Mas Yana Bikin Salut, Rela Rogoh Kantong Pribadi Buat Bangun Desa

Pati – Cakranusantara.net | Bikin Salut, Salah satu pengusaha Meubel Desa Guwo, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah rogoh uang pribadi demi memperbaiki akses Jalan Desa agar terlihat layak untuk dilalui pengendara, layak mendapatkan Apresiasi.
Amatan awak media di lokasi, Pembangunan proyek perbaikan jalan Desa itu di mulai hari ini Jum’at (5/7) di rabat beton dengan Panjang 100 meter, lebar 270 cm di targetkan hari ini selesai, warga lainnya juga sangat antusias dalam pengerjaanya, secara suka rela siap membantu 24 jam pengerjaanya itu.
Pemuda mantan pengemudi Pemadam Kebakaran (Damkar) eks Bakorwil 1 Pati asli warga Desa Guwo yang akrab disapa mas Yana (38) adalah Sosok pemuda yang peduli dalam mbangun Deso dan sangat familiar dengan warga setempat khususnya.
Mas Yana, saat diwawancarai diketahui masa pendukungnya juga sangat banyak, apakah ada bantuan peran serta Desa atau mau mencalonkan diri sebagai Kepala desa (Kades), dengan senyuman dan tertawa lepas menjawab.
“Pertama, kalau nunggu bantuan Pemerintah, bisa sampai klenger (pingsan), gak turun-turun mas, dana ini murni dari pribadi saya, terkait soal mau nyalon Kades, mending uangnya saya pakai buat bangun Desa bisa langsung dinikmati oleh orang banyak, toh membangun desa tidak perlu menunggu jadi Kades dulu baru membangun,” ungkapnya, Jum’at (5/08/2022).
Setidaknya, pagi ini ada 30 orang yang turut membantu melakukan pekerjaan itu sampai siang, dilanjutkan habis Jum’atan lebih dari 40 orang sampai selesai.
“Mereka semuanya tidak satupun yang dibayar, kalau soal masa saya gak kekurangan cukup saya panggil 5 menit, seribu orang mau datang dengan sukarela dan siap 24 jam,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Jumadi salah satu warga mengatakan, Saya sangat berterima kasih dan bersyukur dengan adanya sosok Mas Yana ini, yang telah mau memperbaiki akses jalan dalam Desa dengan menggunakan dana pribadinya “merogoh kantong sendiri”,” singkatnya.
Meskipun harus mengeluarkan dana pribadi, Pemuda 38 tahun itu, kedepannya masih berencana ingin membangun sambungan jalan ini tembus sampai kebatas jalan Desa agar bisa di jadikan akses warga.
(Tejo/Cn)

Bupati Raih Penghargaan Wredatama Nugraha Utama

 

PATI – Cakranusantara.net | Persatuan Wredatama Republik Indonesia memberikan Piagam dan Tanda Penghargaan Wredatama Nugraha Utama kepada Pembina PWRI, Pengurus PWRI, Anggota PWRI, Pejabat Negara, Pejabat Pemerintah dan Tokoh-tokoh masyarakat atas partisipasinya dalam mendukung dan membina pensiunan Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil yang sangat bermanfaat dan jasa-jasanya bagi kemajuan dan perkembangan Persatuan Wredatama Republik Indonesia.

Pada Penganugrahan Piagam dan Tanda Penghargaan Wredatama Nugraha Utama tahun 2022 ini, Bupati Haryanto menjadi satu- satunya Bupati yang menerima piagam penghargaan dari Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia tersebut.

Pada Penganugrahan Piagam dan Tanda Penghargaan Werdatama Nugraha Utama Tahun 2022 ini Bupati Haryanto menjadi satu satunya bupati yang menerima piagam penghargaan dari Pengurus Besar Persatuan Werdatama Republik Indonesia tersebut.

Piagam dan tanda penghargaan diserahkan langsung oleh Sekjen Pengurus Besar PWRI kepada Ketua PWRI Kabupaten Pati pada saat Musprov yang dilaksanakan di hotel Khas Semarang 25 – 26 Juli 2022.

