Nagih Janji Ganjar, Warga Puncel Gelar Aksi Upacara Kemerdekaan di Tengah Jalan

Pati – Cakranusantara.net | Puluhan warga Desa Puncel, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar upacara bendera untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77 di tengah Jalan Raya Pati-Jepara, sambil Nagih janji.

Bukan tanpa alasan, upacara bendera di tengah jalan ini, sekaligus bentuk protes warga Puncel, lantaran jalan protokol sepanjang 6 kilometer di wilayah tersebut, rusak parah sejak 5 tahun lalu.

“Rusak sudah 5 tahunan ini, jalan yang rusak 5-6 kilometer itu di sini, belum keseluruhan jalan protokol,” kata Koordinator Aksi, Fuad Saifurrohman di lokasi.

Diungkapkannya, warga telah berkali-kali mengeluhkan rusaknya jalan kepada pemerintah. Hanya saja selama itu pula, belum ada penanganan untuk membenahi jalan penghubung Kabupaten Jepara dengan Pati.

“Cuma janji, tidak pernah ada kejelasan. Supaya pemerintah segera membenahi biar layak untuk aktivitas warga,” jelasnya.

Ia menegaskan bakal membawa lebih banyak massa, jika aksi sekaligus upacara bendera di tengah jalan ini tidak direspon oleh pemangku kebijakan.

“Tuntutan kami jalan segera diperbaiki. Kami akan membawa lebih banyak massa untuk kompak menanami jalan yang tidak layak ini dengan pisang kalau perlu,” imbuhnya.

Terlebih rusaknya jalan yang sudah menahun ini, banyak memakan korban. Dampak kesehatan juga terasa, akibat debu jalanan.

Terlepas dari itu, upacara bendera ini sebagai pengingat akan jasa-jasa para pahlawan di momen HUT Kemerdekaan ke-77 RI.

“Upacara bendera selain untuk mengingat jasa pahlawan. Warga desa puncel kompak agar pemerintah kabupaten, provinsi, atau dalam hal ini pemerintah melihat kondisi jalan Desa Puncel tidak layak,” ungkapnya.

(Ed/CN)

 

Terpilih Jadi Paskibra Itu Kebanggaan, Jalankan Tugas Dengan Amanah

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto mengukuhkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (15/8/2022) yang akan bertugas pada 17 Agustus 2022 nanti.

Adapun upacara tersebut juga dihadiri Sekda Pati, Kapolres Pati, Dandim 0718/Pati, sejumlah pihak terkait serta para orang tua dari para paskibra yang turut menyaksikan pengukuhan.

Bupati Haryanto menilai, menjadi bagian dari Paskibra merupakan suatu kebanggaan tersendiri sebab tidak semua orang terpilih dan mampu mengemban amanah mengibarkan bendera pusaka.

“Paling tidak nantinya dapat menjadi sejarah dan tercatat dalam kehidupannya telah terpilih menjadi paskibra. Selamat bertugas dan selamat membawa bendera pusaka merah putih”, ujar Haryanto.

 

Ia pun menegaskan bahwa dahulu, bendera merah putih merupakan bukti memperebutkan tanah air dari penjajah. Namun demikian, dalam pelaksanaan Upacara 17 Agustus nanti, masih mengacu pada protokol kesehatan.

Haryanto pun tak lupa mengucapkan terima kasih pada para orang tua yang telah mendukung dan memotivasi putra – putrinya menjadi paskibra. Sebab, menjadi paskibra harus melalui seleksi yang panjang dan ketat.

“Kalau tingkat provinsi bahkan nasional pun bukan orang – orang sembarangan yang terpilih. Namun, memiliki bekal yang mumpuni”, tegasnya.

Selain itu, Haryanto menyebut bahwa keterlibatan pada Paskibraka tingkat kabupaten bisa menjadi awal karier yang baik. Terutama bagi yang ingin berkarier di dunia TNI-Polri.

