Sedekah Bumi Kembali Digelar di Desa Lengkong, Bupati Ajak Warga Jaga Kebersamaan

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto menyaksikan pagelaran seni budaya Jawa wayang kulit Ki Dalang Sigit Ariyanto bertema Lengkong bersenyum (bersih, sehat, elok, nyaman untuk masyarakat) dengan lakon Wahyu Katentreman di Desa Lengkong Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pagelaran wayang kulit tersebut merupakan rangkaian acara sedekah bumi warga setempat, Rabu (13/7/2022) malam.

Melalui sambutannya, Bupati Pati Haryanto mengajak kepada masyarakat untuk tetap mempertahankan tradisi Sedekah Bumi yang sudah ada sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu.

Seperti diketahui, Sedekah Bumi di Pati sempat terhenti selama dua tahun karena pandemi Covid, Namun tahun ini, tradisi masyarakat sudah boleh diselenggarakan. Kabar ini seakan kembali mengobarkan semangat masyarakat dalam melestarikan budaya.

Sedekah bumi adalah budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan menimbulkan efek positif, karena selain bisa bersilaturrahmi antar warga, juga menciptakan kerukunan di masyarakat. Meski sempat terhenti karena pandemi Covid, kini masyarakat bisa kembali melaksanakan sedekah bumi.

Sedekah Bumi, menurut Bupati Pati Haryanto selain sebagai ucapan rasa syukur, tradisi ini juga digelar sebagai bentuk rasa kebersamaan kepada sesama.

Wayang kulit ini ditampilkan sekaligus sebagai upaya sesarengan uri-uri (bersama melestarikan) seni tradisi, yang sekaligus mengedukasi pendidikan budi pekerti serta kepribadian.

“Selain sebagai rasa syukur kepada sang pencipta, sedekah bumi ini juga sebagai wujud pelestarian budaya yang sudah dilakukan turun-temurun, Sedekah Bumi dapat menolak balak atau menjauhkan dari musibah,” ujar Bupati.

Yashadi selaku Kades Lengkong mengucapkan terima kasih kepada Bupati Pati yang sudah datang di acara sedekah bumi di Desa Lengkong.

“Semoga warga masyarakat Desa Lengkong bisa kompak serta guyub rukun dan berharap agar hasil bumi bisa lebih berlimpah dan Produksi garam bisa lancar,” pungkasnya.

(po3/PO/MK)

Pembinaan APDes, Bupati Bersama Wabup Sambangi Dua Kecamatan

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Haryanto bersama Wakil Bupati Saiful Arifin menghadiri kegiatan pembinaan aparatur pemerintah desa (APDes) yang dilaksanakan di dua Kecamatan, yaitu Jaken dan Jakenan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati bersama Wabup menyampaikan beberapa pokok bahasan mulai dari infrastruktur, kebijakan penggunaan lahan, penyelamatan aset desa, perekonomian daerah dan sejumlah poin lainnya.

Bupati menyebut bahwa selama dua tahun anggaran terakhir, alokasi anggaran yang digunakan untuk infrastruktur sangat jauh jumlahnya jika dibandingkan sebelum pandemi. Karena sebagian besar anggaran yang ada digunakan untuk penanganan pandemi.
“Apalagi kita juga harus mencukupi anggaran-anggaran yang dipergunakan untuk penanganan pandemi seperti pembelian APD, pemberian insentif tenaga kesehatan, serta untuk menutup Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang belum tercover dari pusat dan desa”, terang Haryanto, Selasa (12/7/2022).

Selain itu Haryanto juga mengungkapkan bahwa selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Saiful Arifin pada periode 2017-2022, telah mendapat nilai 90,11 dari audit inspektorat atau kategori baik sekali.

“Saya sudah banyak memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Menurut saya sudah baik, namun tentunya masih ada kekurangan, itu wajar. Tetapi sesuai audit akhir masa jabatan kami memperoleh nilai 90,11 ini artinya sangat baik,” jelas bupati.

Bupati Haryanto mengatakan telah membuat ayem tentrem masyarakat Kabupaten Pati, Hal ini terbukti dengan tidak banyak persoalan di pemerintahan.

Bupati juga mengungkapkan telah melaksanakan janji-janji politik dengan baik melalui pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pelayanan kepada masyarakat telah dilakukan secara optimal.

