Viral di Medsos!!!!.. Bocah Bawa Sajam Hendak Bentrok Diamankan Polsek Kolilo, Daftar Nama

 

Pati – Cakranusantara.net | Kurangnya pengawasan orang tua atau bahkan tidak diawasi sama sekali membuat anak dalam usia dini seliweran bawa Senjata Tajam (Sajam), terjadi tak hanya di wilayah kecamatan Tlogowungu saja.

Namun, hal itu juga kembali terjadi di wilayah kecamatan Sukolilo, didapatkan puluhan bocah usia belasan tahun bawa Sajam, yang bisa membahayakan nyawa orang lain jika sampai benar-benar terjadi pertikaian, ditambah jika salah sasaran, Minggu (17/12/2023).

Hal itu bisa dibuktikan pada beberapa waktu yang lalu bocah bawa Sajam ke wilayah kecamatan Tlogowungu, Baca Juga Beritanya di bawah ini ๐Ÿ‘‡:

Klik disini : Perkumpulan Geng Pembuat Resah di Bubarkan Kapolsek Tlogowungu, Ini Pesannya

Klik juga :ย  Anggota Geng PKB dan B22P Diamankan Polisi, Ini Sebab Serta Namanya

Klik Juga : Buntut Video Viral Bawa Sajam, Lima di Proses Hukum

Baca Juga : Antisipasi Kejahatan Jalanan, Satlantas Polresta Pati Gencarkan Razia Knalpot Brong dan Balap Liar di Malming

Baca Juga : Cegah Aksi Tawuran, 13 Pelajar Digelandang ke Polsek Sukolilo (18/12/2023)

Kabar tersebut menjadi viral di media sosial dalam aplikasi Facebook yang dibagikan kedalam grup “Komunitas Anak Asli Kecamatan Kayen”, di share melalui Akun Facebook milik Ken Bara dengan menampilkan foto dan juga video pengakuan asal dumisili para bocah tersebut ,berdurasi selama 26 detik.

Dalam unggahan itu terdapati komentar dari warganet yang seakan geram, diantaranya dengan nama akun Saiful Amri menyebutkan daftar nama bocah-bocah tersebut antara lain :

1. Faib bin Wakijan, SMK 4 pelayaran Pati kelas TP 3 alamat Desa Jatiroto RT 06 RW 1 Kec Kaye (membawa Sajam Clurit).

2. Sony Wahyu Kurniawan bin Suparmab,16 th, Islam alamat Desa Sundeluhur Rt 1 RW 1 Kec Kayen.

3. Fahri Fatiruh Rohman Alfi TR,16 th, Islam pelajar SMK Tunas Harapan Pati kelas 1 alamat Desa Ngurensiti Kec Wedarijaksa (membawa Clurit).

4. Diandra Putra Erik bin Eko Sulistiyanto,16 th pelajar SMK Bani Muslim alamat Muktiharjo Kec Pati.

5. Muhammad Afif Nasril haki bin Sukar,pelajar SMK Tunas Harapan kelas 1 alamat Desa Guwo Kec Tlogowungu.

6.Moh Farerl bin Suyadi,16 th, Islam,Pelajar SMK Bani Muslim kelas 11 alamat Desa Keben RT 1 RW 1 Kec Tambakromo.

7.Muhamad Ilham Hanafi bin Suliyanto,18 th pelajar SMK Bani Muslim Pati alamat Desa plangitan Kec Pati.

8.Ale Sando Dika Prananda bin Arif Setiawan,15 th, Islam,swasta alamat Desa Bumiayu RT 4 RW 1 Kec Wedarijaksa.

9.Rengi Fajar Bayu Sena bin Puji Santoso,16 th, Islam pelajar SMK Bani Muslim alamat Desa Penambahan RT 1 RW 2 Kec Margorejo.

10. Dias Rifananda Dzafalsa bin Edy Susilo,15 th, Islam Pelajar SMK 2 Pati kelas 10 alamat Desa plangitan RT 5 RW 2 Kec Pati

11.Ardeta Elang idea Praja Pati bin Titis Eka Deni Pramono,15 th Islam pelajar SMK Tunas Harapan Pati alamat Desa Margorejo Rt 1 RW 3 kec Margorejo.

