Bupati Pati Kukuhkan TPPS Demi Percepat Penurunan Angka Stunting

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto membentuk dan mengukuhkan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) bertempat di pendopo Kabupaten Pati pada Senin (6/6/2022) Kemarin.

Pembentukan tim ini, menurut Haryanto, ialah dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Pati.

Selain dihadiri Bupati, acara pengukuhan TPPS ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Jumani, para kepala dan pimpinan OPD, serta Ketua beserta pengurus TPPS.

Haryanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 lalu, Kabupaten Pati masuk tiga besar daerah yang angka stuntingnya tinggi. Saat itu, imbuhnya, presentase stunting di Pati sebesar 37 persen.

“Pada 2019, Pati cukup tinggi, yakni 37 persen. Kemudian kita melakukan penanganan, hingga menurun, sampai akhirnya terkandala dengan pendemi sehingga tidak tertangani maksimal,” ujar Haryanto.

Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, lanjut Bupati, Pati masuk urutan ke-17 daerah yang memiliki angka stunting tinggi. Presentase stunting di Pati sekitar 5,7 persen. Dan angka tersebut bisa semakin meningkat bila kasus stunting di Pati tidak dicegah.

“Sampai saat ini sudah 5,76 persen. Tahun 2019 sebanyak 37 persen. Dari tahun ke tahun ada perubahan yang cukup bagus. Jawa Tengah pada saat itu nomor 3, sekarang di urutan 17,” tambah Haryanto.

Namun Bupati pun menegaskan, meskipun ada penurunan kasus stunting, pihaknya tetap melakukan pencegahan agar stunting di Kabupaten Pati semakin rendah.

Sementara itu, Ketua TPPS, Muchtar, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan ibu-ibu hamil dan pasca hamil untuk mencegah stunting.

“Ini mandat Perpres 72 tahun 2021. Dalam melaksanakan lima pilar stunting maka dibentuk TPPS,” ujarnya.

Ia pun berharap dengan adanya TPPS ini angka stunting di Kabupaten Pati semakin kecil.

(fn1/FN/MK)

164 Kepala Sekolah di Kukuhkan Bupati Pati

PATI – Cakranusantara.net | Pengukuhan Kepala UPTD satuan pendidikan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pati, Jawa Tengah dilaksanakan Jumat, (3/6) yang bertempat di Pendopo Kabupaten.

Bupati Pati mengukuhkan 164 kepala sekolah dan disaksikan oleh Wakil Bupati, Sekda, Kepala BKPP dan Kepala Disdikbud. Usai mengukuhkan 152 Kepala SD dan 12 Kepala SMP, Bupati Pati Haryanto menyampaikan ucapan selamat dan memberikan sambutan pada seluruh kepala sekolah yang ada.

Bupati mengungkapkan pengukuhan ini berdasar pada Permendikbud Nomor 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.

Dimana semenjak peraturan tersebut diundangkan, seleksi substansi dan diklat calon kepala sekolah ditiadakan sehingga kepala sekolah yang dikukuhkan kini berasal dari lulusan guru penggerak, peserta diklat calon kepala sekolah yang belum ditugaskan atau pun guru potensial.

“Meski demikian, Saya meyakini bahwa pengukuhan kepala sekolah ini telah melalui berbagai kajian dan analisis kebijakan demi menjawab tuntutan regulasi agar proses KBM dapat berjalan sebagaimana mestinya,” imbuh Bupati.

Bupati menyebut, di beberapa sekolah terjadi kekosongan jabatan, sementara kepala sekolah memiliki tugas, pokok dan fungsi yang sentral dalam merumuskan, menetapkan, dan mengembangkan visi misi sekolah.

Ia mengatakan kepala sekolah merupakan penanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan, administrasi sekolah, pembinaan tenaga pendidikan, pendayagunaan dan pemeliharaan sarana prasarana serta supervisor bagi sekolah yang dipimpin.

“Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah menentukan keberhasilan dalam penyelenggaraan pendidikan,” tegasnya.

Haryanto berpesan agar para kepala sekolah yang baru dikukuhkan dapat mengemban amanah tersebut dengan sebaik mungkin. Mengingat satuan pendidikan bukan merupakan organisasi statis, melainkan dinamis sehingga setiap entitas didalamnya dituntut untuk selalu melakukan penyesuaian terhadap setiap perkembangan yang ada.