Apapun piagam dan tanda penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua PWRI Kabupaten Pati di sela- sela acara coffe morning, Rabu (3/8) di ruang Pringgitan Setda Kabupaten Pati.

Menurut Haryanto pensiun bukanlah akhir dari suatu pengabdian, melainkan wujud keberhasilan dari pengabdian selama melaksanakan amanah sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat.

Bupati mengimbau kepada segenap Aparatur Sipil Negara yang menjelang purna tugas sebagai PNS untuk bergabung ke dalam PWRI.

“Berbekal pengalaman selama menjadi abdi negara dan pelayan masyarakat, kita bisa terus eksis dan mengambil peran diberbagai sektor kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang penuh dinamika, baik itu secara individu maupun kelompok,” jelasnya.

Ketua PWRI Kabupaten Pati Purwanto menyampaikan bahwa selain satu satunya Bupati yang menerima penghargaan, Bupati Haryanto juga satu-satunya Bupati di Jawa Tengah yang menjadi anggota PWRI.

“Atas peran serta, perhatian yang diberikan serta memenuhi syarat sebagai penerima penghargaan kami dan Ketua PWRI Jawa Tengah mengusulkan nama Bupati Haryanto hingga akhirnya terpilih sebagai penerima Piagam dan tanda penghargaan Wredatama Nugraha Utama,” ujar Purwanto.

(po2/PO/MK)

Pungli Merajalela, Diduga  Oknum “STR” Menjadi Aktor Utama

Pati – Cakranusantara.net | Guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) dibeberapa kecamatan keluhkan adanya dugaan Pungli yang dilakukan innesial (STR) yang berperilaku over jabatan. Pasalnya, hal itu terjadi di sejumlah Koorwilcam bidang pendidikan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Berdasarkan penelusuran Tim Awak Media dan hasil klarifikasi ke sejumlah nara sumber pada (28/07), banyak terjadi kejanganggalan prosedur dan over job atas jabatan Koordinator wilayah kecamatan (Koorwilcam) bidang pendidikan, yang seharusnya menjadi sebagai penghubung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Jawa Tengah Justru menjadi Dissermaker atau penentu kebijakan, Rabu (3/8/2022).

Modus ini sudah di keluhkan oleh Guru dan Kepsek SD namun peran STR justru terkesan di dukung oleh pimpinan diatasnya. Kejadian itu, masing masing di Kecamatan Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa serta kecamatan Pati Kota.

Namun sikap arogan STR malah diduga semakin menjadi-jadi saat menjadi Koorwilcam bidang pendidikan Kecamatan Pati Kota dan itu sungguh sangat meresahkan guru dan Kepsek.

Agenda dan kinerja STR terkesan menjadi mesin pengeruk pundi-pundi uang dengan berbagai macam dugaan pungli dengan bentuk iuran yang dibebankan oleh sekolah atau pribadi guru/ Kepsek dilingkungan/ wilayahnya.

Adapun jabatan empuk selama ini, disinyalir sudah disalahgunakan dengan menekan para bawahannya untuk mengeruk keuntungan secara pribadi. Berlagak menjadi Penguasa yang dekat dengan Kepala Dinas (Kadin) dan Bupati.

Adanya tarikan/ iuran dari Kepsek yang dimutasi, maupun yang baru dilantik, guru mutasi dari Kecamatan lain sebesar Rp. 1 Juya hingga Rp. 2 Juta rupiah dengan alasan syukuran, SK pensiun jika keluar di minta memberikan upah sekitar Rp. 400 – 500 ribu rupiah.

Bahkan ia membuat statement yang mengatasnamakan Disdik yang hanya secara lisan, tanpa adanya surat penguat.

Sumber berita ini berdasarkan Pengakuan dari nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya guna menghindari  interfensi dan memberikan contoh, iuran Donasi PMI, Infaq dari Baznas, Sertifikasi guru Kabupaten Pati.

