Kemenkumham Jateng Fashion Week Menjadi Ajang Lindungi Kebudayaan

 

SEMARANG – Cakranusantara.net | Berlagak bak Peragawan dan Peragawati Profesional, Ratusan ASN di lingkungan Kanwil Kemenkumham Jateng melakukan peragaan busana, Rabu (17/08)

Aksi ini mengadopsi trend kekinian, Citayam Fashion Week. Bedanya, busana yang diperagakan adalah Baju Adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan dengan tajuk “Kemenkumham Jateng Traditional Fashion Week” itu digelar di halaman Badiklat Hukum dan HAM Jawa Tengah.

Dalam aksinya, Putra Putri Pengayoman melenggang di zebra cross yang sengaja dibuat untuk acara ini.

Kepala Kanwil Kemenkumham Jateng A Yuspahruddin membuka jalannya fashion show. Menggandeng istri tercinta, Yuspahruddin bergaya layaknya model kenamaan.

Aksinya itu diikuti oleh Pimpinan Tinggi Pratama Kantor Wilayah. Tampak Kepala Divisi Administrasi Jusman, Kepala Divisi Pemasyarakatan Supriyanto dan Kepala Divisi Keimigrasian Wishnu Daru Fajar.

Bergabung juga Pejabat Administrasi Kantor Wilayah dan Kepala UPT jajaran Kanwil Kemenkumham Jateng se Kota Semarang, diikuti oleh ratusan pegawai lainnya.

Ditemui di sela-sela acara, Yuspahruddin mengatakan, ada pesan tersendiri yang ingin disampaikan dengan diadakannya “Kemenkumham Jateng Traditional Fashion Week”.

“Tentu ini mengikuti trend yang saat ini sedang berkembang. Namun tidak semata-mata ikut-ikutan saja. Ada pesan yang ingin kami sampaikan,” ujarnya memberikan keterangan.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kita perlu mencintai kebudayaan kita yang sangat beragam. Kita perlu melestarikan kebudayaan, agar keberadaan tetap eksis di masyarakat”.

“Kita perlu menunjukkan kebudayaan yang merupakan identitas bangsa ini. Sehingga ke depan kita tidak akan melihat lagi adanya klaim kebudayaan oleh negara lain atas budaya asli Indonesia” imbuhnya.

Yuspahruddin juga mengungkapkan pentingnya mengangkat eksistensi kebudayaan sebagai bentuk perlindungan Kekayaan Intelektual.

“Kebudayaan itu merupakan Kekayaan Intelektual Komunal. Seni tari, baju adat, lagu daerah dan lainnya merupakan Kekayaan Intelektual yang perlu diperhatikan dan dilindungi,” ungkapnya Yuspahruddin.

“Kemenkumham Jateng Traditional Fashion Week” adalah cara kami untuk mengkampanyekan perlindungan Kekayaan Intelektual,” pungkasnya menutup keterangan.

(Mizwar)

Rangkaian Pertandingan Olahraga HDKD Ke 77 Resmi Dibuka

 

SEMARANG – Cakranusantara.net | Rangkaian pertandingan olahraga dalam rangka Hari Dharma Karya Dhika ke 77 di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah hari ini resmi dibuka.

Kepala Kantor Wilayah, A. Yuspahruddin yang memimpin langsung apel pembukaan mengatakan, untuk tetap menjaga silaturahmi dan persahabatan meskipun diprediksi tensi pertandingan akan tinggi.

“Nanti ketika melakukan pertandingan pasti kita berharap untuk menang, namun jangan sampai kemenangan itu kita raih dengan mencederai silaturahmi,” ujar Kakanwil, Kamis (28/07/2022).

“Jadi saya berharap, kemenangan kita raih tetapi silaturahmi dan semangat kebersamaan tidak kita cederai,” sambungnya.

Yuspahruddin juga mengajak meskipun kondisi sudah membaik, namun tetap dihimbau untuk menjaga prokes dan kesehatan.