(po2/PO/MK)

Bupati Pati Sholat Idul Adha di Masjid Besar Juwana, Singgung Proses Pembangunan Jembatan

 

 

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Besar Al-Mukarromah Juwana Minggu (10/7), didampingi camat Juwana dan tokoh agama setempat.

Sebelum dimulai sholat, Bupati Haryanto memberikan sambutan dihadapan para jemaah. Bupati menyampaikan ucapan selamat merayakan Idul Adha 1443 H kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati. Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha agar semakin meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh Subhanahu Wa Taala.

“Alhamdulillah setelah dua tahun lamanya ibadah kurban diselenggarakan dengan pembatasan dan ibadah haji ditunda pelaksanaannya, pada tahun ini kita dapat kembali melaksanakan ibadah kurban dengan keleluasaan dan ibadah haji dapat kembali digelar,” ujar Bupati.

Terkait pembangunan kembali jembatan Juwana, yang akan dimulai pembangunannya, Haryanto meminta warga Juwana untuk bersabar.

“Karena dampak yang ditimbulkan mengakibatkan kemacetan. Namun kami akan berusaha semaksimal mungkin bekerjasama dengan berbagai pihak agar meminimalkan kemacetan dan dampak yang ditimbulkan,” ungkap Bupati.

Bupati menegaskan, pembangunan kembali jembatan Juwana penting untuk dilakukan.

“Memang dari evaluasi, jembatan juwana ini sudah saatnya dibongkar karena sudah tua. dan kalau tidak dibangun kembali dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pungkasnya.

(po1/PO/MK)

Bupati Berikan Pembinaan untuk Aparatur Pemerintah Desa

 

PATI – Cakranusantara.net | tempat di Aula Kecamatan Margorejo Pati, Bupati Pati Haryanto, Kamis (7/7), menghadiri acara Pembinaan Aparatur Pemerintah Desa.

Beberapa poin yang menjadi fokus pembinaan Bupati ke aparatur pemerintah desa, antara lain terkait keluhan infrastruktur, keluhan masyarakat terhadap jam kantor di Balai Desa, dan juga terkait penyelamatan aset Desa.

“Lalu terkait fenomena semua OPD dan Desa serta lembaga yang meminta ditingkatkan kesejahteraanya, saya minta itu disesuaikan dengan kondisi. Perlu diketahui kita ini sedang dalam keadaan prihatin karena negara sedang menangani dan membenahi dampak pandemi Covid-19 yang belum kunjung selesai. Belum lagi kita ini masih bertumpu pada Dana Alokasi Umum (DAU)”, ujarnya.

Sedangkan untuk infrastruktur, selama dua tahun anggaran, alokasi yang digunakan untuk infrastruktur sangat jauh jumlahnya jika dibandingkan sebelum pandemi.

” Apalagi kita juga harus mencukupi anggaran-anggaran yang dipergunakan untuk penanganan pandemi seperti pemberian insentif tenaga kesehatan, pembelian APD, dan dipakai untuk menutup Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang belum tercover dari pusat dan desa”, terang Haryanto.

Bupati juga mengungkapkan jika saat ini pihaknya telah mengutamakan pembangunan jalan-jalan poros antar kecamatan dan antar desa. “Sebagian besar sudah dimulai, namun karena curah hujan cukup tinggi, itu agak menjadi persoalan dalam pengerjaannya”, imbuh Haryanto.

Ia juga menambahkan jika kondisi jalan desa sekarang malah lebih bagus dari jalan kabupaten, karena jalan desa banyak dicor hot mix dan tidak dilewati kendaraan bermuatan berat. “Tapi untuk jalan kabupaten banyak muatan berat, banyak muatan galian c yang tidak terkontrol, sehingga akhirnya merusak jalan”, ujarnya.

Haryanto pun mengingatkan agar kepala desa dan aparatur pemerintah desa yang tidak taat dengan jam kantor untuk bisa memperbaiki diri.

“Ke depan kita gunakan absensi elektronik, dan sudah saya buatkan regulasinya. Karena kita ini tiap bulan mengeluarkan puluhan milyar yang berasal dari APBD digunakan untuk para Kades dan perangkat berbentuk Penghasilan Tetap (Siltap)”, imbuhnya.

Kemudian terkait aset desa, Bupati mewanti-wanti agar aset desa dapat diselamatkan. “Aset desa harus ditata dengan baik. Yang tukar guling harus segera diselesaikan dan ada aturannya itu, sebab jangan sampai di kemudian hari jadi persoalan”, lanjutnya.

