Bupati dan Wabup Pimpin Rapat Tanggap Bencana

 

PATI – Cakranusantara.net | Bertempat di ruang Joyokusumo Sekretariat Daerah kabupaten Pati, Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin), Jumat (15/7) memimpin rapat tanggap bencana lintas sektoral.

Berbagai langkah sistematis dan cepat pun diterapkan untuk mengatasi dampak banjir bandang di Kecamatan Margoyoso dan Pati.

Bupati Pati Haryanto pun menekankan bahwa penanganan saat ini yang harus dilakukan adalah memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari, mengingat kondisi di lapangan banyak masyarakat korban banjir tinggal di pengungsian dengan kondisi seadanya. Selain tidak bisa dapat beristirahat dengan baik, warga terdampak banjir tersebut juga tidak bisa memasak. Bahkan pakaiannya pun hanyut tersapu banjir.

“Setelah melihat kondisi di lapangan di sana, memang kita sangat prihatin. Kita harus menyelesaikan satu persatu. Jadi tidak bisa semuanya. Yang utama ini adalah tentang bagaimana orang-orang itu yang tidak punya tempat tinggal, tidak bisa memasak. Yang jelas kita utamakan adalah kebutuhan sehari-hari. Kesehatannya bagaimana, harus kita perhatikan. Karena ini tidak bisa sehari dua hari, penyelesaian itu bisa berminggu-minggu. Karena berkaitan dengan infrastruktur yang ada”, jelasnya.

Untuk itu Haryanto mengajak kepada seluruh elemen agar bersama-sama membantu masyarakat yang terdampak banjir menyediakan kebutuhan makan, minum serta air bersih setiap harinya.

Selain itu, Haryanto juga akan mengerahkan armada untuk mengangkut sisa-sisa lumpur dan sampah dari pemukiman warga.

“Nanti ada armada pemadam kebakaran juga dikerahkan, dari PMI juga disiapkan dalam rangka untuk membantu pembersihan rumah itu, juga sekaligus membantu membersihkan jalan-jalan yang terkena lumpur dan tidak bisa dilewati” tandasnya.

Haryanto berpesan agar nantinya distribusi bantuan ini dilakukan dengan tepat sasaran sesuai data yang ada.

“Nanti kita inventarisir, karena bantuan itu akan menjadikan kecemburuan. Jangan sampai sing rusak ringan malah entuk akeh, sing rusak berat malah ora. Jadi nanti kita klasifikasikan”, tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengatakan saat ini semua pihak harus menyatukan visi dan fokus dalam penanganan dampak pasca bencana yang terjadi. Diantaranya adalah dengan membentuk tim gabungan yang bertugas sesuai bidangnya. Mulai distribusi makanan, obat-obatan, kebutuhan pokok serta penanganan tanggul jebol yang menjadi titik fokusnya.

“Musibah ini memang tidak kita harapkan, mari kita bahu-membahu karena bagaimanapun juga kita harus secepatnya menangani ini. Penguatan tanggul-tanggul juga harus segera dilakukan bersama BBWS juga”, sebut Wabup.

Safin pun menjelaskan, sesuai data yang diterima ada 13 rumah di Desa Bulumanis Kidul mengalami kerusakan yang cukup parah bahkan ada yang rata dengan tanah. Sedangkan di Desa Tunjungrejo ada 17 rumah serta infrastruktur yang juga mengalami kerusakan. Sedangkan untuk alat berat excavator juga sudah diterjunkan di lokasi pada pagi ini.

Adapun untuk sandbag dan geobag juga sudah dipersiapkan untuk perbaikan tanggul sementara.

“Mari kita sama-sama, apa yang kita bisa bantu, maka segera akan kita lakukan secepatnya. Jadi untuk skala kedaruratan, teman-teman DPU dan BBWS bagaimana harus bisa menaggulangi ini secepatnya, takutnya ini nanti ada hujan susulan lagi”, imbuhnya.

Selain Bupati Pati Haryanto dan Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, hadir pula dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah kabupaten Pati Jumani, Dandim Pati, Kabag Ops Polres Pati, BBWS Pemali Juwana, perwakilan Kemensos RI, Kadis PU, Kadis Kesehatan Kabupaten Pati,Camat Margoyoso, Baznas Pati, serta Kepala Desa Bulumanis Kidul, Kepala Desa Sekarjalak, Kepala Desa Tunjungrejo dan perwakilan Dinas terkait.