Untuk itu, Bupati Haryanto berpesan agar mampu berinovasi untuk mengejar ketertinggalan yang sempat terjadi selama penyelenggaraan pembelajaran jarak jauh. Karena selama PJJ berlangsung, banyak sekali keluhan dan permasalahan yang disampaikan oleh para wali murid baik SD dan SMP terkait kendala yang terjadi baik teknis maupun non teknis.

Haryanto menghimbau agar koordinasi serta kerjasama yang baik antara seluruh entitas sekolah dengan orang tua harus senantiasa dijaga agar mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang nyaman dan adaptif terhadap setiap perubahan guna mencetak peserta didik yang unggul, cerdas dan kompetitif.

“Semoga Alloh Subhanahu Wa Taála, Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa memberikan rahmat dan keberkahan terhadap segala yang kita upayakan dalam meningkatkan kualitas pendidikan demi mewujudkan masyarakat Kabupaten Pati yang sejahtera,” pungkas Bupati.

(po3/PO/MK)

Bupati Pati Lepas Keberangkatan 727 Calon Jemaah Haji Asal Pati

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Sekretaris Daerah Kabupaten Pati Jumani, serta Forkopimda Pati, Jumat pagi (3/5) memberangkatkan 727 calon jemaah haji kloter 1 dan kloter 2 asal Kabupaten Pati, menuju asrama haji Donohudan Boyolali.

Bupati dalam sambutanya, turut mendoakan seluruh calon jemaah haji agar diberikan kelancaran serta kesehatan dalam menunaikan ibadah haji.

“Calon jemaah haji ini rata-rata sudah capek. Mulai semenjak diumumkan mau berangkat ibadah itu sudah capek. Capeknya banyak dikunjungi oleh keluarga dan mengunjungi keluarga”, kata Haryanto saat apel pemberangkatan calon jemaah haji kloter 1.

Untuk calon jemaah haji kloter 1 diberangkatkan pada pukul 02.30 WIB, sedangkan kloter 2 diberangkatkan pukul 05.30 WIB dengan menggunakan 9 armada bus untuk tiap kloter. Dalam kesempatan itu, Haryanto pun berpesan agar calon jemaah haji selalu menjaga stamina serta kesehatan.

Menurut Bupati, para calon jemaah haji ini nantinya tidak terlalu banyak punya waktu untuk beristirahat.

“Karena apa, karena biasanya itu ada waktu tenggang satu hari bisa nginap di Donohudan, tapi kali ini tidak ada kesempatan. Karena langsung berangkat. Ini nanti tiba di Donohudan, malamnya langsung berangkat, langsung ke Madinah melaksanakan salat arbain yang tidak bisa putus selama delapan hari”, paparnya.

Selain itu, Haryanto juga berpesan agar para calon jemaah haji senantiasa menjaga kerukunan dan kebersamaan melalui Kepala Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) agar jemaah ini tidak ada yang tercecer.

Selain itu, jemaah tambahnya, mereka juga diharapkan tidak hanya dapat mengurus keluarganya namun juga dapat membantu untuk mengurus jemaah yang lainya.

“Mudah-mudahan dengan dua hal itu, bapak ibu sekalian di dalam menunaikan ibadah haji di Tanah Suci dapat berjalan dengan baik. Dan keluarga tidak usah berpikir nanti bagaimana di sana. Karena sekarang teknologi sudah canggih, nanti di sana juga bisa video call dan lain-lain. Berbeda dengan zaman dahulu ya”, pungkasnya.

(fn5 /FN /MK)

Bawah Umur, ZN Diduga Telah Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Siswi “12”

PATI – Cakranusantara.net | ZN diduga telah melakukan pelecehan seksual bawah umur pada salah satu siswinya sendiri sebut saja Bunga (12). Hal itu terjadi pada Jum’at (20/5/2022) dua pekan yang lalu.

Bunga merupakan murid kelas Vl di YPI (Yayasan Pendidikan Islamiyyah) Tarbiyatus Sibyan Madrasah Ibtida’iah (MI) Desa Ketanggan, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Data yang di himpun media ini, pada Rabu sore (25/5/2022) orang tua korban menceritakan kejadian tersebut, akibat kejadian itu, Bunga mengalami Trauma, kejadian itu terjadi ketika Bunga dan teman sekelasnya di minta untuk menumpuk tugas oleh ZN.