Bupati Haryanto berharap pelaksanaan Upacara 17 Agustus nanti dapat berjalan dengan baik dan lancar. Meskipun belum bisa dilaksanakan seperti sebelum adanya pandemi Covid – 19, setidaknya melalui para paskibra ini masyarakat dapat melepas kerinduan tentang peringatan HUT ke – 77 RI pada 17 Agustus.

(po1/PO/MK)

Milyaran Rupiah Raib, Kejari Pati Seakan Masuk Angin Tangani Kasus Bumdesma Sindir PGN Makoda Pati

Pati – Cakranusantara.net | Patriot Garuda Nusantara (PGN) Markas Komando Daerah (Makoda) Pati apresiasi langkah Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati, Jawa Tengah dalam menangani perkara dugaan penyimpangan dana penyertaan modal Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) yang nilainya Milyaran rupiah.

Perkara dugaan penyalahgunaan anggaran Bumdesma mencuat ke publik lantaran sebelumnya sejumlah Kepala Desa (Kades) yang tergabung didalam Bumdesma mencurigai ada ketidak beresan dalam pengelolaan anggaran, sebab sampai tahun ke 2 tidak ada pembagian deviden seperti yang dijanjikan sebelumnya.

“PGN Makoda Pati mengapresiasi dan mendukung penuh langkah Kejari Pati dalam menangani perkara Bumdesma yang menyebabkan kerugian negara hingga Milyaran rupiah diduga buat bancakan,” Ujar Supriayanto selaku Ketua PGN Makoda Pati kepada awak media di dikantornya. Senin (15/8/2022).

Sebelumnya, Kepala Kejari Pati mengeluarkan surat perintah penyelidikan dengan nomor : Print-909/M.3.16/Fd.1/06/2022 Tanggal 23 Juni 2022, setelah Bidang Intelejen melakukan ekspose dan melimpahkan berkas perkara ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus).

“PGN Makoda Pati menilai, Kejari Pati terlalu lambat, sehingga muncul dugaaan Kejari Pati sudah lelah dan mulai masuk angin,” Sindirnya.

Sejauh ini, PGN Makoda Pati bersama tim Advokasi masih komitmen mengawal perkara Bumdesma yang ditangani Kejari Pati hingga tuntas.

(Yg/CN)

Bupati Pati Salurkan Bakat di E-sport, Harumkan Nama Daerah

 

Pati – Cakranusantara.net | Laga final dan penutupan Pati e-sport championship 2022 dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, yang dihadiri Bupati Pati bersama Ketua IESPA Jateng, Ketua ESI Jateng, Ketua ESI Kabupaten, Ketua KONI, Ketua KORMI Kabupaten dan Kepala Dinporapar Pati.

Kejuaraan E-sport Championship 2022 dimulai sejak 12 Juli – 12 Agustus 2022, yang secara resmi ditutup Bupati Pati.

Dalam sambutannya, Bupati menyebut ajang kejuaraan ini sangat baik karena mengakomodir bakat anak- anak muda bermain game dalam satu kegiatan yang positif.

“Ajang kejuaraan ini mengakomodir bakat kalangan muda yang dulunya hanya suka nongkrong bermain game sekarang sudah diakomodir dalam bentuk kompetisi olahraga,” ujar Bupati.

Bupati mengapresiasi bakat- bakat muda yang disalurkan secara tepat, hingga mengharumkan nama baik keluarga dan daerah.

“Saya ucapkan selamat kepada penyelenggara karena sudah beberapa kali kompetisi seperti ini dilaksanakan, baik tingkat karesidenan, lokal maupun regional,” imbuh Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, ajang kejuaraan semacam ini sangat bagus untuk pembinaan atlet muda. Apalagi dalam menghadapi Porprov Jateng. Ia berharap cabor ini masuk ke dalam cabor yang dipertandingkan di Porprov Jateng.

“Seperti pada Pekan Olahraga Nasional yang dilaksanakan di Papua kemarin, sekalipun belum dipertandingkan setidaknya Kabupaten Pati sudah ikut mewarnai dalam ajang tersebut,” terangnya.

