
Cakranusantara.net, Pati || Kode huruf pada bagian depan plat nomor kendaraan ternyata memiliki pembagian wilayah tersendiri. Di Jawa Tengah, kode kendaraan terbagi dalam enam kelompok wilayah yang secara historis mengikuti pembagian eks karesidenan.
Meskipun sistem karesidenan tidak lagi menjadi struktur pemerintahan daerah, pembagian tersebut masih dikenal luas dan tercermin dalam kode registrasi kendaraan bermotor.
Di Jawa Tengah terdapat enam kode utama, yakni H, AD, G, K, R, dan AA. Masing-masing kode mencakup sejumlah kabupaten dan kota.
Plat H digunakan untuk wilayah eks Karesidenan Semarang, meliputi Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.
Kemudian plat AD merupakan kode kendaraan wilayah eks Karesidenan Surakarta atau Solo Raya. Wilayah ini mencakup Kota Surakarta, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Boyolali, Klaten, dan Wonogiri.
Sementara plat G digunakan untuk wilayah eks Karesidenan Pekalongan, yang meliputi Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kota Tegal, Kabupaten Tegal, Brebes, Pemalang, dan Batang.
Untuk kawasan eks Karesidenan Pati atau Muria Raya, kendaraan menggunakan plat K. Wilayah ini mencakup Kabupaten Pati, Kudus, Jepara, Rembang, dan Blora, termasuk wilayah Cepu.
Berikutnya, plat R digunakan untuk wilayah eks Karesidenan Banyumas, meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara.
Sedangkan plat AA digunakan untuk wilayah eks Karesidenan Kedu, yang mencakup Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kebumen, dan Purworejo.
Dengan demikian, masyarakat yang melihat kendaraan dengan awalan K, misalnya, tidak serta-merta dapat menyimpulkan kendaraan tersebut berasal dari Kabupaten Pati. Sebab, kode K juga digunakan untuk kendaraan yang terdaftar di Kudus, Jepara, Rembang, maupun Blora.
Kode pada plat nomor pada dasarnya menunjukkan wilayah registrasi kendaraan, bukan selalu menunjukkan tempat tinggal pemilik kendaraan saat ini.
Pembagian kode tersebut menjadi salah satu identitas kendaraan yang masih mudah dikenali masyarakat sekaligus menjadi bagian dari sejarah pembagian wilayah administratif di Jawa Tengah.







Komentar