Belum lagi usulan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) pendidikan yang terkesan dikondisikan bukan sesuai kebutuhan, namun sesuai dengan keinginannya yang hanya diberikan Kepsek yang bisa diatur dan mau memberikan sejumlah fee Penunjukan Langsung (PL) atas usulannya padahal mekanisme ada kalender Dapodik.

Hasil Pendalaman investigasi team media di lokasi SDN 02 Sidokerto yang mendapatkan proyek DAK yang nominalnya mencapai Rp. 490.3 juta rupiah, yang saat ini baru tahap pembangunan sungguh mengundang tanda tanya seakan akan membenarkan keluhan dari para Kepesek dan Guru.

Bagaimana tidak banyak sekolah yang membutuhkan rehap bangunan justru hanya terpusat di SDN 02 Sidokerto Kecamatan Pati yang mendapatkan empat titik proyek sekaligus, pembangunan rehab Gedung, Ruang Guru, Ruang perpustakaan dan Ruang UKS, diduga anggaran sengaja dipecah guna menghindari lelang padahal sumber dananya sama dari DAK dan dalam Satu Sekolahan.

Sebelumnya, STR pernah terungkap atas perbuatannya sama oknum Koorwilcam, dengan menggunakan THL menarik iuran jabfung setiap orang 400 ribu rupiah, dan sudah dilaporkan ke Kadisdikbud Pati.

Namun Kadisdikbud meminta Oknum STR itu disuruh mengembalikan pungutan tersebut. Justru berdalih yang memungut adalah THL, sehingga tenaga tersebut justru menjadi tertuduh dan di interogasi oleh pejabat Disdik (Tidak mungkin wiyata mengambil kebijakan seperti itu).

Korwilcam memiliki 2 sepeda motor (SPM) dinas, bekas dipakai Marno mantan Pengawas SD, laptop bantuan untuk kelancaran tugas kedinasan juga dibawa pulang diduga untuk kepentingan pribadi.

Lagi, Oknum STR Koorwilcam Pati juga mempunyai rekam jejak yang kurang patut di contoh, termasuk dugaan penggelapan uang Koperasi di Kecamatan Margoyoso (tempat bertugas sebelumnya), juga Koperasi Budaya di Disdik yang sampai sekarang disinyay belum terbayar/ hutang macet, belum ada itikat baik untuk membayarnya.

Selain itu, Oknum yang dimaksud selama di lingkup Disdik Koorwilcam Dukuhseti juga pernah berkelahi (adu fisik) dengan rekan sejawatnya.

Oknum STR diduga selalu membuat kegaduhan – kegaduhan, menekan Kepsek dengan mengatakan bahwa Korwil adalah Kepala dari Kepala Sekolah dan Guru, untuk menakut nakuti Guru dan Kepsek “lihat perbup apakah benar?”, Ironisnya lagi, ada dugaan merayu salah satu guru wanita wiyata.

Oknum STR ini juga sering melakukan usulan menggeser/ mengganti yang bukan kewenangannya, sebagai contoh menggantikan guru wiyata yang tergeser ke P3K di suatu sekolah dengan ASN dari luar Kecamatan Pati, membawa/ memasukkan THL, usulan mutasi, pengampuan Kepsek maupun pengangkatan Kepsek, hal itu semua disinyalir dimintai imbalan uang dan ada yang nominalnya tinggi, menyesuaikan jabatan.

Hingga berita ini diterbitkan Team awak media www.cakranusantara.net belum bisa mengklarifikasi secara langsung ke Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

Bersambung

(Rw Team)

1 Suro, Desa Gabus Peringati Haul Ki Ageng Damarjati

 

Pati – Cakranusantara.net | Desa/ Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah gelar kegiatan haul, tradisi ini sering di gelar masyarakat Jawa khususnya. Haul merupakan momentum dalam mengenang sosok tokoh, ulama, sesepuh yang ada di Desa setempat.