Ia pun mengingatkan bahwa seharusnya aset desa tidak bisa berkurang, namun bila perlu bisa bertambah.

(fn4/FN/MK)

Terima Program KKN Dari 73 Mahasiswa Undip Asli Pati

 

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto menerima peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro ( Undip ) Semarang Tahun Akademik 2021/2022.
Bertempat di Pendopo Kabupaten Pati, Bupati Haryanto secara simbolis memakaikan topi serta jas almamater kepada perwakilan peserta KKN, Kamis (07/07/2022).

Bupati Haryanto menyampaikan, 73 peserta KKN akan langsung berangkat menuju desa tujuan yang telah ditetapkan. Kebanyakan, peserta KKN ini memilih di desa terdekat dari tempat tinggalnya, mengingat seluruh peserta KKN Undip ini berasal dari Kabupaten Pati sendiri.

“Hari ini saya terima langsung, dengan harapan terjalin hubungan harmonis antara Pemerintah Kabupaten Pati dengan Universitas Diponegoro Semarang,” sebutnya.

Haryanto mengatakan, kerjasama antara Pemkab Pati dengan Undip sudah berjalan cukup lama. Biasanya, Pemerintah Kabupaten Pati juga menerima KKN dari Undip dengan jumlah yang cukup besar, hingga ribuan mahasiswa.

“Setahun biasanya dua kali, hanya saja kita ini terbentur pandemi covid, sehingga akhirnya pandemi yang memporak-porandakan aktivitas baik dibidang pendidikan, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya. Lebih-lebih yang berhubungan dengan kegiatan sosial,” kata Bupati Haryanto.

Bupati berharap dengan adanya KKN ini nantinya dapat membantu adanya program-program desa. Tentunya harus berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Karena disana mahasiswa akan banyak menimba ilmu, lebih-lebih pada bidang dan jurusan akademiknya.
“Dengan adanya KKN ini akan membantu pembenahan administrasi, akan membantu pemberdayaan. Dan tentunya ilmu-ilmu yang diperoleh selama ini akan bisa diterapkan di desa nanti,” pungkasnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Pati Haryanto, Kepala Badan Kesbangpol Pati, Kepala Bappeda Pati, Dosen Undip DR. Adi Nugroho, para Camat serta Sekcam dari 11 Kecamatan tujuan KKN.

(po5/PO/MK)

Bupati Bersama Kadispertan Pantau Vaksin PMK di Pucakwangi

 

Pati – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto didampingi Kepala Dispertan (Dinas Pertanian dan Peternakan) Pati memantau langsung pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) perdana pada hewan ternak khususnya sapi di Desa Pucakwangi, Kecamatan Pucakwangi, Selasa (28/6/2022).

Bupati Haryanto menyampaikan bahwa vaksinasi ini merupakan tindak lanjut dari tim Penanganan Reaksi Cepat (PRC) untuk wabah PMK di Kabupaten Pati.

Sebelum vaksin PMK tersebut didapat, pemerintah daerah telah berupaya untuk menekan penularan PMK yang tergolong cepat ini.

Adapun sejumlah peternakan sapi lain yang dikunjungi ialah di Desa Plosorejo dan Desa Karangrejolor. Di Plosorejo terdapat beberapa ekor sapi yang terpaksa tidak jadi disuntik vaksin. Hal ini lantaran ada beberapa bagian tubuh sapi yang diduga terkena virus PMK. Namun, diganti dengan diberikan sejumlah paket obat – obatan.

“Alhamdulillah, kita sudah dapat bantuan vaksin dari pemerintah pusat. Meskipun saat ini jumlahnya belum begitu banyak, yaitu baru 4.000 vaksin. Nantinya akan disupport juga dari pemda”, ujarnya.

Namun demikian, dengan jumlah yang masih terbatas itu, vaksinasi PMK memang diutamakan untuk sapi yang sehat. Sebab jangan sampai sapi yang sehat tertular sapi yang sakit.

Haryanto menilai, penanganan PMK ini, hampir sama dengan penanganan pandemi Covid. Oleh karena itu, bagi petugas kesehatan maupun penyuluh yang menangani, diharuskan benar – benar steril.

“Jadi sapi – sapi yang kita suntik di tempat ketua ternak setempat, Pak Supo ini adalah sapi – sapi yang sehat. Begitupun dengan ternak – ternak yang lain, kita suntik sejumlah 4000 dosis vaksin yang tersedia ini”, tegasnya.

