oleh

Tak Mau Ketinggalan, IPIP Bantu Korban Banjir Bandang di Desa Bulumanis

 

PATI – Cakranusantara.net | Insan Pers Independen Pati (IPIP) serahkan ratusan nasi bungkus serta air mineral kepada warga terdampak banjir bandang di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Ketua IPIP Ari Saptono mengatakan, bantuan nasi bungkus dan air mineral ini sangat dibutuhkan bagi warga terdampak. Hal ini dikarenakan rumah warga masih dalam proses pembersihan, dan perbaikan rumah yang rusak akibat banjir bandang.

“Kami berharap bantuan dari IPIP ini bisa bermanfaat bagi warga terdampak banjir bandang, kami para awak media yang tergabung dalam Organisasi IPIP akan terus berbuat baik untuk membantu warga yang terkena musibah,” ujarnya.

Sebelumnya IPIP juga memberikan bantuan kepada korban tanggul jebol di Desa Tunjungrejo beberapa waktu lalu. Kala itu IPIP memberikan sembako bagi para korban.

“Bantuan sosial ini sudah yang kesekian kalinya IPIP melaksanakan kegiatan sosial, dan tentunya itu akan terus dilakukan. Soal dananya dari mana, tentunya hasil dari donasi dari para anggota yang tergabung dan beberapa pengusaha,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Bulumanis Kidul Susanto mengucapkan, Terimakasih banyak atas bantuan yang sudah diberikan kepada tim IPIP kepada warga kami,” ucapnya.

Masih tambah Kades, saya berharap masih ada relawan yang mau membantu untuk membersihkan sisa-sisa banjir bandang itu.

“Berharap relawan untuk turut serta membersihkan lumpur, dan juga puing-puing rumah yang hanyut, meskipun sudah di bantu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, serta ada juga alat berat,” harapnya.

Adapun rumah yang rusak parah rata dengan tanah ada 6 rumah, 7 rumah rusak sedang, dan 500 an rumah warga terendam air.

“Untuk mereka yang rumahnya rusak parah akan saya bantu untuk mengajukan permohonan ke dinas terkait agar bisa mendapatkan bantuan, karna untuk membangun rumah pastinya butuh biaya besar,” tutupnya.

Ditambahkan Sari salah satu warga yang rumahnya hancur mengatakan, jika waktu itu banjir tiba-tiba datang, dan saya tidak kepikiran untuk menyelamatkan apapun yang ada di rumah, hanya menyelamatkan diri saja, sampai handphone (HP) pun tak kepikiran untuk saya bawa.

“Kejadian itu mulai jam 1 malam, dengan ketinggian banjir sekitar 2 meter, banjirnya cukup lama karena sampai jam 5 pagi masih belum surut, di sekitar rumah saya yang hancur juga ada dua rumah rusak parah,” ungkapnya dengan nada sedih.

(MH-CN)

Komentar

Tinggalkan Balasan