Desa Gabus khususnya yang setiap tahunnya selalu memperingati Haul Ki Ageng Damarjati, yang merupakan sesepuh Desa, bahkan kedudukannya di yakini sebagai pendiri atau bibit kawit warga masyarakat Gabus.

Habib, Ketua pelaksana acara yang juga perangkat Desa Gabus mengatakan, peringatan Haul ini sudah di laksanakan dari dulu, secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Gabus dan itu selalu diadakan setiap 1 muharram (Suro-jawa),” katanya, Sabtu (30/7/2022).

Rangkaian acara yang sudah diagendakan diantaranya tahlil umum dan khataman Al-Quran yang dilaksanakan pada malam jumat atau satu hari sebelum puncak acara (Kemarin),” tambahnya.

Selain acara itu, juga laksanakan  kirab pengambilan klambu dari Kantor Desa Gabus, yang di iring Pusaka peninggalan leluhur, juga beragam kesenian salah satunya Barongan.

Kepala Desa (Kades) Gabus, Suyadi S.Pd saat di wawancarai awak media mengatakan, antusiasme masyarakat Desa Gabus sangatlah tinggi sekali khususnya pada perayaan tahun ini, setelah 2 tahun Haul Ki Ageng Damarjati di laksanakan secara sederhana sekali, mengingat saat itu masih dalam kondisi pandemi Covid.

“Saya mengapresiasi kepada seluruh warga masyarakat Desa Gabus, khususnya kepada seluruh jajaran kepanitiaan acara haul Ki Ageng Damarjati desa Gabus,” ungkapnya.

Kita harus senantiasa bersyukur atas nikmat dan rahmat Allah SWT karena pada tahun ini bisa mengadakan Haul dengan berbagai kemeriahan, kami berharap, kedepan acara seperti ini bisa lebih di tingkatkan lagi,” ucapnya.

Kesakralan prosesi penyerahan kelambu pengganti makam Ki Ageng Damarjati, tampak saat rombongan kirab memasuki kantor Desa Gabus dengan disambut tabuh gamelan yang dimainkan oleh pemuda-pemudi yang tergabung dalam kelompok karawitan ‘Taruna Jati’ Gabus.

(Eko riyadi)

Lihai Gaet Investor Asing, Pemda Pati Terima Satria Brand Award 2022

 

Pati – Cakranusantara.net | Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Pati Jumani mewakili Bupati Pati Haryanto, untuk menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif, kategori kabupaten ramah Investasi Daerah. Award ini diserahkan pada acara Satria Brand Award 2022 Kepala Daerah Inovatif, yang diselenggarakan Suara Merdeka Network di Hotel Patra Jasa Semarang.

CEO Suara Merdeka Network Kukrit SW mengatakan, acuan pemberian penghargaan bagi para kepala daerah yang kreatif dan inovatif ada tiga hal. Pertama Jawa Tengah saat ini menjadi tujuan destinasi pariwisata nasional.

Kedua Jawa Tengah menjadi tujuan perdagangan dan investasi bukan hanya tingkat nasional tapi tingkat Asia Tenggara dan Asia.

Ketiga sejauh mana kreativitas para kepala daerah di dalam recovery setelah pasca pandemi.

“Alhamdulillah, Pati dinilai layak untuk mendapatkan kategori ini”, terang Jumani sambil menunjukkan penghargaan yang baru saja diserahkan.

Lebih lanjut Kukrit berharap Satria Brand Award 2022 yang juga memberikan penghargaan kepada kepala daerah, bisa menjadi penyemangat untuk terus berbuat yang terbaik pada masyarakat.

Sementara itu Jumani mengaku bahwa seluruh upaya Bupati Haryanto dan Pemkab Pati dalam mewujudkan daerah yang ramah investasi, tujuan akhirnya ialah untuk meningkatkan kesejahteraan daerah dan masyarakat.

“Supaya warga Pati tak perlu jauh-jauh merantau kerja, biarlah investornya yang datang untuk bangun pabrik di Pati”, tambahnya.