12.Bayu Arga Kusuma binti Sulistyaningsih,16 the, Islam Pelajar SMP 6 Pati alamat Desa Bumiayu RT 3 RW 2 Kec Wedarijaksa.

13.Muhmamad Tomy Kurniawan bin Winoto,16 th, Islam pelajar SMK Bani Muslim kelas 10 alamat Penambahan Kec Margorejo.

Barang bukti yang diamankan:

3 buah Clurit

5 unit SPM

Selain itu, daftar komentar yang lain diantaranya (nama akun blok tebal) ;

Doni Andriyansayah juga berkomentar : Bayi2 cokleki ndase dak ws

Hambudi Doyo : ditanya sambil di bogem mentah to pk,biar do jera

Waluyo Djati : Semisal nang ndLan, di ganggu, terus melawan, mereka ada yang jadi korban, yang di salahkan dan di hukum pasti kita jadi tersangka, bener ora lorr. Dibalas, Alvin Topz Panz : Waluyo Djati bner lurr.. jane dibkin gmna bocil2 itu nyesel gtu lur.jgn diwwancra tok. Wluyo Djati : Alvin Topz Panz tor oknum polisi, dan hukum e gampang di suap. Agus CY : Waluyo Djati masok loorr. Riyan Kombor : Waluyo Djati la seratus Iki luehh saeee poll saene.

Waluyo Djati : Ngono 2_3 hari leh di colno neh, wong duet ki enak

Abdul Qadir : Heleeh ngono iku ben di cap wong sangar balaku sangar ๐Ÿ˜„

Sri Murdiyani : Gusti Allah… wes panas koyo ngene Jeh Ono gangguan seng gak koyo menungso

Hendra : Bocah bayi lgi metu wes kyk ngono ngono engko lek kecekel nanges2

Fitri Nur Ika : Bayi2 sisi umbele dwe rapecus atek do mendelene ngono leh wik…. Wik…..

Novi Ch Sapolo : Di sel wae medeni wng mlh ben kapok, sng do krj bengi, niate krj mlh nek dln ktmu ngne ki dk mesake, aq y due adi kdg blek bngi kdg mngkt bengi kok lek ch wdok dwean krj ng klinci๐Ÿ˜Œ

Eva Puspita Anggraeni (2): 1). Bayi petakilan ..isin q Duwe Tonggo kyok ue…q Yo cah plangitan kok cokk

2). Anake sopo iku kok muni cah plangitan

Nur Kholis : bocah saiki do ngeri… edan gangster ketane… opo ra mesakke wong tuane ngko nek ditangkep

Dan masih banyak lagi komentar lainnya. Berdasarkan kejadian-kejadian ini. Kami pihak redaksi mendesak pemerintah daerah Kabupaten Pati, khususnya kepada Pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pati selaku aparat penegak hukum (APH) agar bisa bertindak tegas untuk mengamankan bocah-bocah yang nakal tersebut dan/ atau mengambil langkah-langkah yang tepat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agar hal serupa tidak sering terulang kembali, apalagi mereka statusnya masih pelajar.

(Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media belum Konfirmasi ke sejumlah pihak terkait, mulai dari pihak sekolah mereka kejar pendidikan, orang tua, dinas pendidikan, hingga pihak Kepolisian, langkah-langkah apa yang bakal diambil guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada kemudian hari). Gambar : tangkapan layar sumber berita.

(Rmn)

Saat Presiden Jokowi dan Ibu Negara Jajal Mobil Listrik

Batang – Cakranusantara.net | Ada hal menarik dalam kunjungan kerja Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo ke Provinsi Jawa Tengah pada Rabu, 8 Juni 2022. Presiden Jokowi dan rombongan menggunakan mobil listrik dalam rangkaian kendaraan yang membawanya ke Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) di Kabupaten Batang.

Selepas mendarat di Pangkalan Udara Utama TNI AD Ahmad Yani di Kota Semarang, Presiden Jokowi dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang.

Setelah keluar gerbang tol Gringsing, Presiden dan Ibu Iriana kemudian berganti kendaraan dengan mobil bertenaga listrik lalu meninjau proyek KCC Glass di KITB.