“ZN meminta semua murid Kelas Vl untuk menyetorkan hasil tugasnya ke sekolahan meskipun saat itu hari libur, usai menyerahkan tugas semua murid pulang ke rumah mereka masing-masing.” Katanya.

Tiba-tiba ZN memanggil secara pribadi kepada Bunga, yang kemudian mengajak Bunga untuk masuk ke ruang Kantor sekolahan, setelah berada di dalam ruangan Bunga di suruh duduk oleh ZN.

“Dengan alibi atau alasan menasehati Bunga, ZN juga diduga telah menciumi Bunga dan juga menjamah Payudara Bunga bahkan juga sempat menyingkap Rok bunga.” Ungkapnya.

Sebelumnya, hal itu belum langsung saya ketahui, berawal dari kecurigaan saya, biasanya Bunga setelah sekolah langsung pulang kerumah namun kali ini kok beda.

“Bunga serasa takut seakan ada yang di sembunyikan, sehingga Bunga harus sembunyi di rumah salah satu temanya, yang kemudian bunga saya cari dan saya temukan di rumah kawannya,” imbuhnya.

Melihat bunga menangis serasa ketakutan, kemudian saya menanyakan kejadian apa yang sudah di alaminya itu.

“Kemudian Bungapun menceritakan kejadian apa yang sudah di alaminya sembari menangis ketakutan.” Tanya Wali Murid sebut saja Fa.

Sebelumnya, hal ini sudah di tanggapi oleh pihak Kepala Sekolah (Kepsek) tersebut, dan ZN sudah pernah di panggil secara langsung oleh pihak sekolahan.

“Pada akhirnya ZN terpaksa di Non aktifkan selama Satu Semester (6 bulan) oleh pihak Sekolah.” Tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, dengan harapan, hal ini tidak terulang kembali kepada siswi yang lainya, maupun dilakukan oleh Oknum Guru yang lainnya di MI Tarbiyatus Sibyan khususnya.

(Red)

Cek Kesiapan Jalur Alternatif Jelang Pembongkaran Jembatan Juwana

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), dan Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Yudha Handita Pandjiriawan, serta perwakilan PT Bukaka Teknik Utama selaku kontraktor rekanan, Selasa (31/5), melakukan pengecekan di Jembatan Juwana yang segera dibongkar.

Pembongkaran Jembatan Juwana merupakan bagian dari proyek penggantian dan atau penduplikasian 37 jembatan Callender Hamilton (CH) se-Pulau Jawa oleh Kementerian PUPR.Selain melakukan pengecekan di Jembatan Juwana, mereka juga memonitor jalur lingkar selatan Juwana yang nantinya akan digunakan sebagai jalur alternatif.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa ini merupakan kali kelima pihaknya memastikan persiapan jalur alternatif sebelum pembongkaran Jembatan Juwana dilakukan.

“Apabila jalur alternatif ini sudah ada, masyarakat sudah diinformasikan dan disosialisasikan maka pada saatnya nanti, akan dilakukan pembongkaran. Kan kita tahu bahwa selama ini telah dibuatkan jalur – jalur yang sekiranya tidak menyebabkan kemacetan”, paparnya.

Sehingga saat pembongkaran nanti dilakukan, lanjut Haryanto, asalkan dari arah Bumirejo ditutup dan terdapat jalur alternatif, maka tidak akan menjadi persoalan. Kalau pun terjadi kemacetan, masih bisa diurai dari titik kemacetan.

“Ada nanti yang dipasang barier beton dari arah Bumirejo agar tidak dipindahkan oleh warga. Insya Allah lah bulan Juni ini bisa dilakukan pembongkaran. Namun semua tergantung persiapan dari rekanan dalam mempersiapan jalur alternatif. Kalau dalam waktu 1 minggu sudah selesai disiapkan ya bisa dilakukan pembongkaran”, terang Bupati.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pembangunan Jembatan menambahkan bahwa pihaknya melakukan orientasi lapangan tersebut, adalah dalam rangka melakukan segala persiapan sebelum benar – benar dilakukan pembongkaran.