“Bahwa olahraga itu kita harapkan dapat menjamin kesehatan. Kondisi sudah membaik namun tetap kita harus menjaga protokol,” tuturnya.

Pembukaan pertandingan ditandai dengan pelepasan balon yang dilakukan oleh Kakanwil didampingi oleh para pimti.

Turut hadir pada apel pembukaan pertandingan olahraga hari ini Pimti Pratama, Dharma Wanita Pengayoman Jawa Tengah, perwakilan Kepala Unit Pelaksana Teknis beserta dengan kontingen dari seluruh karesidenan di Jawa Tengah.

Sebagai informasi, pada hari pertama ini dilakukan pertandingan bola voli putri dan pertandingan tenis meja serta senam bersama/line dance yang digelar di Aula Kresna Basudewa.

(Miz-CN)

Peserta Catar Kemenkumham Memasuki Tahapan SKD

Jakarta – Cakranusantara.net | Seleksi Calon Taruna (Catar) Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) memasuki tahapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).

Sebanyak 19.390 peserta SKD mengikuti tes dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), hasil kerja sama Kemenkumham dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Sistem ini merupakan tes berbasis komputer sehingga nilai peserta bisa dipantau oleh masyarakat melalui live score di Youtube Official CAT BKN.

Sekretaris Jenderal Kemenkumham, Komjen Pol. Andap Budhi Revianto mengatakan penggunaan sistem CAT menunjukkan komitmen Kemenkumham untuk melakukan seleksi secara transparan dan tanpa kecurangan.

“Seleksi ini sangat transparan. Setiap orang bisa melihat nilai peserta secara real time. Panitia atau peserta tidak bisa curang mengubah nilai,” ujar Andap, Sabtu (11/06) di Jakarta.

Soal SKD berjumlah 110 soal berjenis pilihan ganda. Bobot nilainya adalah nol hingga lima poin untuk tiap soal. Setiap kali peserta memilih jawaban benar, maka nilai peserta pada live score langsung berubah secara otomatis.

“Jika peserta memilih jawaban yang benar, maka nilainya akan berubah secara otomatis. Jika salah, maka nilainya tidak berubah karena jawaban salah mendapat bobot nilai nol,” jelasnya.

Live score hanya bisa diakses oleh masyarakat, bukan peserta yang sedang mengikuti tes di dalam ruangan. Peserta dapat melihat nilai akhirnya sendiri setelah peserta menekan tombol “selesai” pada komputer tes. Andap terus mengingatkan peserta untuk mempersiapkan diri dengan baik dan tidak percaya pada semua pihak yang menawarkan kelulusan tes dengan meminta bayaran.

“Tak henti-hentinya saya ingatkan agar peserta dan keluarga jangan percaya pada orang yang meminta sejumlah uang dengan janji kelulusan seleksi. Andalkan saja doa dan kemampuan diri sendiri,” tutur Andap.

Kemenkumham terus melakukan seleksi yang transparan dan bersih dari kecurangan untuk menghasilkan kader Kemenkumham yang berkemampuan tinggi serta memiliki loyalitas.

“Semoga dapat terpilih putera-puteri Indonesia terbaik dari yang terbaik untuk memberikan pengabdian di Kemenkumham,” pungkasnya.

Panitia juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk melaporkan aduan jika menemui dugaan kecurangan selama rangkaian seleksi catar.

Layanan pengaduan dapat diakses melalui aplikasi SIAP Kumham yang tersedia di Play Store. Adapun soal SKD terdiri dari tiga kategori soal yaitu Tes Wawasan Kebangsaan, Tes Intelegensia Umum, dan Tes Karakteristik Pribadi. Lokasi tes dilakukan pada 33 provinsi yang memiliki Kantor Wilayah Kemenkumham. Setiap provinsi memiliki jadwal tes masing-masing dalam rentang waktu 9-27 Juni 2022.