Haryanto menegaskan, 4000 vaksin tersebut, tidak dialokasikan di seluruh kecamatan yang ada di Pati. Melainkan hanya di beberapa kecamatan yang masuk dalam kategori endemi. Yaitu diantaranya di Juwana, Cluwak dan seterusnya.

“Sampai saat ini jumlah sapi yang mati akibat PMK sebanyak 50 ekor. Peningkatannya cukup tajam dalam kurun waktu sepekan, yang mana sebelumnya hanya 9 ekor, kini jadi 50 ekor”, ungkapnya.

Namun, berdasarkan data yang ada, sebagian besar sapi yang mati adalah sapi yang masih kecil / anakan. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh maupun fisik yang tidak mampu melawan PMK.

Pihaknya berharap, semoga dengan antisipasi melalui vaksin ini, PMK dapat teratasi layaknya kasus pandemi Covid. Sebab apabila mengingat kembali awal pandemi Covid, kasus kian meningkat seiring belum munculnya vaksin Covid.

“Dari 50 ekor sapi yang meninggal tersebut, didominasi di dua kecamatan yaitu Tlogowungu dan Margoyoso. Desa – desa lain pun ada, namun untuk populasi yang banyak dari dua kecamatan tersebut. Semoga apabila yang sehat ini sudah disuntik, PMK tidak merambah ke ternak lainnya”, tegasnya.

Pihaknya pun menghimbau pada seluruh camat dan kades untuk dapat memberikan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat agar tak perlu resah dan khawatir yang berlebihan. Terlebih, ada pihak – pihak yang berupaya mempengaruhi dan menakuti para peternak terkait penularan PMK pada sapi hingga akhirnya sapi yang diternak terpaksa dijual murah.

(po1/PO/MK)

Bupati Pati Kukuhkan TPPS Demi Percepat Penurunan Angka Stunting

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto membentuk dan mengukuhkan Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) bertempat di pendopo Kabupaten Pati pada Senin (6/6/2022) Kemarin.

Pembentukan tim ini, menurut Haryanto, ialah dalam rangka mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Pati.

Selain dihadiri Bupati, acara pengukuhan TPPS ini juga diikuti oleh Wakil Bupati Pati Saiful Arifin, Sekda Pati Jumani, para kepala dan pimpinan OPD, serta Ketua beserta pengurus TPPS.

Haryanto dalam sambutannya mengungkapkan bahwa pada tahun 2019 lalu, Kabupaten Pati masuk tiga besar daerah yang angka stuntingnya tinggi. Saat itu, imbuhnya, presentase stunting di Pati sebesar 37 persen.

“Pada 2019, Pati cukup tinggi, yakni 37 persen. Kemudian kita melakukan penanganan, hingga menurun, sampai akhirnya terkandala dengan pendemi sehingga tidak tertangani maksimal,” ujar Haryanto.

Dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, lanjut Bupati, Pati masuk urutan ke-17 daerah yang memiliki angka stunting tinggi. Presentase stunting di Pati sekitar 5,7 persen. Dan angka tersebut bisa semakin meningkat bila kasus stunting di Pati tidak dicegah.

“Sampai saat ini sudah 5,76 persen. Tahun 2019 sebanyak 37 persen. Dari tahun ke tahun ada perubahan yang cukup bagus. Jawa Tengah pada saat itu nomor 3, sekarang di urutan 17,” tambah Haryanto.

Namun Bupati pun menegaskan, meskipun ada penurunan kasus stunting, pihaknya tetap melakukan pencegahan agar stunting di Kabupaten Pati semakin rendah.

Sementara itu, Ketua TPPS, Muchtar, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pendampingan ibu-ibu hamil dan pasca hamil untuk mencegah stunting.

“Ini mandat Perpres 72 tahun 2021. Dalam melaksanakan lima pilar stunting maka dibentuk TPPS,” ujarnya.

Ia pun berharap dengan adanya TPPS ini angka stunting di Kabupaten Pati semakin kecil.

(fn1/FN/MK)

Cek Kesiapan Jalur Alternatif Jelang Pembongkaran Jembatan Juwana

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto didampingi Wakil Bupati Saiful Arifin (Safin), dan Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Yudha Handita Pandjiriawan, serta perwakilan PT Bukaka Teknik Utama selaku kontraktor rekanan, Selasa (31/5), melakukan pengecekan di Jembatan Juwana yang segera dibongkar.