“Kita mempersiapkan, jangan sampai ketika nanti dibongkar, jalur alternatif ini macet. Meskipun macet, jangan sampai macetnya parah dan melewati jalur – jalur yang bukan haknya. Kendaraan itu kan ada kapasitas – kapasitasnya kan? Ada kapasitas besar, kecil dan seterusnya. Kalau jalur yang disediakan untuk kendaraan kapasitas kecil dilewati kendaraan besar, ya jebol”, jelasnya.

Oleh karena itu, Yudha meyakinkan bahwa nantinya kendaraan – kendaraan tidak akan melewati jalur – jalur alternatif yang tidak terarah.Pihaknya pun berharap masyarakat tidak melewati jalur alternatif milik sendiri. Ia berpesan agar masyarakat pengguna jalan mengikuti jalur yang disediakan oleh pemerintah. Dan apabila timbul kekurangan, maka pihaknya akan melakukan evaluasi.

(fn1 /FN /MK)

Efek Jembatan Terbakar, Kementerian PUPR Cek Lapangan

PATI – Cakranusantara.net | Kebakaran yang sempat terjadi di Jembatan Juwana beberapa waktu yang lalu, mendorong Kementerian PUPR untuk langsung melakukan pengecekan lapangan.

Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Yudha Handita Pandjiriawan, bersama dengan Bupati Pati Haryanto, Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), dan perwakilan PT Bukaka Teknik Utama selaku kontraktor rekanan, Selasa (31/5), melakukan pengecekan di Jembatan Juwana yang rencananya bakal segera dibongkar tersebut.

“Yang jelas jembatan yang kemarin terbakar itu sudah tidak layak untuk dilewati kendaraan berat. Mungkin yang sekarang masih bisa lewat ya mobil pribadi dan sepeda motor”, ujar Yudha Handita Pandjiriawan.

Pihaknya pun menyebut, ketika nantinya jembatan dibongkar sebagaimana telah menjadi program pemerintah, penyelesaian akan memakan waktu paling lama dua tahun.

Namun pihaknya berharap, pembongkaran dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 sampai 1,5 tahun.

Saat ditanya soal ada tidaknya jembatan darurat, Direktur Pembangunan Jembatan mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu.

“Kalau memang diperlukan maka memang harus kita pasang. Tadi memang sempat dengar akan dipasang namun akan kita evaluasi dulu”, pungkasnya.

(fn1/FN /MK)

Bupati Pati Lantik 208 Pejabat Struktural Menjadi Pejabat Fungsional

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto melantik pejabat administrator ke dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Senin (30/5) di Pendopo Kabupaten Pati.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pati Haryanto, Sekretaris Daerah Pati Jumani, Inspektur Kabupaten Pati Agus Eko Wibowo serta Komisi A DPRD Pati Bambang Susilo.

Sebanyak 208 pejabat administrator mengikuti pelantikan pejabat fungsional melalui penyetaraan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati tersebut berdasarkan keputusan Bupati Pati nomor : 821.2/5283 tahun 2022.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, pelantikan pejabat fungsional tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri yang sempat tertunda.

“Akhirnya saya harus melaksanakan itu, jadi karena ini kebijakan nasional ya mau tidak mau harus kukuhkan, kita lantik menjadi pejabat fungsional. Yaitu penyetaraan dari eselon 4 menjadi pejabat fungsional,” ujarnya.

Namun menurut Haryanto, ada jabatan yang dikecualikan dalam penyetaraan ini. Antara lain di sekretariat OPD, yakni Kasubag Keuangan dan Kasubag Kepegawaian.

Selian itu juga jabatan yang pelayanan langsung dengan masyarakat, contohnya di kecamatan dan juga di kelurahan.

Ia membeberkan, pelantikan pejabat fungsional yang sempat tertunda dikarenakan untuk memetakan beberapa jabatan kosong yang harus segera diisi serta menunggu jika nantinya ada perubahan kebijakan dari pusat.

Untuk itu Haryanto berpesan agar para pejabat fungsional yang telah dilantik ini tetap semangat dan tidak berkecil hati. Apalagi merasa bahwa setelah menjadi pejabat fungsional memiliki kinerja yang menurun.

“Saya ucapkan selamat, tetap bekerja sesuai tupoksi dilaksanakan dan tidak lepas koordinasi dengan kepala bidangnya. Dan Semoga berkah dan amanah,” pungkasnya.