Peserta yang lolos SKD nantinya akan mengikuti tahapan seleksi selanjutnya yaitu seleksi kesehatan; seleksi kesamaptaan; seleksi psikotes; dan seleksi wawancara, pengamatan fisik, dan keterampilan.

(Humas/CN)

Kalapas Pati Hadiri Pembukaan Rapat Kerja Teknis Pemasyarakatan

SEMARANG – Cakranusantara.net | Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah (Kemenkumham Jateng) A. Yuspahruddin didampingi Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Supriyanto membuka Kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pemasyarakatan Tahun Anggaran (TA) 2022 di Hotel Gets Semarang, pada Senin (30/05) lalu.

Rakernis mengambil tema “Mewujudkan Pemasyarakatan Semakin Pasti dan ber Akhlak” dengan mengundang narasumber Direktorat Jenderal (Dirjend) Pemasyarakatan dan perwakilan dari Balai Latihan Kerja Semarang 1.

Dalam sambutannya, Yuspahruddin menyampaikan bahwa pad Lapas terdapat program pembinaan kemandirian, yang berbentuk pelatihan ketrampilan kerja yang bertujuan untuk membekali para narapidana (Napi) dengan berbagai macam keahlian dan ketrampilan yang dapat digunakan oleh napi di tengah-tengah masyarakat  setelah menjalani masa pidananya.

“Melalui kegiatan Rakernis ini diharapkan dapat menumbuhkan kesepahaman pemikiran dalam peningkatan Produktivitas khususnya dalam peningkatan pelayanan serta peningkatan Ketrampilan yang dimiliki oleh napi, yang tentunya sangat berguna untuk masa depannya kelak.” Ujar Yuspahruddin.

Tak Lupa pada kesempatan kali ini saya mengingatkan pentingnya menjaga Sinergitas dengan aparat penegak hukum (APH) lainya guna kelancaran dalam pelaksanaan tugas kita.” Sambungnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan, Supriyanto menyampai laporannya bahwa Rakernis ini akan diselenggarakan selama 2 (dua) hari dari tanggal 30-31 Mei 2022 dan diikuti oleh 34 (tiga pulang empat) Kepala UPT Pemasyarakatan dan 2 (dua) pegawai dari Balai Besar Vokasi dan Produktivitas Semarang.” Tambahnya.

(Mizwar/CN)

Audiensi Ganjar, Tingkatkan Kesadaran KI

SEMARANG – Cakranusantara.net | Tingkatkan Kesadaran Terhadap Kekayaan Intelektual (KI), Kemenkumham Jateng Lakukan Audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng), di Puri Gedeh Semarang.

Matangkan persiapan kegiatan Yasonna nendengar dan Roving Seminar KI, Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Razilu, didampingi Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Lucky Agung Binarto dan Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Tengah A. Yuspahruddin.

Turut hadir pada pertemuan tersebut, Direktur Kerjasama dan Pemberdayaan KI, Daulat P. Silitonga, Direktur Hak Cipta & Desain Industri, Anggoro Dasananto, Kadiv Administrasi Jusman, Kadiv Pemasyarakatan, Supriyanto dan Kadiv Keimigrasian, Wishnu Daru F.

Plt. Direktur Jenderal (Dirjend) KI Razilu menyampaikan, bahwa Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) akan mengadakan kegiatan “Yassona Mendengar” yang akan di gelar di Kota Surakarta, untuk Roving Seminar (RS) akan di gelar di DIY.

“Yasonna mendengar merupakan kegiatan dimana Menkumham Yasonna H. Laoly akan turun langsung untuk mendengarkan curahan hati para pegiat KI di Wilayah Jawa Tengah.” kata Razilu. Senin malam (23/05/2022).

Kegiatan ini bertujuan untuk mendengarkan langsung kondisi para pegiat KI dan diharapkan dapat memberikan masukan positif.

“Terkait perkembangan pelayanan publik di Kemenkumham khususnya di bidang KI yang lebih efektif dan relevan sesuai dengan kemajuan zaman.” sambungnya.