Menurutnya pemerintah pusat khususnya KONI sudah tepat karena mengakomodir dan menyalurkan anak anak muda yang mempunyai bakat untuk pembinaan.

Kedepannya Bupati berharap agar penyelenggaraan event ini bisa dibawa ketingkat yang lebih besar atau nasional.

“Jangan hanya puas sampai disini kalau kita sudah mampu menyelenggarakan event ditingkat lokal regional kenapa tidak berani dibawa ketingkat nasional, menurut saya ini tidaklah sulit dan tidak membutuhkan biaya yang besar,” tegas Bupati.

Pada malam penutupan Pati e-sport championship 2022 tersebut Bupati berkesempatan menyerahkan piala kejuaraan kepada pemenang di tiga kategori yaitu kategori Free fire, e-football dan mobile legend, sedangkan piala untuk satu kategori lain telah diserahkan sebelumnya.

(po2/PO/MK)

Bupati Pati Serahkan Bantuan Beasiswa Berprestasi SD dan SMP Sederajat

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto secara simbolis menyerahkan beasiswa berprestasi kepada siswa jenjang Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Tsanawiyah (MTS).

Bupati Haryanto menyebut, program beasiswa berprestasi kurang mampu ini berjalan sejak dirinya menjabat hingga sampai sekarang. Hal itu dikatakan Haryanto di Aula SMP Negeri 3 Pati, Senin siang (8/8/2022).

Beasiswa ini diberikan kepada siswa berprestasi yang kurang mampu, dengan harapan memotivasi anak agar jangan sampai putus sekolah, sekalipun sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Jadi ini langsung. Kenapa ini agak lama, karena ini ke virtual account masuk ke rekening masing-masing. Jadi ini perwakilan, kalau ditotal dikumpulkan semua jumlahnya banyak”, ujar Haryanto.

Total, jumlah penerima beasiswa berprestasi untuk jenjang SD dan MI negeri dan swasta sebanyak 1.382 siswa. Sedangkan untuk SMP dan MTs Negeri dan swasta sebanyak 820 siswa. Adapun besaran beasiswa untuk SD dan MI adalah Rp 1 juta per siswa. Sedangkan SMP dan MTs adalah Rp 1,5 juta.

Untuk sumber dana kegiatan ini, menurut Bupati, berasal dari APBD Kabupaten Pati yang tertuang dari DPA hibah BPKAD tahun 2022.

“Sehingga, uang beasiswa yang jumlahnya hanya Rp 1 juta dan Rp 1,5 juta ini diharapkan dapat membantu bapak dan ibu yang putra putrinya kebetulan kurang beruntung. Sekalipun di sekolah sudah diberikan perlakuan khusus”, lanjutnya.

Karena, imbuhnya, anak yang kurang mampu ini sudah ada subsidi silang di sekolah.

Haryanto kemudian berpesan kepada para siswa – siswi yang masih duduk di bangku sekolah, untuk tekun belajar dan menghindari pergaulan yang negatif. Apalagi saat ini, menurut Bupati, anak- anak telah memasuki dunia digital yang memungkinkan mereka untuk dapat mengakses berbagai konten digital.

“Jadi harus benar-benar hati-hati dan dikawal. Memang kalau di sekolah tugasnya bapak ibu guru, tapi kalau di rumah ya orang tua. Karena ini anak-anak biasanya ada yang langsung pulang ke rumah ada yang main dulu dan gabung dengan pergaulan yang tidak jelas”, imbuhnya.

Tentunya, imbuh Haryanto, orang tua mendidik adalah untuk menjadikan anak-anaknya ini nantinya menjadi orang yang berguna. Yang nantinya juga bisa mengangkat derajat dan menghidupi keluarganya.

“Saya pesan pada anak-anakku sekalian, kasihan orang tua. Tugasnya anak sekolah ya sekolah. Wayahe sekolah ya berangkat sekolah, wayahe pulang ya belajar dan membantu orang tua”, pungkasnya.