(po5/PO/MK)

Jelang Pembongkaran Jembatan Juwana, Bupati Pastikan Kesiapan Pengalihan Jalur

PATI – Cakranusantara.net | Pemkab Pati kembali mengundang sejumlah pihak terkait untuk rapat koordinasi terkait rencana dimulainya pembokaran jembatan sungai juwana di Ruang Joyokusumo, Sekretariat Daerah, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Beberapa pihak yang diundang di antaranya perwakilan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah-DIY Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dinas perhubungan, Polres Pati, dan perwakilan PT Bukaka Teknik Utama selaku rekanan.

Untuk diketahui, pembongkaran Jembatan Juwana merupakan bagian dari proyek penggantian dan/atau penduplikasian 37 jembatan Callender Hamilton (CH) se-Pulau Jawa oleh Kementerian PUPR.

“Ini sudah keempat kali rapat persiapan pembongkaran Jembatan Juwana. Kami ingin memastikan, sebelum dibongkar jangan sampai jalur alternatif yang dibuat menimbulkan kemacetan. (Pembongkaran ) yang direncanakan tanggal 4 Juni juga belum pasti, karena melihat kesiapan di lapangan,” jelas Haryanto. Jumat (27/5/2022).

Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu memastikan kesiapan di lapangan, terutama mengenai pengalihan jalur.Bupati mengaskan bahwa pihaknya ingin jalur alternatif yang disiapkan selama proses pembongkaran jembatan betul-betul siap sehingga tidak menimbulkan macet berkepanjangan.

Terlebih karena Jembatan Juwana yang akan dibongkar merupakan bagian dari Jalur Pantura Pulau Jawa yang sangat sibuk.

“Rekanan sudah kami undang. Mereka menyanggupi. Sekarang proses membenahi jalur alternatif yaitu jembatan yang selatan (Jembatan Lama Juwana). Juga ada jalur yang dari arah Bumirejo, nanti kami arahkan ke SMK Diponegoro. Kemudian jalur ke Bumirejo keluar, itu akan kami tutup karena bikin macet,” jelas Hariyanto.

Proses yang saat ini dilakukan sebelum dilakukan pembongkaran Jembatan Juwana, lanjut Haryanto, ialah pembenahan trotoar dan pelebaran jalan di jalur Jembatan Lama Juwana.

Meski belum dibongkar, saat ini Jembatan Juwana hanya bisa dilalui sepeda motor dan mobil pribadi, lanjut Haruanto. Ini merupakan dampak kebakaran yang terjadi di kompleks hunian liar di kolong jembatan pada Minggu (22/5/2022) dini hari lalu.

“Hanya bisa digunakan sepeda motor dan mobil pribadi, karena setelah kebakaran, ada penurunan kekuatan konstruksi. Membahayakan kalau dilalui kendaraan berat,” kata dia.

Dalam rapat, ada usulan bahwa saat proses pembongkaran jembatan nanti, jalur pesepeda motor dialihkan melalui Kampoeng Air Resto Juwana.Namun terkait usulan ini Haryanto mengatakan bahwa pihaknya akan terlebih dahulu berkomunikasi dengan pemilik resto.

“Akan kami komunikasikan dengan pemiliknya. Karena itu bukan milik Pemda, melainkan milik perorangan, bisa boleh bisa juga tidak. Tapi bisa jadi diperbolehkan. Karena mungkin bisa jadi promosi, siapa tahu kalau dilewati, rumah makannya malah semakin laris, ramai,” tandas Haryanto.

(po2/PO/MK)

DPRD Pati Gelar Raperda Pembangunan Kawasan Industri Bersama Eksekutif

Pati – Cakranusantara.net | DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah gelar Raperda Pembangunan kawasan Industri bersama badan Eksekutif di Gedung DPRD ruang Paripurna.

Bupati Pati Haryanto dalam rapat rancangan peraturan daerah (Raperda) menyampaikan jawaban Eksekutif pada pandangan umum Fraksi-Fraksi tentang Pembangunan kawasan Industri tahun 2022-2042,” ungkapnya. Rabu (25/5/2022).

Pihaknya akan segara menindak lanjuti pembahasan Raperda, karena perda ini bisa menjadi perwujudan industri daerah mandiri, bardaya saing, maju dan berwawasan.