(fn5 /FN /MK)

Tanggul Suwatu Jebol, Bulumanis Terkena Dampak Banjir Bandang

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Haryanto tinjau kondisi Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, usai terjadinya banjir bandang pada Kamis (14/7/2022) dini hari.

Banjir bandang terjadi karena tanggul Sungai Suwatu jebol akibat tidak kuat menahan tingginya debit air setelah terjadi hujan deras semalaman.

Saat Haryanto dan jajarannya tiba di lokasi sekira pukul 14.30 WIB, air sudah surut. Menyisakan endapan lumpur yang menumpuk di jalanan dan rumah-rumah warga.

Menurut Haryanto, banjir bandang kali ini cukup parah. “Kami menginventarisir dampak banjir bandang ini. Dampaknya cukup berat karena ada 13 rumah yang roboh, hanyut terbawa banjir, di Desa Bulumanis Kidul. Kemudian di Desa Tunjungrejo ada 12 rumah rusak, dan di Desa Sekarjalak rusak ringan,” ucap dia.

Haryanto mengatakan, untuk penanganan cepat, pihaknya mendahulukan suplai makanan untuk warga. Hal ini mendesak karena warga tidak bisa memasak akibat dampak banjir.

“Bantuan makanan datang dari PMI, relawan, komunitas, Dinsos, dan Kemensos. Nanti juga ada dapur umum kami tempatkan dekat Balai Desa Bulumanis Kidul. Gudang di PMI juga saya minta dimanfaatkan sebagai dapur umum untuk memback up, yang penting kebutuhan pangan warga tercukupi,” ujar dia.

Setelah itu, lanjut Haryanto, pihaknya memetakan kebutuhan-kebutuhan lain yang dibutuhkan korban banjir.

“Rumah rusak, sudah barang tentu pemerintah akan membantu. Kasihan karena dokumen-dokumen penting juga hanyut terbawa banjir,” ucap dia.

Haryanto meminta masyarakat bersabar dan tidak saling menyalahkan. Ia meminta masyarakat bersatu padu menyikapi musibah ini dan mencari solusi terbaik.

Terkait kondisi listrik yang padam hingga sore hari ini, Haryanto sudah menghubungi Manajer PLN Juwana. Listrik akan segera dinyalakan lagi.

“Dipadamkan tadi atas permintaan kades. Sebab dalam kondisi banjir, berbahaya kalau terjadi korsleting,” ujar dia.

Adapun mengenai tanggul yang jebol, pihaknya akan melakukan penanganan sementara terlebih dahulu setelah banjir sepenuhnya surut. Akan dibuat tanggul darurat. Sebab, penanganan permanen membutuhkan waktu dan anggaran khusus.

Saat ini, alat-alat berat juga telah diterjunkan untuk membersihkan desa dari endapan lumpur. Satu unit ekskavator juga diterjunkan untuk mengevakuasi sumbatan di bawah jembatan di Jalan Juwana-Tayu, turut Desa Sekarjalak.

Namun, menurut Haryanto, ekskavator saja tidak cukup untuk mengatasi sumbatan di bawah jembatan.

“Maka saya perintahkan Kepala DPU, karena ekskavator saja tidak akan bisa mengatasi, kami turunkan manual dengan gergaji mesin, bambu itu sudah kayak benang ruwet. Harus dipotong-poton dulu baru diangkat ke atas, itu akan menyelesaikan persoalan, karena sudah beberapa kali saya mengatasi permasalahan semacam itu,” tandas Haryanto.

Pada kesempatan tersebut, Haryanto juga didampingi Asisten 2 Sekda Pati Pujo Winarno, Kalakhar BPBD Pati Martinus Budi Prasetya, Kasatpol PP Pati Sugiyono, Camat Margoyoso Agus Purwanto, Kepala Desa Bulumanis Kidul dan Sekarjalak, serta perwakilan dari Dinsos, DPUTR, dan Kemensos.