Meski demikian diakui Sekda, jika upaya Bupati dan Pemkab untuk membuat investor percaya dan mau berinvestasi ke Kabupaten Pati bukanlah persoalan mudah. Maka dari itu, imbuhnya, adanya pabrik asal Korea Selatan, yang bakal diresmikan di Pati perlu disyukuri.

Ia bahkan mengungkapkan jika Bupati dalam waktu dekat ini pun bakal meresmikan pabrik yang bisa menampung ribuan tenaga kerja tersebut. “Rekrutmennya bertahap. Sampai selesai kurang lebih ada 15 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan”, pungkasnya.

(fn4/FN/MK)

Perades 2022 Mendapat Apresiasi Kemendagri, Ini Jawaban Kabag Tapem

Pati – Cakranusantara.net | Hasil Laporan Pelaksanaan Pengisian Perangkat Desa (Perades) Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tahun 2022 mendapatkan apresiasi.

Apresiasi tersebut termaktub dalam surat Kemendagri Nomor 141/3581/BPD yang ditujukan kepada Bupati Pati tertanggal 14 Juli 2022. Surat dari Kemendagri ini merupakan balasan dari surat Bupati Nomor 141.3/1896 tanggal 29 Juni 2022 hal Laporan Hasil Audiensi forum Capraga Pati terkait pengisian Perangkat Desa.

“Kami menyampaikan apresiasi atas laporan hasil audiensi forum Capraga terkait pengisian perangkat Desa dan tidak lanjut permasalahan yang telah saudara sampaikan telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tulis surat Kemendagri.

Pengisian Perades Masih Menyisakan Luka Hati, Ada Dugaan Kongkalikong Hingga Jual Beli Jabatan

Uang Bumdesma dibuat Bancakan, Penanganan Lambat: Sisanya Kurang dari 2 Milyar

Fee 20 Persen, Bendahara P3A Desa Wonorejo Diduga di Pecat

Pers, Baca Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 tahun 1999, Perlindungan Jurnalis Dalam Peliputan

Kasus Joki UTBK SBMPTN, Jerat UU Sistem Pendidikan Nasional dan Rahasia Negara

Kabag Tapem Kabupaten Pati Imam Kartiko saat di wawancarai awak media menjelaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) sudah semestinya menerima aduan terkait pelaksanaan Perades.
Meskipun, kata dia tanpa ada surat permintaan penerimaan audiensi dari Kemendagri tetap akan diterima.

“Mereka (Capraga) tampaknya tidak puas dan mengadu ke Kemendagri, KPK, BSSN, dari situ Kemendagri meminta kita menerima audiensi, yang sudah kita terima sebelumnya di ruang Rayung Wulan waktu itu,” Jelas Kabag Tapem Selasa (26/7/2022).

Meskipun sejumlah capraga masih keberatan dengan hasil Perades, akan tetapi pelaksanaannya itu sudah sesuai berdasarkan Perda maupun Perbup termasuk tahapan-tahapan dalam membuat berita acara sampai tahap pelantikan pada 23 April 2022.

“Artinya sudah selesai, kalau ada tuntutan itu ke Tata Usaha Negara (TUN) menggugat Pelantikan dalam hal SK Kades, akan tetapi ini sudah di luar konteks di luar urusan kita. Sebab itu menggunakan saksi ahli bukan saksi fakta,” tegasnya.

“Yang jelas mekanisme pelaksanan sudah sesuai prosedur, berjalan sesuai tahapan, semua sudah dilalui dengan mekanisme yang ada,” tutup Kabag Tapem.

(Sfl/CN)

Karang Taruna Perlu Terus Bersinergi dengan Pemdes

 

PATI – Cakranusantara.net | Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (Safin) selaku Ketua Karang Taruna Kabupaten Pati, Senin (25/7), menghadiri Pelantikan Karang Taruna Wijaya Kusuma Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Muspika, Kades, tokoh masyarakat, dan jajaran pengurus karang taruna.

Dalam sambutanya Safin menyampaikan agar Karang Taruna terus bersinergi dengan pemerintah desa, demi memajukan desa.