Mendengar hal tersebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh kegiatan tersebut, kegiatan ini akan menstimulan keinginan masyarakat untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

“Bagus kegiatan ini, saya apresiasi karena kegiatan-kegiatan seperti ini bisa merangsang pegiat KI untuk mendaftarkan HKI.” Puji Ganjar.

Pendaftaran HKI selalu membawa impact positif, semakin banyak hak cipta yang dicatatkan disuatu negara menunjukan baiknya perekonomian negara tersebut.” Lanjut Ganjar.

Sebagai informasi kegiatan “Yasonna Mendengar” merupakan wujud nyata dukungan pemerintah untuk kemajuan para pelaku industri kreatif di daerah yang merupakan tonggak pemulihan ekonomi nasional (PEN).

(Red)

Wujud Bakti pada Negeri, Kemenkumham Jateng Dukung Launching Buku Sesepuh Berbagi

SEMARANG – Cakranusantara.net| Buku Sesepuh berbagi, sosialisasikan dan dibedah substansinya kepada jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwilkemenkumham) Jawa Tengah memiliki banyak makna dan sarat ilmu yang bisa diterapkan khususnya bagi petugas Pemasyarakatan.

Bertajuk Penguatan Kepemimpinan dan Sosialisasi Buku Sesepuh Berbagi, kegiatan ini diselenggarakan di Aula Kresna Basudewa dengan dihadiri oleh Pimti Pratama, seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis se Jawa Tengah, dan pejabat Administrasi serta fungsional Kantor Wilayah.

Mantan Sekretaris Jenderal, Hasanuddin Massaile, mengawalinya dengan memberikan penyegaran terkait Hukum Nilai Tambah. Ia mengatakan sebenarnya para pemimpin yang hadir pasti sudah mengetahui namun hal ini diperlukan sebagai penyegaran.

“Intinya adalah pemimpin memberikan nilai tambah dengan melayani orang lain,” kata Hasanuddin. Rabu (18/05/2022).

Saat ini menurutnya, di seluruh dunia topiknya adalah bagaimana pemimpin itu melayani orang-orang baik itu bawahan, atasan, maupun masyarakat.

Pada kesempatan ini, Hasanuddin memberikan materi tentang Pemimpin pada umumnya, lalu membahas kepemimpinan tokoh bernama Sinegal, Kepemimpinan Yang Dipelajari Sejak Awal, dan Pemberian Nilai Tambah Untuk Mengubah Kehidupan.

Terakhir ia berpesan untuk selalu menuntut ilmu karena akan bermanfaat dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat ke depannya.

“Tuntutah ilmu terus, sekolah terus. Karena ilmu itu tidak ada habis-habisnya. Karena persaingan ke depan akan semakin luar biasa,” tutur pria 76 tahun ini menutup materi.

Pemaparan dilanjutkan oleh mantan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mardjaman, yang bercerita tentang sejarah pembuatan buku Sesepuh Berbagi.

Diawali dengan para sesepuh yang ingin mencoba untuk menyusun pengalaman-pengalaman selama mengabdi yang ternyata disambut baik oleh Dirjen Pemasyarakatan, Reynhard Silitonga. Hal ini tentu menambah semangat para sesepuh untuk merilis buku tersebut.

Kemudian, Mardjaman menceritakan sebanyak 23 dari 30 anggota telah menyampaikan tulisan yang akhirnya terbitlah buku setebal 357 halaman tersebut.

“Masing-masing cerita memuat tentang pesan, keteladanan , semangat kerja, dan ada makna di dalamnya,” jelas Mardjaman.

Terakhit, mengutip perkataan Nabi Sulaiman, ia berpesan kepada para Kepala. UPT untuk selalu bersyukur dan tidak kufur nikmat terhadap jabatan yang diemban.