(po1/PO/MK)

Sedekah Bumi Kembali Digelar di Desa Lengkong, Bupati Ajak Warga Jaga Kebersamaan

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto menyaksikan pagelaran seni budaya Jawa wayang kulit Ki Dalang Sigit Ariyanto bertema Lengkong bersenyum (bersih, sehat, elok, nyaman untuk masyarakat) dengan lakon Wahyu Katentreman di Desa Lengkong Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pagelaran wayang kulit tersebut merupakan rangkaian acara sedekah bumi warga setempat, Rabu (13/7/2022) malam.

Melalui sambutannya, Bupati Pati Haryanto mengajak kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi Sedekah Bumi yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu.

Seperti diketahui, Sedekah Bumi di Pati sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid, Namun tahun ini, tradisi masyarakat sudah boleh diselenggarakan. Kabar ini seakan kembali mengobarkan semangat masyarakat dalam melestarikan budaya.

Sedekah bumi adalah budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan menimbulkan efek positif, karena selain bisa bersilaturrahmi antar warga, juga menciptakan kerukunan di masyarakat. Meski sempat terhenti karena pandemi Covid, kini masyarakat bisa kembali melaksanakan sedekah bumi.

Sedekah Bumi, menurut Bupati Pati Haryanto selain sebagai ucapan rasa syukur, tradisi ini juga digelar sebagai bentuk rasa kebersamaan kepada sesama.

Wayang kulit ini ditampilkan sekaligus sebagai upaya sesarengan uri-uri (bersama melestarikan) seni tradisi, yang sekaligus mengedukasi pendidikan budi pekerti serta kepribadian.

“Selain sebagai rasa syukur kepada sang pencipta, sedekah bumi ini juga sebagai wujud pelestarian budaya yang sudah dilakukan turun-temurun, Sedekah Bumi dapat menolak balak atau menjauhkan dari musibah,” ujar Bupati.

Yashadi selaku Kades Lengkong mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pati yang sudah datang di acara sedekah bumi di Desa Lengkong.

“Semoga warga masyarakat Desa Lengkong bisa kompak serta guyub rukun dan berharap agar hasil bumi bisa lebih berlimpah dan Produksi garam bisa lancar,” pungkasnya.

(po3/PO/MK)

Ketua DPRD Pati Sebut Tiga Calon Pj Bupati

Pati – Cakranusantara.net | Konferensi pers hasil rapat terkait surat dari Kementrian dalam negeri (Kemendagri) dengan Nomor 131.33/390/3J tentang usulan Nama calon Penjabat Bupati Pati Tertanggal 8 Juli 2022, bertempat di gedung DPRD Kabupaten Pati dengan pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Akhirnya mengusulkan 3 kandidat untuk menduduki kursi Penjabat (PJ) Bupati Pati selama 2 tahun mendatang.

Konfrensi Pers dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Pati Ali Badrudin yang didampingi Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati Joni Kurnianto Serta Wakil Ketua III Muhammadun.

Dalam Konfrensi Pers Ali Badrudin menyampaikan 3 Nama Kandidat Pj Bupati Pati diantaranya Tri Hariyama, Teguh Widyatmoko serta Bambang Susanto. Dengan perolehan suara yang berbeda-beda.

“Dari tiga nama yang telah disepakati dan mendapat suara terbanyak yaitu Tri Hariyama mendapatkan 9 suara, Bambang susanto 9 suara, teguh widyatmoko 4 suara, Kesepakatan yang kita pilih dalam rapat dengan semua Fraksi di DPRD Kabupaten Pati terpilihlah 3 nama itu,” Ucap Ali Badrudin, Rabu (13/07/2022).

Nama nama yang diusulkan DPRD tidak menjadi penentu siapa yang nantinya terpilih sebagai Pj Bupati Pati, Karena keputusan dan kewenangan ada di (Kemendagri).

“Ini hanya berupa usulan bukan penentu. Jadi siapa yang akan menjadi Pj kita kembalikan yang mempunyai kewenangan yaitu Kemendagri,” Jelasnya.

(MH-CN)

 

Pembinaan APDes, Bupati Bersama Wabup Sambangi Dua Kecamatan

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin menghadiri kegiatan pembinaan aparatur pemerintah desa (APDes) yang dilaksanakan di dua Kecamatan, yaitu Jaken dan Jakenan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati bersama Wabup menyampaikan beberapa pokok bahasan mulai dari infrastruktur, kebijakan penggunaan lahan, penyelamatan aset desa, perekonomian daerah dan sejumlah poin lainnya.