“Jika pemuda Karang Taruna bisa guyub dan saling berkontribusi dengan pemerintah desa, tentunya kemajuan dan kondisifitas desa dapat tercapai”, tambahnya.

Wabup juga mengingatkan bahwa Desa Cebolek memiliki banyak potensi unggul yang bisa dimaksimalkan.

“Mari kita gunakan media sosial sesuai kebutuhan agar bisa bermanfaat dengan baik”, imbuhnya.

Kaum muda di desa itu juga diharapkan menjadi motor perubahan karena mereka memiliki semangat, cepat belajar hal baru, hingga memiliki tenaga dan ide ide kreatif ikut mengembangkan desa. “Pemerintah bisa menyediakan ruang agar mereka bisa mengeksplorasi ide kreatifnya”, ujar Wabup.

Safin pun mengutip pernyataan proklamator Soekarno, “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”.

Jika pidato Bung Karno tersebut direfleksikan, maka menurut Wabup, sejatinya jumlah besar saja tidaklah cukup untuk bisa membawa bangsa ini menjadi bangsa yang maju dan diperhitungkan.

“Kita sejatinya justru membutuhkan pemuda-pemudi unggul yang memiliki kualitas dan visi yang besar dalam menatap dunia”, pungkasnya.

(fn2 /FN /MK)

Program TMMD Sengkuyung Tahap II Desa Srikaton Resmi Dibuka

 

Pati – Cakranusantara.net| Upacara pembukaan TMMD Sengkuyung tahap II tahun 2022 yang dipusatkan di desa Srikaton kecamatan Kayen dilaksanakan di lapangan terbuka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, S.E, bersama Dandim 0718/Pati Letkol Inf Catur Irawan, S.I.P., M.I.P secara resmi membuka Program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022.

Pembukaan Program unggulan TNI AD yang digulirkan di dua desa yakni di desa Srikaton kecamatan Kayen dan di desa Tambahmulyo kecamatan Jakenan tersebut secara simbolis ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Wakil Bupati Pati bersama Dandim 0718/Pati dilanjutkan pemukulan gong.

Menjabat sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Saiful Arifin, S.E menyampaikan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 ini merupakan program terpadu antara TNI dan Pemerintah Daerah yang bertujuan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah, dengan sasaran untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan dengan terlaksananya TMMD sengkuyung Tahap II ini, tujuan terselenggaranya program ini dapat tercapai dengan baik,” kata Wabup, Selasa (26/07/2022).

“Kepada pemerintah desa dan masyarakat desa Srikaton Kayen dan desa Tambahmulyo Jakenan saya mengucapkan selamat melaksanakan kegiatan TMMD sengkuyung tahap II, semoga kegiatan ini dapat selesai tepat waktu dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” sambungnya.

Sementara itu, Dandim Pati berharap, program TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 yang digulirkan di dua wilayah dapat berjalan dengan lancar.

“Kami optimistis dengan sinergitas yang sudah terjalin baik, Program TMMD ini akan berlangsung dengan baik dan sesuai dengan yang diharapkan oleh komando atas,” harap Dandim.

Setelah upacara pembukaan, dilaksanakan peninjauan ke lokasi sasaran pokok pembangunan talud jalan dan peletakan batu secara simbolis oleh Wabup dan Dandim Pati.

Adapun Sasaran TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2022 adalah : di desa Srikaton Kayen sasaran pokok : Pembuatan talud jalan desa UK. 275 X 0,75 meter/Kiri Total 10 M, Pembuatan talud jalan desa UK. 275 X 0,75 meter/Kanan Total 10 Mtr (3,6 %) dan Makadam jalan desa UK. 275 X 0,75 meter.

Sasaran tambahan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) 3 unit rumah dan sasaran tambahan pembuatan tugu monumen TMMD 1 unit.

Sedangkan di desa Tambahmulyo Jakenan sasaran pokok pengerasan jalan desa (Betonisasi) ukuran 400 x 4 x 0,15 M.

Sasaran tambahan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) 3 unit rumah dan sasaran tambahan pembuatan tugu monumen TMMD 1 unit.

