memenuhi panggilan sebagai saksi di KPK.

Sesuai pendapat saya pada sesi wawancara lalu saya menduga suap terhadap Walikota Yogyakarta 2017-2022 Haryadi Suyuti secara Korporasi ikut berperan aktif dalam pemberian suap yang mana Vice Presiden PT. Summarecon Agung Tbk. Oon Nusihono sebagai pihak pemberi suap.

Korporasi dapat diminta pertanggungjawaban pidana dalam bentuk pemberian denda ataupun penutupan sementara atau selamanya, atau penyitaan aset perusahaan maupun pengambilalihan perusahaan.


Dalam UU No.11 Tahun 2010 ada aturan Sanksi Pidana bagi yang merubah status cagar budaya diatur pasal 101 sampai pasal 115 tetapi dalam akhir masa jabatan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti akan memberikan izin pembangunan apartemen Royal Kedhaton di daerah wilayah cagar budaya Malioboro dengan imbalan uang.

(Rn/Red)

Pura Tirta Empul, Presiden Dorong Pemeliharaan Aset Kebudayaan Negara

Gianyar – Cakranusantara.net| Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berkunjung ke Cagar Budaya Pura Tirta Empul, Kabupaten Gianyar, Bali.

Pura yang berada di sebelah Timur Istana Kepresidenan Tampaksiring memiliki sumber mata air jernih yang digunakan sebagai tempat upacara keagamaan dan juga wisata.

“Saya kira ini sebuah pura yang terpelihara, bersih, dan juga wisatawan sekarang mulai banyak datang,” ujar Presiden. Jum`at, (06/05/2022).

Pura Tirta Empul termasuk dalam langkap subak dan pura daerah aliran sungai (DAS) Pakerisan yang telah di tetapkan dalam daftar warisan dunia.

Untuk itu, Presiden Jokowi mendorong seluruh pihak, baik Pemerintah Daerah maupun masyarakat, untuk bersama-sama memelihara salah satu aset Negara.

“Saya titip pesan, tetap jaga kebersihan karna ini adalah aset Negara, aset rakyat, aset masyarakat adat yang memberikan kesejahteraan kepada masyarakat di desa adat ini dan juga pada pemerintah daerah, ada _income_ disana,” lanjutnya.

Bendahara desa adat Pura Tirta Empul, Made Mawiarnata, mengatakan bahwa pendapatan saat pandemi pariwisata di Pura Tirta Empul menurun jika dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Namun, Made bersyukur saat ini wisatawan sudah mulai berdatangan kembali disana.

“Wisatawan sudah mulai berdatangan terutama wisatawan dari domestik dari wisatawan mancanegara juga sudah ada, namun hanya beberapa. Berikut peluang yang telah diberikan oleh pemerintah Kita, ini sangat mendukung,” ucap Made.

Lebih lanjut, Made mengajak seluruh Masyarakat untuk memperkenalkan kembali cagar budaya Pura Tirta Empul secara luas guna menarik wisatawan untuk berkunjung kesana.

“Marilah kita sama-sama ulurkan tangan, memasarkan Pura Tirta Empul kembali untuk mendapatkan kunjungan yang lebih banyak sekali,” imbuhnya.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam peninjauan tersebut oleh Koordinator Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana.

(Jr-CN)