Pembongkaran Jembatan Juwana merupakan bagian dari proyek penggantian dan atau penduplikasian 37 jembatan Callender Hamilton (CH) se-Pulau Jawa oleh Kementerian PUPR.Selain melakukan pengecekan di Jembatan Juwana, mereka juga memonitor jalur lingkar selatan Juwana yang nantinya akan digunakan sebagai jalur alternatif.

Dalam kesempatan itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan bahwa ini merupakan kali kelima pihaknya memastikan persiapan jalur alternatif sebelum pembongkaran Jembatan Juwana dilakukan.

“Apabila jalur alternatif ini sudah ada, masyarakat sudah diinformasikan dan disosialisasikan maka pada saatnya nanti, akan dilakukan pembongkaran. Kan kita tahu bahwa selama ini telah dibuatkan jalur – jalur yang sekiranya tidak menyebabkan kemacetan”, paparnya.

Sehingga saat pembongkaran nanti dilakukan, lanjut Haryanto, asalkan dari arah Bumirejo ditutup dan terdapat jalur alternatif, maka tidak akan menjadi persoalan. Kalau pun terjadi kemacetan, masih bisa diurai dari titik kemacetan.

“Ada nanti yang dipasang barier beton dari arah Bumirejo agar tidak dipindahkan oleh warga. Insya Allah lah bulan Juni ini bisa dilakukan pembongkaran. Namun semua tergantung persiapan dari rekanan dalam mempersiapan jalur alternatif. Kalau dalam waktu 1 minggu sudah selesai disiapkan ya bisa dilakukan pembongkaran”, terang Bupati.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pembangunan Jembatan menambahkan bahwa pihaknya melakukan orientasi lapangan tersebut, adalah dalam rangka melakukan segala persiapan sebelum benar – benar dilakukan pembongkaran.

“Kita mempersiapkan, jangan sampai ketika nanti dibongkar, jalur alternatif ini macet. Meskipun macet, jangan sampai macetnya parah dan melewati jalur – jalur yang bukan haknya. Kendaraan itu kan ada kapasitas – kapasitasnya kan? Ada kapasitas besar, kecil dan seterusnya. Kalau jalur yang disediakan untuk kendaraan kapasitas kecil dilewati kendaraan besar, ya jebol”, jelasnya.

Oleh karena itu, Yudha meyakinkan bahwa nantinya kendaraan – kendaraan tidak akan melewati jalur – jalur alternatif yang tidak terarah.Pihaknya pun berharap masyarakat tidak melewati jalur alternatif milik sendiri. Ia berpesan agar masyarakat pengguna jalan mengikuti jalur yang disediakan oleh pemerintah. Dan apabila timbul kekurangan, maka pihaknya akan melakukan evaluasi.

(fn1 /FN /MK)

Bupati Pati Lantik 208 Pejabat Struktural Menjadi Pejabat Fungsional

PATI – Cakranusantara.net | Bupati Pati Haryanto melantik pejabat administrator ke dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Senin (30/5) di Pendopo Kabupaten Pati.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pati Haryanto, Sekretaris Daerah Pati Jumani, Inspektur Kabupaten Pati Agus Eko Wibowo serta Komisi A DPRD Pati Bambang Susilo.

Sebanyak 208 pejabat administrator mengikuti pelantikan pejabat fungsional melalui penyetaraan jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati tersebut berdasarkan keputusan Bupati Pati nomor : 821.2/5283 tahun 2022.

Bupati Pati Haryanto mengatakan, pelantikan pejabat fungsional tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut kebijakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia dan Menteri Dalam Negeri yang sempat tertunda.

“Akhirnya saya harus melaksanakan itu, jadi karena ini kebijakan nasional ya mau tidak mau harus kukuhkan, kita lantik menjadi pejabat fungsional. Yaitu penyetaraan dari eselon 4 menjadi pejabat fungsional,” ujarnya.

Namun menurut Haryanto, ada jabatan yang dikecualikan dalam penyetaraan ini. Antara lain di sekretariat OPD, yakni Kasubag Keuangan dan Kasubag Kepegawaian.

Selian itu juga jabatan yang pelayanan langsung dengan masyarakat, contohnya di kecamatan dan juga di kelurahan.