“Kedudukanku adalah ujian bagiku apakah aku bersyukur atau aku kufur, jadi kedudukan boleh bangga tapi bukan sesuatu yang dibangga-banggakan,” pesannya.

Lebih lanjut, mantan Direktur pada Ditjen Pemasyarakatan, Murdiyanto, mengatakan bahwa banyak sekali kontribusi jajaran Kanwil Jawa Tengah dalam proses penyusunan buku ini.

Ambil contoh adalah Kakanwil, A. Yuspahruddin, yang mendukung penuh terbitnya buku bercover lilin ini. Selain itu, Kalapas Ambarawa, Agus Heryanto, juga berkontribusi membuat salah satu ilustrasi di dalam buku. Dan Karutan Banyumas, Agung Nurbani, membantu proses dari tercetaknya buku sewaktu bertugas di Lapas Cibinong sebagai sekretariat tim penyusun buku.

Terakhir mantan Kakanwil Jawa Tengah, Muqowimul Aman, menerangkan arti dari cover buku Sesepuh Berbagi. Ia menjelaskan mengapa tim memilih 2 lilin menyala sebagai cover.

“Kenapa tim memilih cover ini karena ada beberapa makna yang bisa diambil,” ujarnya mengawali.

“Dari judulnya Sesepuh Berbagi, apa yang dibagikan, tentu bukan materi. Yaitu tergambar dengan nyala lilin yang dibagikan dari lilin pertama ke lilin berikutnya. Diharapkan bapak ibu sekalian juga akan membagikan ke lilin berikutnya lagi,” tambahnya menjelaskan.

Menurutnya, lilin melambangkan suatu semangat yang diharapan bisa diwariskan kepada generasi penerus. Walaupun dalam lingkup kecil, lilin bisa memberikan penerangan di sekitarnya.

Keempat sesepuh yang hadir hari ini mengharapkan buku Sesepuh Berbagi bisa dipetik nilai-nilainya yang kemudian dalam konteks kekinian bisa diadaptasikan dalam tantangan tugas yang makin dinamis.

(Miswar)

Satu Terorisme WBP Lapas Kelas llB Pati Ikrar Setia NKRI

Pati – Cakranusantara.net| Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati menyelenggarakan Ikrar Setia NKRI bagi 1 orang Terorisme WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) Terorisme pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati.


Kegiatan ikrar ini dilaksanakan di Aula Lapas Pati yang dihadiri oleh Kapolres Pati, Wakapolres Pati, Perwakilan Kodim 0718/Pati, Kemenag Pati, BNPT, Dendus 88, BIN, BAIS dan Bapas Pati.


Dalam kesempatan tersebut, Kalapas Pati Febie Dwi Hartanto yang di dampingi Kasi Binadik dan Giatja menyampaikan, Syukur Alhamdulillah hari ini 1 (satu) orang Narapidana terorisme Lapas Pati inisial (AR), dalam kasus UU No. 15 Tahun 2003 hukuman 3 (tiga) tahun penjara, dengan ikhlas dan kesadarannya sendiri bersedia untuk ikrar/ sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mengakui Pancasila serta UUD 1945 sebagai Falsafah dan pedoman bangsa.”Ungkap Kalapas, Rabu (11/5/2022).

Kalapas Pati juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung acara tersebut, wabil khusus kepada istri dan anak WBP Terosisme juga turut hadir menyaksikan acara Ikrar Setia NKRI.

Kesadaran WBP terorisme bersedia untuk bersumpah ini merupakan hidayah dari Allah SWT bagi WBP nya sendiri, selain itu tentu kami dalam melakukan pembinaan bekerjasama dengan BNPT, Densus 88 dan Kemenag Pati secara continue.

Harapan saya, semoga WBP yang sudah ikrar ini dapat menjalani hidupnya lebih baik dan dapat bersoasialisasi dengan masyarakat dengan baik.” harapnya.