“Tadi saya nyoba mobil listriknya Genesis dari Hyundai. Saya kira halus, enggak ada suaranya,” ujar Presiden dalam keterangannya di kawasan proyek KCC Glass.

Menurut Presiden, kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya pemerintah yang ingin membangun sebuah ekosistem yang besar. Presiden melanjutkan, ekosistem kendaraan listrik tersebut mencakup dari hulu sampai ke hilir.

“Mulai dari penambangan nikel, kemudian smelternya, _refinery_-nya, kemudian pembangunan industri katoda dan prekursornya, kemudian masuk ke litium baterai, EV baterainya, baterai listriknya, kemudian mobilnya. Setelah mobilnya juga masih ada lagi tambahan, yaitu _recycle_ baterai listriknya sehingga ini betul-betul dari hulu ke hilir semuanya dalam sebuah ekosistem besar yang ingin kita kerjakan,” jelasnya.

Meski saat ini mobil listrik masih terbilang cukup mahal bagi masyarakat pada umumnya, Presiden Jokowi meyakini bahwa ke depannya harga mobil listrik akan makin terjangkau seiring dengan berkembangnya teknologi. Apalagi jika mobilnya dari hulu sampai ke hilir dibangun di Indonesia.

“Untuk pertama seperti itu karena memang harga hampir 50 persen harga dari mobil itu memang _cost_-nya ada di baterainya sehingga kalau nanti ketemu teknologi terbaru, harga baterainya akan makin murah, makin murah, makin murah. Apalagi dibangun di Indonesia, di tempat di mana nikelnya itu ada, kobaltnya ada, sehingga semuanya dikerjakan dari hulu sampai hilir itu akan bisa menekan _cost_ yang paling murah sehingga kompetitif. Saya kira ini masalah teknologi saja,” ungkapnya.

Selain Presiden dan Ibu Iriana, tampak menaiki mobil listrik juga yaitu Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, serta Direktur Utama PT PP (Persero) Novel Arsyad. Ketiganya berada dalam satu mobil.Di mobil listrik lainnya, tampak Menteri BUMN Erick Thohir duduk bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Adapun Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menumpangi mobil listrik lainnya bersama dengan istrinya.

Mobil jenis sedan tersebut rencananya juga akan digunakan sebagai kendaraan resmi bagi para pemimpin negara-negara G20 pada perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diselenggarakan di Bali pada bulan November 2022 mendatang. Hal tersebut juga pernah diungkapkan oleh Presiden Jokowi saat bertemu Ketua Majelis Nasional Republik Korea, Park Byeong Seug, di Bali International Convention Center (BICC), Kabupaten Badung, Minggu, 20 Maret 2022 lalu.

“Minggu ini saya menghadiri peluncuran mobil listrik Hyundai IONIQ 5 menandai dimulainya produksi mobil listrik di Indonesia. Sementara mobil listrik Hyundai lainnya Genesis G80 akan menjadi mobil resmi KTT G20 sebagai _showcase_ kerja sama RI-Korsel,” ucap Presiden saat itu.

Untuk diketahui, mobil listrik tersebut dibekali baterai litium-ion berkapasitas 87,2 kWh dengan daya 272 kW atau setara 200 tk dan torsi 700 Nm. Tenaga tersebut disalurkan ke semua roda dengan sistem penggerak e-AWD. Dengan figur tersebut, mobil listrik ini bisa berakselerasi dari 0 ke 100 Kpj dalam waktu 4,9 detik saja sehingga sangat cocok bila harus berakselerasi karena kebutuhan darurat.

(*/Jr-CN)

Jangan Sampai Ada Tanah Telantar, Tanami Tanaman Pangan

Batang – Cakranusantara.net | Presiden Joko Widodo menegaskan kepada jajarannya agar tidak membiarkan ada lahan perhutanan sosial yang telantar dan tidak produktif.

Hal tersebut diutarakan Presiden saat menghadiri acara syukuran hasil bumi Gerakan Masyarakat (Gema) Perhutanan Sosial yang digelar di Lapangan Omah Tani, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 8 Juni 2022.