(fn5 /FN /MK)

Bupati Pati hadiri HUT ke- 6 RS Assuyuthiyyah Trangkil, Ini Pesannya

 

Pati – Cakranusantara.net | Ribuan santri sambut kedatangan Bupati Haryanto, di halaman kampus ll Pesantren Raudlatul Ulum Desa Guyangan Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati. Senin (08/08/2022).

Selaku Kepala Daerah, Bupati Haryanto mengucapkan selamat ulang tahun untuk Rumah Sakit Assuyuthiyyah yang ke 6 tahun. Ia menyampaikan, dunia pendidikan pesantren dan kesehatan merupakan pelayanan dasar yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat.

Terlebih dalam perjalanannya, mengelola sebuah rumah sakit itu tidaklah mudah.

“Karena mengelola rumah sakit manakala tidak bisa dengan baik, ya pada akhirnya tidak bisa berkembang. Bahkan muncul permasalahan-permasalahan baru,” sebutnya.

Bupati Haryanto mengatakan, sekalipun saat ini pihaknya memiliki Rumah Sakit Daerah, namun Haryanto menegaskan tidak akan mengesampingkan rumah sakit. Baik itu untuk sosial ataupun kepentingan bisnis yang lain. Untuk itu dirinya memberikan kesempatan rumah sakit untuk bisa berkembang.

“Karena apa? karena rumah sakit melayani masyarakat secara umum. Lebih-lebih kepada siswa yang jumlahnya ribuan ini sudah barang tentu membutuhkan pelayanan dasar khususnya adalah kesehatan,” tegasnya.

Haryanto berharap agar peningkatan pelayanan rumah sakit selalu dijaga dengan baik dan ditingkatkan. Karena kunci utama adalah tergantung kepada pelayanan yang ada.

“Oleh karena itu yang sudah ada ini mohon dirawat dengan baik, dikelola dengan baik. Kita tidak memandang rumah sakit itu di desa, tidak memandang itu jauh, semua itu pada pelayanan. Baik itu di bidang pendidikan, di bidang kesehatan apa saja itu adalah pelayanan,” harapnya.

Sementara itu pengasuh pesantren Raudlatul Ulum yang juga pemilik rumah sakit Assuyuthiyyah KH.M.Najib Suyuthi mengucapkan terima kasih terkhusus kepada Bupati Haryanto yang dinilai telah benar-benar membantu serta membimbing dalam berdirinya rumah sakit Assuyuthiyyah ini.

“Rumah sakit Assuyuthiyyah ini pertama kali dalam tonggak berdirinya rumah sakit ini yang memberikan ijin adalah pak Bupati Haryanto. Itu diberikan pada saat periode yang pertama beliau menjabat sebagai Bupati Pati. Dan seiring dengan perkembangan waktu, 5 tahun berikutnya kita meneruskan dengan akreditasi dan Alhamdulillah kita memperoleh bintang 4. Dan alhamdulillah di penghujung periode pak Bupati, kami diberikan lagi ijin operasional yang ke 2,” paparnya.

Menurut KH.Najib ini merupakan sebuah bentuk pemberian ijin yang sangat luar biasa dan berguna sebagai legalitas formal untuk menyelenggarakan pengabdian di bidang kesehatan.

Di akhir acara, Bupati Pati Haryanto mendapatkan kenang-kenangan berupa gambar sketsa dari seorang santri Raudlatul Ulum asal Lampung.

Bupati haryanto sempat memamerkan sketsa wajah tersebut kepada ribuan santri dan guru yang hadir yang kemudian mengajak berfoto dengan santri tersebut.

(po5/PO/MK)

Bupati Pati Lantik Empat Kades Antar Waktu

 

Pati – Cakranusantara.net | Pengambilan sumpah dan pelantikan calon Kepala Desa Antar Waktu terpilih hasil Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW) tahun 2022 dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati.