Dalam acara ikrar ini WBP teroris membaca ikrar/sumpah setia NKRI, membaca Pancasila, memberikan penghormatan kepada bendera merah putih dan mencium bendera merah putih, yang merupakan persyaratan dalam janji setia NKRI.

(Humas-CN)

Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58, Wujudkan Indonesia Maju

PATI – Cakranusantara.net| Peringati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-58 yang diperingati oleh jajaran Pemasyarakatan di seluruh Indonesia bertema “Pemasyarakatan Pasti dan Ber Akhlak mewujudkan Indonesia Maju”.

Pelaksanaan digelar serentak diseluruh Kantor Wilayah dan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Indonesia. Sama seperti tahun lalu kegiatan ini dilaksanakan melalui Media Teleconference Aplikasi Zoom yang terpusat di Graha Pengayoman.

Kegiatan ini diikuti oleh Kalapas dan seluruh pegawai Lapas Kelas IIB Pati, upacara Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-58 ini tetap berlangsung dengan hikmad tanpa kehilangan maknanya.

Lapas Pati mengikuti Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-58 ini dengan sederhana melalui Teleconference namun tetap dengan penuh kekhidmatan dan menerapkan protokol kesehatan sesuai yang dianjurkan dalam aturan Upacara Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-58 tahun 2022, Rabu (27/04/2022).

Selaku Inspektur Upacara di tempat upacara utama yang dipimpin langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia (RI) Yasonna H. Laoly dalam amanatnya menyampaikan bahwa kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan agar dapat memaknai serta mampu menangkap esensi dari peringatan ini.

“Usaha Pemasyarakatan tidak hanya bergantung pada kokohnya tembok atau kuatnya jeruji. Pemasyarakatan adalah segala bentuk usaha untuk mengembalikan para pelanggar hukum ke tengah-tengah masyarakat, maka dari itu kedudukannya bukanlah terpisah dari masyarakat itu sendiri. Sudah saatnya gagasan-gagasan mengenai kebijakan non-pemenjaraan kembali diwacanakan sebagai alternatif pidana yang lebih manusiawi,” tegas Yasonna.

(Mizwar-CN)

Terungkap, Lapas Kelas llB Pati Akhirnya Temukan Narkoba

PATI – Cakranusantara.net| Akhirnya terungkap pengedar Narkoba jenis Sabu di dalam Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kelas llB Pati. Pasalnya ketika Polres (Kepolisian Resort) Pati Gelar Konferensi Pers pada waktu lalu, Tersangka mencatut mendapatkan barang dari dalam Lapas.

Hal itu terungkap lantaran petugas menemukan 1 bungkus plastik warna hitam di dalam paralon warna coklat pada saat petugas kasubsi Giatja dan Staf hendak ke kamar kecil belakang kantor Giatja.

Tempat penemuan di atap kamar kecil belakang Kantor Giatja. Hasil temuan tersebut adalah 26 plastik klip yang berisi sabu-sabu. Kemudian hasil temuan ini dilaporkan ke Kalapas dan selanjutnya dilaporkan ke Kasat Narkoba Polres Pati untuk penyelidikan lebih lanjut. Barang bukti Hasil temuan diserahkan ke Tim SatNarkoba Polres Pati dengan dibuatkan Berita acara SerahTerima.

Baca Juga: Polres Pati Amankan 20 Pelaku Pengedar Sabu

Baca Juga: Peredaran Jaringan Narkoba di Lapas Kelas llB Pati Berhasil di Ungkap

Sementara Kalapas Pati menuturkan, semua petugas harus selalu waspada dan menjaga lingkungan Lapas tetap kondusif terlebih sudah mendekati Hari Raya Idul Fitri, tingkatkan kewaspadaan jangan sampai lengah,” ucap Febie. Rabu 26 April 2022 pukul 09.30 WIB.

Selain itu Kalapas Pati juga melaporkan penemuan barang terlarang tersebut kepada Kakanwil Kemenkumham Jateng melalui Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Jateng.

(Mizwar/CN)