“Jangan sampai kita biarkan ada lahan yang telantar, ada lahan yang tidak produktif, benar? Ada lahan yang tidak digunakan apa-apa dibiarkan, nggak boleh. Semuanya harus produktif. Nanti itu urusannya Bu Menteri Kehutanan. Ada lahan misalnya HGU sudah lebih dari 10 tahun, lebih dari 20 tahun tidak _diapa-apain_, itu nanti urusannya Bu Menteri LHK plus Pak Menteri BPN,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, lahan perhutanan sosial memiliki peranan penting dalam rangka membuka usaha bagi para petani dan rakyat. Untuk itu, Presiden meminta kepada jajarannya, dalam hal ini Menteri BUMN dan Gubernur Jawa Tengah, untuk memberikan pendampingan baik terkait manajemen maupun sarana dan prasarana.

“Saya juga minta agar para petani perhutanan sosial ini juga diperhatikan sarana dan prasarananya betul? Setuju _mboten? Nggih?_ Sekarang kembali ke Bu Siti karena yang memberikan SK itu Bu Siti. Saya minta juga agar ada percepatan dalam rangka redistribusi lahan maupun juga SK-nya. _Nggih_ setuju _nggih?_ Bu Siti mohon didengarkan beliau-beliau ini,” lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga menjelaskan mengenai situasi dunia yang sulit karena pandemi, ditambah perang Ukraina, hingga banyak negara mengalami kekurangan pangan.

Untuk itu, Presiden mengajak para petani dan masyarakat untuk mengambil peluang dan memanfaatkan lahan yang mereka kelola dengan menanam tanaman pangan pokok seperti padi, jagung, porang, hingga sorgum.

“Saya mengajak kita semuanya untuk menanam tanaman-tanaman yang menghasilkan bahan pangan pokok. Saudara-Saudara bisa ditanami, silakan tanami padi silakan, benar. Mau ditanami apa lagi yang pangan? Jagung? Silakan. Harga jagung ini pas naik. Mau ditanami porang silakan. Porang juga pasti akan naik harganya karena dunia membutuhkan itu. Kemarin saya ke NTT tanami sorgum silakan, karena NTT yang paling pas adalah tanam sorgum karena kalau tanam padi airnya agak sulit dan _top soil_-nya hanya tipis banget. Yang pas apa? Sorgum,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Gema Perhutanan Sosial Indonesia, Siti Fikriyah, dalam keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa acara tersebut adalah untuk menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan serta berterimakasih kepada Presiden Jokowi atas beberapa kebijakan yang benar-benar menyentuh para petani dan masyarakat yang tingal di dalam dan sekitar hutan. Kebijakan tersebut yaitu kebijakan perhutanan sosial, kebijakan KHDPK (kawasan hutan dengan pengelolaan khusus), serta kebijakan penyelesaian penguasaaan tanah dalam kawasan hutan utamanya permukiman di dalam kawasan hutan.

“Perhutanan sosial ini memberi berkah, membuat para petani dapat merasa ayem bisa menggarap hutan, bisa panen. Banyak juga petani dari desa-desa yang dengan lahan pertanian terbatas, dan satu-satunya lahan yang bisa dimanfaatkan adalah hutan di sekitar mereka. Sekarang dengan perhutanan sosial mereka menggarap lahan, menanam, dan sudah menghasilkan. Ini berkah yang baik dan harus disyukuri,” ujar Siti Fikriyah.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

(*/Jr-CN)

Fee 20 Persen, Bendahara P3A Desa Wonorejo Diduga di Pecat

Pati – Cakranusantara.net | Bendahara P3A Desa Wonorejo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah diduga di Pecat oleh Kades gara-gara tidak mau setor sejumlah fee sebesar 20 Persen. Pasalnya. Bendahara P3A tidak di beri tahu kemana larinya Uang sebanyak 20 Persen itu.

Data yang dihimpun media ini, Mantan Bendahara P3A Sunar yang diduga di pecat oleh Kades gara-gara tidak mau mengikuti keinginannya untuk setor sejumlah fee sebesar 20 Persen itu mengatakan, Jika saya sudah di berhentikan dari bendahara P3A.

“Saya di pecat atau diminta berhenti lantaran karena saya tidak mau mengikuti aturan main dari Kades yang harus setor fee 20 Persen dari jumlah uang Rp. 195 Juta rupiah,” katanya. Selasa (7/6/2022).