Keempat Kepala Desa terpilih yang mengikuti pelantikan tersebut berasal dari Desa Kembang Kecamatan Dukuhseti, Desa Bumimulyo Kecamatan Batangan, Desa Semerak Kecamatan Margoyoso, serta Desa Sukolilo Kecamatan Sukolilo.

Dalam arahanya Bupati Pati Haryanto menegaskan bahwa pelantikan kepala desa antar waktu ini wajib diikuti. Menurutnya sahnya pemilihan kepala desa itu dianggap selesai manakala telah dilantik dan tentunya tugas panitia pemilihan juga selesai.

“Beberapa saat lalu masih ada yang mempersoalkan pengitungan suara, tetapi saya tidak memperhatikan itu karena menurut saya tahapan pengisian kepala desa ini sudah sesuai mekanisme” tegasnya, Rabu (10/8/202).

Haryanto juga telah mengingatkan bahwa untuk mencalonkan kepala desa itu harus siap kalah dan siap menang.

“Manakala ikut kompetisi berhasil, menang ya Alhamdulillah. Dan misalnya kalau belum beruntung ya mau tidak mau harus bisa menyadari dan introspeksi”, tuturnya.

Bupati Haryanto menambahkan, bahwa jadi dan tidaknya calon kepala desa tersebut adalah rakyat yang menilainya. Sehingga kepercayaan yang telah diberikan masyarakat dengan begitu baik tersebut, jangan sampai disia-siakan.

“Jangan kalau sudah menjadi pejabat nanti berubah. Berubahnya tidak melayani masyarakat dengan baik, tetapi sebaliknya malah aneh-aneh karena rumongso aku iki yo ngetokno duit kepingin mbalekno”, tambah Haryanto.

Untuk itu Bupati berpesan agar kepala desa ini nantinya menjalankan pemerintahan desa dengan aturan dan mekanisme yang ada.

“Jangan sampai nanti ngotak-atik dana DD, ADD, atau mungkin yang lain. Karena apa, dana desa ini untuk masyarakat,untuk rakyat, untuk pembangunan. Jadi saya eman, untuk menjadi kepala desa ditempuh dengan susah payah nanti malah ujungnya berurusan dengan aparat penegak hukum”, tambahnya.

Sehingga, imbuh Haryanto, dukungan dari keluarga sangat dibutuhkan dalam menjalan tugas dan tanggungjawab seorang kepala desa.

“Kita rangkul semuanya, sing wingi milih ora milih dirangkul. Ojo dibedak-bedakno melayani”, pungkasnya.

(fn3 /FN /MK)

Bupati Pati Lantik 62 Pejabat Struktural

PATI – Cakranusantara.net | Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati Bupati Pati Haryanto melantik Pejabat Tinggi Pratama, Pejabat administrasi dan pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Pelantikan ini dihadiri Wakil Bupati, Sekda, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Kepala Perangkat Daerah dan para camat, Senin (8/8).

Bupati Pati Haryanto menyampaikan ucapan selamat kepada 62 pejabat struktural, 2 Kepala Puskesmas dan 11 Kepala Sekolah yang dilantik dan dikukuhkan pada kesempatan ini.

Haryanto mengatakan promosi maupun mutasi merupakan sebuah kewajaran sebagai wujud pembinaan jenjang karier pegawai sekaligus pemenuhan kebutuhan organisasi agar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Seperti dalam kesempatan ini, ada beberapa camat yang mengalami rotasi dan mutasi.

Menurut Bupati hal ini dilakukan untuk penyegaran karena beberapa camat dan kepala sekolah ada yang sudah bertugas cukup lama di satu tempat. Ia mengungkapkan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan ini merupakan sebuah momentum yang terkandung makna bahwa mendapatkan amanah baru yang harus diemban dengan sebaik mungkin.

“Sering saya sampaikan bahwa dimanapun bertugas harus selalu memberikan yang terbaik,” ujar Bupati.