Bupati menyebut bahwa selama dua tahun anggaran terakhir, alokasi anggaran yang digunakan untuk infrastruktur sangat jauh jumlahnya jika dibandingkan sebelum pandemi. Karena sebagian besar anggaran yang ada digunakan untuk penanganan pandemi.
“Apalagi kita juga harus mencukupi anggaran-anggaran yang dipergunakan untuk penanganan pandemi seperti pembelian APD, pemberian insentif tenaga kesehatan, serta untuk menutup Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang belum tercover dari pusat dan desa”, terang Haryanto, Selasa (12/7/2022).

Selain itu Haryanto juga mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Saiful Arifin pada periode 2017-2022, telah mendapat nilai 90,11 dari audit inspektorat atau kategori baik sekali.

“Saya sudah banyak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Menurut saya sudah baik, namun tentunya masih ada kekurangan, itu wajar. Tetapi sesuai audit akhir masa jabatan kami memperoleh nilai 90,11 ini artinya sangat baik,” jelas bupati.

Bupati Haryanto mengatakan telah membuat ayem tentrem masyarakat Kabupaten Pati, Hal ini terbukti dengan tidak banyak persoalan di pemerintahan.

Bupati juga mengungkapkan telah melaksanakan janji-janji politik dengan baik melalui pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pelayanan kepada masyarakat telah dilakukan secara optimal.

(po2/PO/MK)

Bupati Pati Sholat Idul Adha di Masjid Besar Juwana, Singgung Proses Pembangunan Jembatan

 

 

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Besar Al-Mukarromah Juwana Minggu (10/7), didampingi camat Juwana dan tokoh agama setempat.

Sebelum dimulai sholat, Bupati Haryanto memberikan sambutan dihadapan para jemaah. Bupati menyampaikan ucapan selamat merayakan Idul Adha 1443 H kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha agar semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh Subhanahu Wa Taala.

“Alhamdulillah setelah dua tahun lamanya ibadah kurban diselenggarakan dengan pembatasan dan ibadah haji ditunda pelaksanaannya, pada tahun ini kita dapat kembali melaksanakan ibadah kurban dengan keleluasaan dan ibadah haji dapat kembali digelar,” ujar Bupati.

Terkait pembangunan kembali jembatan Juwana, yang akan dimulai pembangunannya, Haryanto meminta warga Juwana untuk bersabar.

“Karena dampak yang ditimbulkan mengakibatkan kemacetan. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin bekerjasama dengan berbagai pihak agar meminimalkan kemacetan dan dampak yang ditimbulkan,” ungkap Bupati.

Bupati menegaskan, pembangunan kembali jembatan Juwana penting untuk dilakukan.

“Memang dari evaluasi, jembatan juwana ini sudah saatnya dibongkar karena sudah tua. dan kalau tidak dibangun kembali dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pungkasnya.

(po1/PO/MK)

Bupati Berikan Pembinaan untuk Aparatur Pemerintah Desa

 

PATI – Cakranusantara.net | tempat di Aula Kecamatan Margorejo Pati, Bupati Pati Haryanto, Kamis (7/7), menghadiri acara Pembinaan Aparatur Pemerintah Desa.

Beberapa poin yang menjadi fokus pembinaan Bupati ke aparatur pemerintah desa, antara lain terkait keluhan infrastruktur, keluhan masyarakat terhadap jam kantor di Balai Desa, dan juga terkait penyelamatan aset Desa.

“Lalu terkait fenomena semua OPD dan Desa serta lembaga yang meminta ditingkatkan kesejahteraanya, saya minta itu disesuaikan dengan kondisi. Perlu diketahui kita ini sedang dalam keadaan prihatin karena negara sedang menangani dan membenahi dampak pandemi Covid-19 yang belum kunjung selesai. Belum lagi kita ini masih bertumpu pada Dana Alokasi Umum (DAU)”, ujarnya.

Sedangkan untuk infrastruktur, selama dua tahun anggaran, alokasi yang digunakan untuk infrastruktur sangat jauh jumlahnya jika dibandingkan sebelum pandemi.

” Apalagi kita juga harus mencukupi anggaran-anggaran yang dipergunakan untuk penanganan pandemi seperti pemberian insentif tenaga kesehatan, pembelian APD, dan dipakai untuk menutup Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang belum tercover dari pusat dan desa”, terang Haryanto.

