oleh

Chandra: Jangan Biarkan Talenta Anak Pati Mati Tanpa Panggung

Cakranusantara.net, Pati || Pemerintah Kabupaten Pati mulai membidik sekolah sebagai ruang strategis untuk menghidupkan kembali seni dan budaya di kalangan generasi muda. Mulai bulan depan, program seniman masuk sekolah akan digulirkan dari jenjang SD hingga SMA.

Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan, seni dan budaya tidak boleh hanya muncul ketika ada seremoni atau perayaan besar. Talenta anak-anak Pati harus diberi ruang secara nyata agar berkembang dan memiliki panggung.

Pesan itu disampaikan Chandra saat menghadiri Aubade dan Upacara Penurunan Bendera dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-Alun Pati, Senin (17/8/2026).

Chandra menilai serenade yang melibatkan ratusan siswa bukan sekadar hiburan. Penampilan tersebut menjadi bentuk kreativitas generasi muda dalam menerjemahkan semangat perjuangan para pahlawan.

“Serenade ini bermakna perjuangan yang selama ini dilaksanakan oleh pahlawan bangsa. Anak-anak mengisinya dengan pertunjukan seni, talenta, dan kreativitas,” ujar Chandra.

Menurutnya, pendekatan terhadap seni dan budaya harus diperluas. Karena itu, Pemkab Pati akan membawa seniman langsung ke lingkungan sekolah.

“Bulan depan kesenian akan mulai masuk ke sekolah-sekolah, dari SD sampai SMA,” tegasnya.

Program tersebut akan dikembangkan melalui pertunjukan dan karnaval budaya. Bukan sekadar menonton, pelajar juga didorong menjadi pelaku yang berani tampil dan mengembangkan kemampuan mereka.

Chandra menegaskan, semakin banyak ruang ekspresi, semakin besar pula peluang lahirnya talenta baru dari Pati.

“Kita akan lebih sering mengadakan acara kesenian di Kabupaten Pati. Talenta anak-anak harus punya ruang untuk ditampilkan,” katanya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para seniman Pati yang terlibat dalam persiapan serenade. Menurutnya, sentuhan seniman daerah mampu memperkuat kualitas pertunjukan sekaligus memberikan pengalaman kreatif kepada para pelajar.

Penampilan Paskibraka Pati juga mendapat apresiasi khusus. Chandra menilai koreografi dan gerakan yang ditampilkan mampu menghadirkan pertunjukan spektakuler sekaligus menggugah emosi penonton.

Menurutnya, penampilan tersebut bahkan tidak kalah dibandingkan pertunjukan Paskibraka di tingkat nasional.

Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI masih akan dilanjutkan dengan berbagai hiburan untuk masyarakat. Pertunjukan wayang dan kesenian lainnya disiapkan sebagai bagian dari ungkapan syukur atas kemerdekaan.

Bagi Chandra, tantangannya bukan sekadar menggelar pertunjukan, tetapi memastikan anak-anak Pati memiliki panggung yang cukup untuk menunjukkan siapa mereka dan apa yang mampu mereka ciptakan. Seni tidak boleh hidup hanya saat seremoni; ia harus tumbuh di sekolah, di tengah masyarakat, dan menjadi bagian dari masa depan generasi muda Pati.

Komentar

Tinggalkan Balasan