Sedangkan, kalau di rinci setornya fee sebesar Rp. 39 Juta dari jumlah Rp. 195 Juta dan itu tidak di jelaskan larinya kemana uang itu atau ke siapa.

“Akibat saya bersi kukuh pada pendirian saya yang tidak mau setor itu jadinya saya di pecat dan di gantikan dengan yang lain,” tambahnya.

Baca Juga ; Sidang PT. MAP, Terdakwa : Benar, Uang Konsumen Dipakai untuk Kepentingan Pribadi

Adapun bantuan tersebut katanya dari salah satu Anggota DPR-RI (Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

“Yang tentunya sudah tidak asing lagi karna gambarnya di pasang di mana-mana hampir setiap Desa ada, dia adalah Sudewo,” imbuhnya lagi.

Ditambah, saat ini dalam pelaksanaannya juga belum di lengkapi dengan papan kegiatan untuk keterbukaan umum.

“Uangnya sudah di kerjakan untuk membangun, namun saya tidak mengetahui lagi, prosesnya sudah sampai mana karena saya sudah tidak jadi Bendahara lagi,” ucapnya.

Ditambahkan warga lain yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, dengan itu, maka patut diduga pasti disitu ada permainan karna dari segi papan kegiatan saja tidak di Pasangi.

“Ada dugaan disitu, bisa jadi pakai dobel anggaran, entah anggaran dari mana, makanya kami akan mempertanyakan terkait hal itu, dan itu sudah di agendakan pada Minggu depan,” cetusnya.

Baca Juga :ย Program P3A di Kecamatan Margoyoso Diduga di Jadikan Ajang Bancakan

Sementara itu, Kades Wonorejo Suyik saat di konfirmasi terkait diberhentikannya Sunar dari Bendahara P3A menepis itu, itu tidak benar yang benar Bendahara (Sunar) itu mengundurkan diri sendiri dari Bendahara.

“Sunar itu membuat surat pernyataan pengunduran dirinya sendiri bukannya saya yang memecat dan menggantikan, dan pembuatan surat pernyataan itu juga di depan notaris,” tepis Kades Wonorejo.

https://youtu.be/h2YpK66wHog

Kemudian, demi berjalannya program itu maka Bendahara baru di gantikan oleh yang lain, agar memenuhi syarat.

“Dia mengundurkan diri terlebih dulu tanpa ada unsur paksaan baru di ganti yang lain karna dalam struktur itu harus ada Ketua Kelompok dan Bendahara,” tambahnya.

Masalah apa alasannya kok dia (Sunar) mengundurkan diri saya kurang tahu betul, karna itu internalnya dia sendiri.

“Saya tidak tahu alasannya, kok tiba-tiba dia bisa mengundurkan diri, padahal waktu itu anggarannya sebentar lagi sudah mau ter realisasi,” Imbuhnya.

Baca Juga : Pengisian Perades Masih Menyisakan Luka Hati, Ada Dugaan Kongkalikong Hingga Jual Beli Jabatan

Masalah papan Kegiatan atau papan proyek dari Pendamping P3A sendiri menyampaikan jika hal itu tidak penting/ tidak begitu di perlukan.” Ujarnya.

Disinggung masalah fee yang sebesar 20 Persen itu, Kades membenarkan karena waktu itu ada yang memodali (memberikan modal) untuk nyonggek proyek bahasanya seperti itu (pemodal privasi Red).

“Karna waktu itu (2021) pas lagi bokek atau musim sepi, karna terdampak oleh pandemi, selain itu, ditambah habis selesai pilihan Kepala Desa, jadi pas tidak punya modal,” tutupnya. (Ar-Tim)

https://youtu.be/c1sS20huOsg

Jauh Dari Bengkulu, Bupati Mukomuko Temui Ganjar Ajak Kerjasama Industri Ekraf

SEMARANG – Cakranusantara.net | Bupati Mukomuko Sapuan, tidak melewatkan momen pertemuan dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo.

Satu jam penuh, mulai kelapa sawit hingga industri kreatif jadi topik yang dibahas keduanya. Bukan tanpa alasan Sapuan jauh-jauh menemui Ganjar.

