Joko Sutrisno, Tim Advokasi Pemantau Pemilu Independen Bakal Laporkan Dugaan Kecurangan di Jaken ke Bawaslu

Politik
Joko Sutrisno, sebelah kiri baju putih

Pati – Cakranusantara.net | Menyikapi pemberitaan yang terbit sebelumnya, berjudul “Menunggu Nyali Pengawas Pemilu Independen Melaporkan PPK Jaken ke Bawaslu Atas Dugaan Kecurangan” kini pemantau Pemilu Independen Kabupaten Pati bakal segera melaporkan dugaan tersebut ke Bawaslu.

Adv. Joko Sutrisno, tim Advokasi pemantau Pemilu Independen menyatakan siap untuk melaporkan kejadian tersebut ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pati. Lantaran, dugaan penggelembungan suara itu seakan memang sengaja dilakukan untuk menguntungkan dari salah satu Calon Anggota Legislatif (Caleg) Dapil Pati IV.

“Bukti-bukti sudah ia kantongi, dan segera diluncurkan ke Bawaslu, yang seterusnya biar menjadi kajian Gakumdu dan pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pati serta Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati,” tegasnya, Minggu (25/2/2024).

Baca Juga : Menunggu Nyali Pengawas Pemilu Independen Melaporkan PPK Jaken ke Bawaslu Atas Dugaan Kecurangan

Baca Juga : Partai Gerindra, Dikco Wahyu Pradana Dapat Bonus 192 Suara : Hasil Hitung Ulang C Satu

Baca Juga : Partai Gerindra : Penggelembungan Suara Salah Satu Caleg DPRD Dapil Pati IV Bikin Geger Gember

Pada intinya, saya sudah berkomunikasi langsung dengan Ketua Bawaslu jika pihaknya bakal segera mengadukan kejadian di PPK Jaken itu, supaya ditindaklanjutinya, agar pelaksanaan pemilu 2024 ini jujur dan adil khususnya di wilayah kecamatan Jaken, umumnya di Kabupaten Pati.

“Sekaligus, menindaklanjuti Peraturan Bawaslu RI nomor 7 tahun 2022, tentang penanganan temuan dan laporan pelanggaran pemilu, jadi jangan dianggap main-main,” tegasnya. (Rohman)

Inilah 58 Daftar Nama Caleg Yang Berpeluang Menduduki Kursi Empuk DPRD Kabupaten Pati

Pati – Cakranusantara.net | 50 (Lima Puluh) nama Calon Anggota Legislatif (Caleg) sementara yang berpeluang untuk menduduki kursi empuk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati periode 2024-2029, Minggu (25/2/2024).

Berikut Daftar-Daftar nama teratas dalam perolehan suara di dapil masing-masing :

A. Dapil Pati I, yakni Kecamatan Pati, Gembong, Margorejo, dan Tlogowungu :

1. Hilal Muharom (PKB)

2. Iriyanto Budi Utomo (Gerindra)

3. Wisnu Wijayanto (Gerindra)

4. Samsi ( PDI Perjuangan)

5. Suhartini (PDI Perjuangan)

6. Danu Iksan (PDI Perjuangan)

7. Sri Wahyuningati (Golkar)

8. Warjono (PKS)

9. Joni Kurnianto (Demokrat)

10. Muhamad dyan aulia Burhanudin (PPP)

B. Dapil Pati II, yakni Kecamatan Cluwak, Dukuhseti, Margoyoso, dan Tayu :

1. Muhamadun (PKB)

2. Muntamah (PKB)

3. Maulana Adika Prasetya (Gerindra)

4. Teguh Bandang Waluyo ( PDI Perjuangan)

5. Yoga Dermawan Nur Saputro ( PDI Perjuangan)

6. M Danung Singgihaji ( PDI Perjuangan)

7. Riyanto (Golkar)

8. Karwito (Nasdem)

9. Sadikin (PKS)

10. Eko Kuswanto (Demokrat)

11. Muhamad Yasin Shodiq (PPP)

C. Dapil Pati III, yakni Kecamatan Batangan, Juwana, Trangkik, dan Wedarijaksa :

1. Haryono (PKB)

2. Yeti Kristiyanti (Gerindra)

3. Sudi Rustanto (PDI Perjuangan)

4. Eko Sulistiyo (PDI Perjuangan)

5. Moch Adi Pamungkas (PDI Perjuangan)

6. Nanda Yahya Prasetya (Golkar)

7. Didin Syafrudin (Nasdem)

8. Narso (PKS)

9. Mukit (Demokrat)

10. Muslikan (PPP)

Baca Juga : Partai Gerindra, Dikco Wahyu Pradana Dapat Bonus 192 Suara : Hasil Hitung Ulang C Satu