“Raperda pembangunan kawasan Industri ini menjadi perhatian kami dalam Implementasi kebijakan terkait pembangunan.” Jelasnya.

Dalam Raperda juga tetap memperhatikan berbagai aspek kawasan industri, perizinan Amdal yang tidak mengganggu lingkungan dan warga sekitar.

“Aspek tenaga kerja dan aspek industri kecil menegah (IKM) juga harus tetap di perhatikan, sehingga tidak ada yang di rugikan dan semua Fraksi mendukung.” Tandasnya.

Turut hadir dalam Raperda Ketua DPRD Pati Ali Badrudin, Wakil Ketua l Joni Kurnianto, Wakil Ketua ll Hardi, beserta anggota Dewan lainnya, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekertaris Daerah (Sekda) Pati Jumani beserta jajaran Eksekutif lainnya.

(Nanang-Cn)

Daftar 12 Desa Wisata di Kabupaten Pati

PATI – Cakranusantara.net| Bupati Pati Haryanto meresmikan 12 Desa wisata di yang mana acara peresmian tersebut berpusat di Bukit Pengusen Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

12 Desa Wisata terbagi menjadi 2 klasifikasi yaitu kategori berkembang dan kategori rintisan. Untuk Desa wisata kategori berkembang ialah Desa Gulanggpongge Kecamatan Gunungwungkal, Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana dan Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil.

Sedangkan 9 Desa yang masuk kategori Desa wisata rintisan meliputi; Desa Pohgading, Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong, Desa Sidomulyo Gunungwungkal, Desa Sambiroto Kecamatan Tayu, Desa Mojoagung Kecamatan Trangkil, Desa Tluwuk Kecamatan Wedarijaksa, Desa Pekuwon Kecamatan Juwana, Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo dan Desa Larangan Kecamatan Tambakromo.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Pati Rekso Soehartono menyampaikan, peresmian tersebut dalam rangka memberikan peluang kepada Desa agar dapat bersaing dalam peningkatan Desa sebagai Desa wisata teladan dan kompetensi untuk membangun dunia kepariwisataan khususnya di Kabupaten Pati.

“Untuk menghasilkan Desa wisata yang berdaya guna, berkualitas, kreatif dan inovatif. Serta sebagai mitra pemerintah daerah (Pemda), untuk mempromosikan Desa wisata dan Pariwisata di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Sementara, Bupati Pati Haryanto menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Desa Gulangpongge yang sejak pagi sampai siang turut memeriahkan acara peresmian Bukit Pengusen.

Namun pihaknya menyebut, peresmian 12 Desa wisata tersebut bukan yang pertama kalinya, sebab sebelumnya telah diresmikan 4 Desa wisata di Kabupaten Pati sebagai Desa wisata yaitu; Desa Talun Kecamatan Kayen, Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Desa Bageng Kecamatan Gembong dan Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu.

“Dengan bertambahnya Desa wisata pada saat ini, membuat kunjungan wisata ke Kabupaten Pati juga meningkat.” Ujarnya.

Dengan harapan pendapatan asli daerah (PAD) baik ke Desa maupun ke daerah, terlebih untuk pelaku UMKM dapat berkembang”, harapnya.

Diakui Bupati Pati bahwa yang namanya merintis Desa wisata itu tidaklah mudah. Sebab, harus butuh waktu serta infrastruktur yang memadai. Meskipun alam di sekitar sangat mendukung, namun sarana prasarana (Sarpras) khususnya akses jalan menuju ke lokasi Desa wisata sangat penting.

“Untuk akses jalan memang sangat susah apabila semua ditanggung oleh pemerintah Desa.” Jelasnya.

Oleh karena itu, perlu peran serta pemerintah daerah syukur – syukur ada investor yang masuk.

“Jangan hanya ingin wisatawan datang sekali, namun bagaimana caranya menarik para wisatawan datang terus menerus dan ketagihan”, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pati bersama rombongan Forkopimda juga menyempatkan mengunjungi 12 stand Desa wisata yang tersedia. Pihaknya mencoba kudapan maupun makanan khas dari 12 Desa yang ada. Acara pun ditutup dengan pemberian sertifikat Desa wisata kepada 12 Kepala Desa (Kades).

(po1/PO/MK)