(Pendim)

Bupati Pati Buka Turnamen Voli Kapolres Pati CUP 2022, Dorong Atlet Tampilkan Prestasi Terbaik

 

 

Pati – Cakranusantara.net | Dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara Ke-76 Tahun 2022 Polres Pati menggelar open Turnamen Bola Voli Putra Putri. Turnamen yang akan berlangsung mulai tanggal 24 – 31 Juli 2021 bertempat di GOR Pesantenan Pati, dan diikuti 24 tim bola voli dari dalam maupun luar daerah, yang terdiri 16 tim putra dan 8 tim putri.

Dibuka oleh Bupati Haryanto yang hadir bersama Wakil Bupati, Kapolres Pati, Komandan Kodim, dan Ketua DPRD di GOR Pesantenan Pati pada Minggu (24/07/2022).

Bupati mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Pati selaku ketua umum PBVSI KAB PATI dan seluruh panitia.

“Saya menyambut baik, karena turnamen bola voley sudah dua tahun tidak bisa tampil dikarenakan masa pandemi, dan sekarang bapak kapolres melalui turnamen ini memberikan kesempatan kepada atlet dalam menampilkan prestasi terbaik disamping itu juga memberikan hiburan kepada masyarakat,” jelas bupati.

Bupati menyebut penyelenggaraan turnamen bola voley ini cukup murah dibanding dengan olahraga lain seperti sepakbola. Ia juga mengatakan turnamen ini juga menjadi bagian dari seleksi atlet-atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng mendatang.

“Terima kasih kepada seluruh tim yang ikut berpartisipasi dalam turnamen ini, tanpa mengesampingkan semangat berkompetisi hendaknya tetap mengutamakan harmonisasi, keakraban dan persaudaraan,” pungkas Bupati.

(po2/PO/MK)

Ramli Kalah, Ahmad Amiruddin Unggul Atas Dua Kandidat Pilkades PAW Lainnya

PATI – Cakranusantara.net | Ahmad Amirudin berhasil ungguli dari Dua (2) Kandidat lainnya atas Pilihan Kepala Desa (Pilkades) PAW Desa/ Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang di laksanakan di Balai Desa Sukolilo.

Pelaksanaan Pilkades PAW itu ada Tiga (3) Kandidat diantaranya; Ramli mendapatkan nomer urut 1, Ahmad Amirudin mendapatkan nomer urut 2 dan Syamsul Hadi mendapatkan nomer urut 3.

Adapun hak pilih ada 249 suara meliputi Ketua RT, Ketua RW, Mantan Ketua RT dan RW, Takmir Masjid, Takmir Mushola, Kepala Sekolah (Kepsek) dan Ketua Komite yang Warga Desa Sukolilo, Ketua Karang Taruna, Calon Kades serta PJ Kades.

Berdasarkan amatan awak media di lapangan, dari jumlah 249 Suara, yang hadir ikut memilih ada 247 Suara yang menggunakan hak pilihnya, dengan suara sah 244 dan tidak sah ada 3 suara.

Hasil akhir dalam penghitungan suara, nomer urut 2 atas nama Ahmad Amirudin berhasil unggul atas kandidat lainnya dan menjadi calon terpilih dengan perolehan 124 suara, disusul Ramli nomer urut 1 mendapat 112 suara, dan nomer urut 3 Samsul Hadi hanya mendapatkan 8 suara.

Harminto Ketua Panitia saat dimintai keterangan mengungkapkan, Alhamdulillah sampai hari ini acara berjalan dengan aman, lancar, kondusip baik proses pendistribusian C6, proses pemungutan dan penghitungan suara.

“Saya berharap kepada calon terpilih, kedepannya bisa menjadikan Desa ini yang lebih baik, agar kekurangan yang kemarin bisa di evaluasi, intine Calon Kades terpilih bisa mengayomi rakyat, seperti melayani apa yang di butuhkan masyarakat Desa Sukolilo ini,” ungkapnya.