Menurutnya hampir separuh penduduk di Kabupaten Mukomuko merupakan transmigran asal Jawa Tengah.

Kebanyakan dari mereka, sukses menggarap bidang pertanian. 40 persen dari warga kami itu dari Jawa Tengah pak, transmigran dan menggarap sawah. Jadi (Mukomuko) pertanian sangat baik, panennya rata-rata delapan ton per hektar,” ujar Sapuan.

Didampingi isterinya Nurliyana Sapuan, Bupati Mukomuko juga mengatakan bahwa daerahnya merupakan penghasil kelapa sawit terbesar di Provinsi Bengkulu. Namun keterbatasan Infrastruktur jadi kendala.

Selain kelapa sawit, Sapuan juga sempat memamerkan produk UMKM batik yang sedang dikembangkan. Sapuan mengatakan, pengembangan UMKM batik ini melibatkan transmigran asal Jawa Tengah sebagai pembimbing.

“UMKM kami hari ini itu batik, banyak belajar di Jawa Tengah dan kami mengambil pembimbing juga dari Jawa Tengah. Harapan kami industri kreatif ini berkembang dengan kerjasama sepeti ini,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam kesempatan itu mengapresiasi semangat Bupati Mukomuko yang bergerilya untuk menyokong kemajuan ekonomi dan industri kreatif di wilayahnya.

“Kita coba bangun relasi, tadi beliau sampaikan buat batik, yang di sana tidak ada ahli dan mengambil dari pekalongan untuk melatih,” katanya.

Ganjar mengatakan siap mendukung kerjasama antar dua Daerah. Ganjar juga akan menyempatkan waktu untuk hadir menengok langung transmigran di Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.

“Kemudian hubungan antar daerahnya bisa lebih bagus atau barangkali ekonomi kreatif semacam ini bisa kita kembangkan,” katanya.

Ganjar juga melihat potensi pengelolaan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Mukomuko. Dengan pembahasan yang lebih intens, tidak menutup kemungkinan akan terjadi kerjasama antara Jawa Tengah dan Kabupaten Mukomuko.

(Danis DP/CN)

OPD Niti Tilas Sejarah Boyolali Ke-175

Boyolali – Cakranusantara.net | OPD peringati hari Sejarah berdirinya Kabupaten Boyolali Ke – 175 tahun 2022 yang saat ini dipimpin oleh Bupati M. Said Hidayat memperingati Hari Jadinya pada Minggu (05/06/2022) hari ini.

Lazim seperti yang dilakukan setiap tahun, pada malam harinya digelar Niti Tilas Ki Ageng Pandanaran atau juga bisa disebut Sunan Pandanaran seperti halnya pada Sabtu (04/06) malam di Taman Kali Gedhe, Kampung Sumberlerak, Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali.

Bersamaan acara tersebut digelar berupa kataman Al Quran, pembacaan dzikir, tahlil dan pagelaran budaya.

Hadir dalam acara tersebut, Dandim 0724/Boyolali Letkol Arm Ronald F Siwabwssy, M.A. yang diwakili Kasdim 0724/Boyolali Mayor Inf Ismail bersama Forkopimda Boyolali serta para pimpinan OPD yang berbusana kejawen di bantaran Kali Pepe yang airnya mengalir membelah kota Boyolali.

Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengatakan Niti Tilas ini sebagai salah satu bentuk menghormati jasa Sunan Pandanaran dalam proses terjadinya nama Boyolali.

“Alhamdulillah kita panjatkan puji syukur kepada Allah SWT kita dapat berkumpul dalam acara Niti Tilas ini dalam memperingati hari jadi kota Boyolali ke 175  semoga bisa menjadi salah satu rasa hormat atas jasa beliau (Sunan Pandanaran).” Ucapnya.

Semoga budaya ini bisa kita uri-uri, tidak bisa dilupakan sesuai pesan Sunan Padanaran harus selalu diingat ojo lali karo sejarah e.

“Semoga dalam kegiatan niti tilas ini menjadi pengingat kita warga Boyolali dan selalu mencintai Kabupaten Boyolali.” harap Bupati.

(Agus Kemplu)