Baca Juga : Partai Gerindra : Penggelembungan Suara Salah Satu Caleg DPRD Dapil Pati IV Bikin Geger Gember

D. Dapil Pati IV, yakni Kecamatan Jaken, Jakenan, Pucakwangi, dan Winong :

1. Kastomo (PKB)

2. Adam Maulana Indra Saputra (Gerindra)

3. Suwarno (PDI Perjuangan)

4. Joko Wahyudi (PDI Perjuangan)

5. Jaza khoirul Sofyan  (Golkar)

6. Karmijan (PKS)

7. Suharmanto (Demokrat)

8. Darbi (PPP)

E. Dapil Pati V, yakni Kecamatan Gabus, Kayen, Sukolilo, dan Tambakromo :

1. Bambang Susilo (PKB)

2. Hardi (Gerindra)

3. Ali Badudin (PDI Perjuangan)

4. Suyono (PDI Perjuangan)

5. Warsiti (PDI Perjuangan)

6. Kamari (Golkar)

7. Miftahul Abid (Nasdem)

8. Sutrisno (PKS)

9. Siti Maudluah (Demokrat)

10. Suwito (PPP)

11. Siti Mastikah (PPP)

Perolehan Kursi empuk oleh masing–masing Partai Politik (Parpol) :

1. PDI Perjuangan mendapatkan 14 Kursi;

2. Gerindra memperoleh 6 Kursi;

3. PKB memperoleh 6 Kursi;

4. PPP memperoleh 6 Kursi;

5. Demokrat memperoleh 5 Kursi;

6. Golkar memperoleh 5 Kursi;

7. PKS memperoleh 5 Kursi; dan

8. Nasdem memperoleh 3 Kursi.

Untuk jajaran pimpinan di lingkungan DPRD Kabupaten Pati 1 (Satu) Ketua, 3 (Tiga) Wakil Ketua, yang bakal diambil dari partai yang memiliki kursi terbanyak, Ketua PDI, Wakil Ketua dari Gerindra, PKB, dan PPP. (Rohman)

Partai Perindo Dapil Satu Terancam Tak Mendapatkan Kursi DPRD Kabupaten Pati

Pati – Cakranusantara.net |  Partai Perindo pada Daerah Pilihan (Dapil) Pati 1 (Satu) Terancam Tak Dapat Kursi DPRD di Pemilihan Umum (Pemilu) periode 2024-2029. Pasalnya, semua kandidat partainya hanya mendulang sebanyak 3207 suara saja, Selasa (20/2/2024).

Data yang dihimpun media ini, melihat situs online milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) https://pemilu2024.kpu.go.id/pilegdpr/hitung-suara, bahwa perolehan Jumlah suara sah Partai Politik (Parpol) ada sebanyak 328, dan Jumlah suara sah Parpol dan Calon Anggota Legislatif (Caleg) berjumlah 3.207 suara.

Adapun rincian jumlah suara Caleg dengan Nomor urut :

1. JOKO MUSTIKO, S.M. memperoleh sebanyak 2.153 suara;

2. SUNARTO, S.T. memperoleh sebanyak 406 suara;

3. ANIQOTUL MA’WA memperoleh sebanyak 135 suara;

4. DRAJAT ARI WIBOWO, S.H. memperoleh sebanyak 821 suara;

5. IMAM BASUKI memperoleh sebanyak 64 suara;

6. SRI UMARSASI memperoleh sebanyak 697 suara;

7. RUSLAN memperoleh sebanyak 229 suara;

8. MUH FAUZI memperoleh sebanyak 7 suara;

9. SUGIYATI memperoleh sebanyak 48 suara;

10. SLAMET RIYADI memperoleh sebanyak 112 suara.

Baca Juga : Dill!!.. Sugiarto Dikalahkan Muhzen Dalam Merebut Kursi DPR Hingga Penghitungan Berhenti

Baca Juga : Pileg 2024 Provinsi Jateng 4 : Dari Awal Sugiarto Ditinggal Muhzen

Data itu terakhir di input pada Senin (19/2) malam, pukul 23.00.00 WIB. Jika diakumulasikan semua pendapatan suara Partai dan Caleg partai Perindo baru mendulang 3.207 suara. Sedangkan kebutuhan untuk mendapatkan satu kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) harus mampu mendulang minimal tujuh ribu suara.