Ia membeberkan, pelantikan pejabat fungsional yang sempat tertunda dikarenakan untuk memetakan beberapa jabatan kosong yang harus segera diisi serta menunggu jika nantinya ada perubahan kebijakan dari pusat.

Untuk itu Haryanto berpesan agar para pejabat fungsional yang telah dilantik ini tetap semangat dan tidak berkecil hati. Apalagi merasa bahwa setelah menjadi pejabat fungsional memiliki kinerja yang menurun.

“Saya ucapkan selamat, tetap bekerja sesuai tupoksi dilaksanakan dan tidak lepas koordinasi dengan kepala bidangnya. Dan Semoga berkah dan amanah,” pungkasnya.

(po5/PO/MK)

Daftar 12 Desa Wisata di Kabupaten Pati

PATI – Cakranusantara.net| Bupati Pati Haryanto meresmikan 12 Desa wisata di yang mana acara peresmian tersebut berpusat di Bukit Pengusen Desa Gulangpongge, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

12 Desa Wisata terbagi menjadi 2 klasifikasi yaitu kategori berkembang dan kategori rintisan. Untuk Desa wisata kategori berkembang ialah Desa Gulanggpongge Kecamatan Gunungwungkal, Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana dan Desa Kertomulyo Kecamatan Trangkil.

Sedangkan 9 Desa yang masuk kategori Desa wisata rintisan meliputi; Desa Pohgading, Desa Klakahkasihan Kecamatan Gembong, Desa Sidomulyo Gunungwungkal, Desa Sambiroto Kecamatan Tayu, Desa Mojoagung Kecamatan Trangkil, Desa Tluwuk Kecamatan Wedarijaksa, Desa Pekuwon Kecamatan Juwana, Desa Kedumulyo Kecamatan Sukolilo dan Desa Larangan Kecamatan Tambakromo.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Pati Rekso Soehartono menyampaikan, peresmian tersebut dalam rangka memberikan peluang kepada Desa agar dapat bersaing dalam peningkatan Desa sebagai Desa wisata teladan dan kompetensi untuk membangun dunia kepariwisataan khususnya di Kabupaten Pati.

“Untuk menghasilkan Desa wisata yang berdaya guna, berkualitas, kreatif dan inovatif. Serta sebagai mitra pemerintah daerah (Pemda), untuk mempromosikan Desa wisata dan Pariwisata di Kabupaten Pati,” ujarnya.

Sementara, Bupati Pati Haryanto menyampaikan apresiasinya terhadap masyarakat Desa Gulangpongge yang sejak pagi sampai siang turut memeriahkan acara peresmian Bukit Pengusen.

Namun pihaknya menyebut, peresmian 12 Desa wisata tersebut bukan yang pertama kalinya, sebab sebelumnya telah diresmikan 4 Desa wisata di Kabupaten Pati sebagai Desa wisata yaitu; Desa Talun Kecamatan Kayen, Desa Jrahi Kecamatan Gunungwungkal, Desa Bageng Kecamatan Gembong dan Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu.

“Dengan bertambahnya Desa wisata pada saat ini, membuat kunjungan wisata ke Kabupaten Pati juga meningkat.” Ujarnya.

Dengan harapan pendapatan asli daerah (PAD) baik ke Desa maupun ke daerah, terlebih untuk pelaku UMKM dapat berkembang”, harapnya.

Diakui Bupati Pati bahwa yang namanya merintis Desa wisata itu tidaklah mudah. Sebab, harus butuh waktu serta infrastruktur yang memadai. Meskipun alam di sekitar sangat mendukung, namun sarana prasarana (Sarpras) khususnya akses jalan menuju ke lokasi Desa wisata sangat penting.

“Untuk akses jalan memang sangat susah apabila semua ditanggung oleh pemerintah Desa.” Jelasnya.

Oleh karena itu, perlu peran serta pemerintah daerah syukur – syukur ada investor yang masuk.

“Jangan hanya ingin wisatawan datang sekali, namun bagaimana caranya menarik para wisatawan datang terus menerus dan ketagihan”, jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pati bersama rombongan Forkopimda juga menyempatkan mengunjungi 12 stand Desa wisata yang tersedia. Pihaknya mencoba kudapan maupun makanan khas dari 12 Desa yang ada. Acara pun ditutup dengan pemberian sertifikat Desa wisata kepada 12 Kepala Desa (Kades).

(po1/PO/MK)