Bupati juga mengungkapkan jika saat ini pihaknya telah mengutamakan pembangunan jalan-jalan poros antar kecamatan dan antar desa. “Sebagian besar sudah dimulai, namun karena curah hujan cukup tinggi, itu agak menjadi persoalan dalam pengerjaannya”, imbuh Haryanto.

Ia juga menambahkan jika kondisi jalan desa sekarang malah lebih bagus dari jalan kabupaten, karena jalan desa banyak dicor hot mix dan tidak dilewati kendaraan bermuatan berat. “Tapi untuk jalan kabupaten banyak muatan berat, banyak muatan galian c yang tidak terkontrol, sehingga akhirnya merusak jalan”, ujarnya.

Haryanto pun mengingatkan agar kepala desa dan aparatur pemerintah desa yang tidak taat dengan jam kantor untuk bisa memperbaiki diri.

“Ke depan kita gunakan absensi elektronik, dan sudah saya buatkan regulasinya. Karena kita ini tiap bulan mengeluarkan puluhan milyar yang berasal dari APBD digunakan untuk para Kades dan perangkat berbentuk Penghasilan Tetap (Siltap)”, imbuhnya.

Kemudian terkait aset desa, Bupati mewanti-wanti agar aset desa dapat diselamatkan. “Aset desa harus ditata dengan baik. Yang tukar guling harus segera diselesaikan dan ada aturannya itu, sebab jangan sampai di kemudian hari jadi persoalan”, lanjutnya.

Ia pun mengingatkan bahwa seharusnya aset desa tidak bisa berkurang, namun bila perlu bisa bertambah.

(fn4/FN/MK)

Terima Program KKN Dari 73 Mahasiswa Undip Asli Pati

 

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto menerima peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro ( Undip ) Semarang Tahun Akademik 2021/2022.
Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Bupati Haryanto secara simbolis memakaikan topi serta jas almamater kepada perwakilan peserta KKN, Kamis (07/07/2022).

Bupati Haryanto menyampaikan, 73 peserta KKN akan langsung berangkat menuju desa tujuan yang telah ditetapkan. Kebanyakan, peserta KKN ini memilih di desa terdekat dari tempat tinggalnya, mengingat seluruh peserta KKN Undip ini berasal dari Kabupaten Pati sendiri.

“Hari ini saya terima langsung, dengan harapan terjalin hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Pati dengan Universitas Diponegoro Semarang,” sebutnya.

Haryanto mengatakan, kerjasama antara Pemkab Pati dengan Undip sudah berjalan cukup lama. Biasanya, Pemerintah Kabupaten Pati juga menerima KKN dari Undip dengan jumlah yang cukup besar, hingga ribuan mahasiswa.

“Setahun biasanya dua kali, hanya saja kita ini terbentur pandemi covid, sehingga akhirnya pandemi yang memporak-porandakan aktivitas baik dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya. Lebih-lebih yang berhubungan dengan kegiatan sosial,” kata Bupati Haryanto.

Bupati berharap dengan adanya KKN ini nantinya dapat membantu adanya program-program desa. Tentunya harus berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Karena disana mahasiswa akan banyak menimba ilmu, lebih-lebih pada bidang dan jurusan akademiknya.
“Dengan adanya KKN ini akan membantu pembenahan administrasi, akan membantu pemberdayaan. Dan tentunya ilmu-ilmu yang diperoleh selama ini akan bisa diterapkan di desa nanti,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pati Haryanto, Kepala Badan Kesbangpol Pati, Kepala Bappeda Pati, Dosen Undip DR. Adi Nugroho, para Camat serta Sekcam dari 11 Kecamatan tujuan KKN.

(po5/PO/MK)

Bupati Bersama Kadispertan Pantau Vaksin PMK di Pucakwangi

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Dispertan (Dinas Pertanian dan Peternakan) Pati memantau langsung pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) perdana pada hewan ternak khususnya sapi di Desa Pucakwangi, Kecamatan Pucakwangi, Selasa (28/6/2022).

Bupati Haryanto menyampaikan bahwa vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari tim Penanganan Reaksi Cepat (PRC) untuk wabah PMK di Kabupaten Pati.

Sebelum vaksin PMK tersebut didapat, pemerintah daerah telah berupaya untuk menekan penularan PMK yang tergolong cepat ini.