Selanjutnya Haryanto berharap agar para pejabat memiliki kesadaran sepenuhnya untuk mendharmabaktikan segenap kompetensi dan kualitas untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Selain itu juga harus memiliki loyalitas yang tinggi yang diwujudkan dalam kesetian, pengabdian dan kepercayaan yang dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Karena itu dapat kita maknai bahwa loyalitas bukan hanya sekedar kesetiaan fisik kepada atasan namun lebih kepada seberapa besar gagasan, inisatif, serta dedikasi yang tercurah kepada organisasi tempat kita bernaung,” jelasnya.

Lebih lanjut Bupati mengatakan loyal sebatas kepada pimpinan tidak akan abadi, apabila terjadi pergantian pimpinan maka tidak ada jaminan loyalitas akan dapat terus dipertahankan.

Pihaknya menekankan loyalitas kepada organisasi yang berorientasi pada kinerja dan pengabdian kepada masyarakat maka prinsip tersebut akan tetap berjalan dengan baik untuk mendukung kemajuan organisasi meski terjadi perubahan kepemimpinan.

“Seperti saya sebagai Bupati, juga tidak menjabat selamanya dan setelah 10 tahun menjabat juga akan memasuki masa purna tugas. Tentunya yang dikenang bukan pribadi saya sebagai Bupati atau kekuasaannya, melainkan Karya-Karya dan sumbangsih yang telah saya berikan untuk memenuhi harapan masyarakat Pati,” ujar Bupati.

Haryanto menegaskan walaupun masa jabatan dirinya dan Wakil Bupati akan segera berakhir, namun tidak akan menyurutkan semangat untuk menyelesaikan tanggung jawab yang diamanahkan dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Untuk itulah Saya berpesan kepada Saudara sekalian agar dapat memberikan loyalitas dan kontribusi yang sebaik mungkin sesuai dengan tupoksi masing masing baik di sisa waktu kepemimpinan Kami maupun di waktu yang akan datang,” pungkas Bupati.

(Mury)

Hari Jadi ke-699, Sinergitas Seluruh Elemen Masyarakat Perlu Terus Dipertahankan

 

PATI – Cakranusantara.net | Bertempat di gedung DPRD Kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto, Sabtu malam (6/8), menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Pati dalam rangka peringatan hari jadi ke-699 kabupaten Pati.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekda, Forkompimda, anggota DPRD, dan para camat yang hadir secara virtual.

Dalam kesempatan itu, Haryanto mengajak segenap pihak untuk mensyukuri Pati yang telah memasuki usia 699 tahun.

“Hampir tujuh abad Kabupaten Pati berdiri dan mengalami kemajuan di berbagai sektor. Untuk itu, mari jadikan peringatan kali ini sebagai bentuk rasa syukur terhadap setiap pertolongan, bimbingan, kemudahan dan kasih sayang yang Allah SWT berikan kepada seluruh Masyarakat Kabupaten Pati”, ujar Bupati.

Haryanto pun menyampaikan keprihatinannya, karena jelang hari jadi, pada pertengahan bulan Juli lalu, Kabupaten Pati berduka dengan adanya musibah banjir bandang yang melanda empat wilayah kecamatan yakni Kecamatan Pati, Trangkil, Margoyoso dan Wedarijaksa.

“Meski tidak menelan korban jiwa namun bencana tersebut menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat baik secara materiil maupun moril”, imbuhnya.

Namun demikian, ia yakin selalu ada hikmah dibalik musibah.

“Alhamdulillah kita bersyukur karena musibah ini, kita semua semakin menyadari adanya takdir dan kekuasaan Allah. Dengan kesadaran ini, timbul rasa empati dan rasa senasib sepenangungan sehingga banyak elemen masyarakat yang berinisiatif dan berkontribusi dalam mendukung program penanganan dan pemulihan pasca bencana banjir. Semuanya bergerak bersama menggalang solidaritas”, tambahnya.