Adapun sejumlah peternakan sapi lain yang dikunjungi ialah di Desa Plosorejo dan Desa Karangrejolor. Di Plosorejo terdapat beberapa ekor sapi yang terpaksa tidak jadi disuntik vaksin. Hal ini lantaran ada beberapa bagian tubuh sapi yang diduga terkena virus PMK. Namun, diganti dengan diberikan sejumlah paket obat – obatan.

“Alhamdulillah, kita sudah dapat bantuan vaksin dari pemerintah pusat. Meskipun saat ini jumlahnya belum begitu banyak, yaitu baru 4.000 vaksin. Nantinya akan disupport juga dari pemda”, ujarnya.

Namun demikian, dengan jumlah yang masih terbatas itu, vaksinasi PMK memang diutamakan untuk sapi yang sehat. Sebab jangan sampai sapi yang sehat tertular sapi yang sakit.

Haryanto menilai, penanganan PMK ini, hampir sama dengan penanganan pandemi Covid. Oleh karena itu, bagi petugas kesehatan maupun penyuluh yang menangani, diharuskan benar – benar steril.

“Jadi sapi – sapi yang kita suntik di tempat ketua ternak setempat, Pak Supo ini adalah sapi – sapi yang sehat. Begitupun dengan ternak – ternak yang lain, kita suntik sejumlah 4000 dosis vaksin yang tersedia ini”, tegasnya.

Haryanto menegaskan, 4000 vaksin tersebut, tidak dialokasikan di seluruh kecamatan yang ada di Pati. Melainkan hanya di beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori endemi. Yaitu diantaranya di Juwana, Cluwak dan seterusnya.

“Sampai saat ini jumlah sapi yang mati akibat PMK sebanyak 50 ekor. Peningkatannya cukup tajam dalam kurun waktu sepekan, yang mana sebelumnya hanya 9 ekor, kini jadi 50 ekor”, ungkapnya.

Namun, berdasarkan data yang ada, sebagian besar sapi yang mati adalah sapi yang masih kecil / anakan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh maupun fisik yang tidak mampu melawan PMK.

Pihaknya berharap, semoga dengan antisipasi melalui vaksin ini, PMK dapat teratasi layaknya kasus pandemi Covid. Sebab apabila mengingat kembali awal pandemi Covid, kasus kian meningkat seiring belum munculnya vaksin Covid.

“Dari 50 ekor sapi yang meninggal tersebut, didominasi di dua kecamatan yaitu Tlogowungu dan Margoyoso. Desa – desa lain pun ada, namun untuk populasi yang banyak dari dua kecamatan tersebut. Semoga apabila yang sehat ini sudah disuntik, PMK tidak merambah ke ternak lainnya”, tegasnya.

Pihaknya pun menghimbau pada seluruh camat dan kades untuk dapat memberikan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat agar tak perlu resah dan khawatir yang berlebihan. Terlebih, ada pihak – pihak yang berupaya mempengaruhi dan menakuti para peternak terkait penularan PMK pada sapi hingga akhirnya sapi yang diternak terpaksa dijual murah.

(po1/PO/MK)

Sambut HUT Bhayangkara, Bupati Gowes Bareng Kapolres Pati

 

 

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto mengikuti Gowes santai dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76. Acara ini dipusatkan di Polres Pati dan gowes santai ini juga diikuti oleh anggota polisi, TNI, dan beberapa instansi terkait.

Acara dibuka dan diberangkatkan langsung oleh Bupati Haryanto bersama dengan Kapolres Pati AKBP Cristian Tobing.

Bupati Haryanto dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya mengucapkan selamat Hari Bhayangkara yang ke-76 dan terima kasih kepada jajaran Polres Pati yang telah membantu pemerintah daerah dalam percepatan vaksin dan dalam rangka penanganan pencegahan penyebaran Covid di Kabupaten Pati.

“Alhamdulillah kondisi Covid di Kabupaten Pati saat ini landai, namun kita tetap harus berhati-hati dan selalu waspada”, tegasnya.

Ia pun berharap Polisi ke depan terutama Polres Pati semakin berjaya dan cintai masyarakat.

“Sebagaimana semboyan Polres Pati yaitu Polres Pati Bersahabat”, pungkasnya.

(fn1/FN/MK)