Ia pun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik dari unsur pemerintahan, Polri-TNI, lembaga vertikal, lembaga sosial kemasyarakatan, dan unsur masyarakat lainnya yang telah berkontribusi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing meringankan beban masyarakat yang terdampak hingga para korban dapat menjalani kehidupan dengan baik.

“Karena itulah meski prosesi hari jadi digelar secara sederhana, namun momentum ini harus dapat dimaknai dengan penuh kekhidmatan sebagai sarana pemersatu untuk saling menguatkan dan menopang. Dengan dilandasi komitmen yang tinggi, semangat kebersamaan, saling menguatkan serta kesungguhan dalam bermunajat, saya yakin kita akan mampu melewati berbagai ujian ini dengan baik dan melanjutkan dharma bhakti kita dalam membangun daerah tercinta menuju Pati Sejahtera. Sejalan dengan Tema Hari Jadi ke-699 Kabupaten Pati, yakni Teguhkan Spirit Kebersamaan menuju Pati Sejahtera”, jelasnya.

Dalam masa pengabdian yang tersisa, lanjut Haryanto, Bupati dan Wabup tetap berkomitmen untuk menyelesaikan tugas dan tanggungjawab yang diamanahkan dengan sebaik mungkin untuk menyempurnakan pencapaian visi terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Meski demikian, Saya dan Bapak Wakil Bupati menyadari sepenuhnya bahwa kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Karena itu Kami mohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam berbagai kebijakan dan pencapaian program serta kegiatan. Semoga kekurangan yang ada dapat disempurnakan oleh pemimpin selanjutnya beserta seluruh aparatur pemerintahan dan komponen masyarakat sehingga terwujud Kabupaten Pati yang semakin maju dan sejahtera”, ujar Bupati.

Selain itu Haryanto juga berharap sinergitas yang telah terjalin dengan baik selama ini antara seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat dapat senantiasa dipertahankan di masa yang akan datang.

“Meskipun nanti akan ada pergantian kepemimpinan. Mari kita terus berikan dukungan untuk melaksanakan program, visi dan misi pembangunan sebagai bagian dari mengemban amanah dan pengabdian kepada masyarakat Pati”, pungkasnya.

(fn3 /FN /MK)

Perkumpulan Seger Waras Gembong Turut Andil Memeriahkan Gebyar Pameran Pangan Lokal Dan Budaya

 

Pati – Cakranusantara.net | Tak mau ketinggalan, Perkumpulan Seger waras Gembong turut andil memeriahkan Gebyar Pameran Festival Pangan Lokal dan Budaya di Waduk Selorejo, Desa/ Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Mujiono selaku Sekretaris dalam Perkumpulan seger waras kepada media ini mengatakan, pihaknya tidak mau ketinggalan dan ikut andil bagian dalam rangka pameran gebyar festival pangan lokal dan budaya kali ini yang dengan mengusung tema ‘aman rakyatku sehat rakyatku’.

“Pada hari itu Jum’at (5/8) dua hari yang lalu acara Gebyar itu sudah resmi di buka langsung oleh Camat Gembong selaku panjang tangan dari Bupati Pati Haryanto dan berakhir besok (8/8/2022),” katanya.

Dalam Gebyar festival itu, Perkumpulan kami melayani terapi pijat, bekam, refleksi, otot syaraf, dan akupunktur lebah, selain itu kami juga menyediakan minuman herbal tradisional, tidak pahit namun menyehatkan.

“Perkumpulan seger waras sendiri memiliki 5 Produk kemasan, dan 3 produk unggulan diantaranya; instan jahe merah, exsta temulawak dan kopi bubuk kwalitas asli lokal,” tambahnya.

Harapan saya, Perkumpulan seger waras Gembong, melalui pameran festival pangan lokal yang di gelar di waduk Selorejo ini kedepannya bisa terus berinovasi dan bisa di kenal oleh masyarakat luas baik lokal maupun non lokal,” tutupnya.

(Mh-CN)