Sementara itu, masih ada partai lain yang belum memperoleh kursi. Dan suaranya mencukupi untuk merebut kursi tersebut. Mampukah Partai Perindo Dapil Pati Satu merebut kursi DPRD. Lantaran penghitungan surat suara saat ini sudah mencapai 82,44 persen. (Rohman)

Gambar : tangkapan layar dari website KPU

Haryanto, Ada Apa Dengan PMI Pati, Puluhan Milyar Rupiah : “Endo Semoyo” Audiensi Ditunda Setelah Pemilu 2024

Pati – Cakranusantara.net | Haryanto, ada apa dengan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pati, uang Puluhan Milyaran rupiah belum ada penjelasan secara gamblang terkait peruntukannya.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua PMI Pati, Sugiono yang juga merupakan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Pati, pagi-pagi mendadak chatting “Endo Semoyo” dengan alasan menjelang Pemilu.

“Sehubungan dengan kesibukan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, dengan hormat untuk audiensi diundur setelah pemilu Nggih,” bunyi chatting singkat Plt Ketua PMI Pati, Rabu (31/1/2024) Pukul 08.08 WIB.

Saat disinggung, emangnya pejabat (pejabat pemerintah) ikut berpolitik, paling audiensi cuma berapa jam sih, paling 1 sampai 3 jam maksimal, belum menjawab, dan hanya membaca pesan tersebut (chatting centang biru).

Sebelumnya, pihak Redaksi sudah berkirim surat secara resmi untuk memohon data pendapatan dana yang diperoleh dari iuran mulai dari Sekolahan, Desa hingga Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2020 sampai sekarang, serta peruntukannya untuk apa saja dalam penggunaan anggaran yang jumlahnya mencapai Puluhan Milyar tersebut.

(Hingga berita ini diterbitkan, Plt Ketua PMI Kabupaten Pati belum memberikan keterangan secara tertulis maupun voice note melalui pesan singkat via WhatsApp. Atau mungkinkah ikut berpolitik untuk memenangkan Ketua PMI Pati, Haryanto, S.H., M.M., M.Si yang saat ini sebagai Caleg DPR-RI Dapil III Jateng dari Partai PDI-Perjuangan). Rohman

Viral di Medsos!!!!.. Bocah Bawa Sajam Hendak Bentrok Diamankan Polsek Kolilo, Daftar Nama

 

Pati – Cakranusantara.net | Kurangnya pengawasan orang tua atau bahkan tidak diawasi sama sekali membuat anak dalam usia dini seliweran bawa Senjata Tajam (Sajam), terjadi tak hanya di wilayah kecamatan Tlogowungu saja.

Namun, hal itu juga kembali terjadi di wilayah kecamatan Sukolilo, didapatkan puluhan bocah usia belasan tahun bawa Sajam, yang bisa membahayakan nyawa orang lain jika sampai benar-benar terjadi pertikaian, ditambah jika salah sasaran, Minggu (17/12/2023).

Hal itu bisa dibuktikan pada beberapa waktu yang lalu bocah bawa Sajam ke wilayah kecamatan Tlogowungu, Baca Juga Beritanya di bawah ini 👇:

Klik disini : Perkumpulan Geng Pembuat Resah di Bubarkan Kapolsek Tlogowungu, Ini Pesannya

Klik juga :  Anggota Geng PKB dan B22P Diamankan Polisi, Ini Sebab Serta Namanya

Klik Juga : Buntut Video Viral Bawa Sajam, Lima di Proses Hukum

Baca Juga : Antisipasi Kejahatan Jalanan, Satlantas Polresta Pati Gencarkan Razia Knalpot Brong dan Balap Liar di Malming

Baca Juga : Cegah Aksi Tawuran, 13 Pelajar Digelandang ke Polsek Sukolilo (18/12/2023)

Kabar tersebut menjadi viral di media sosial dalam aplikasi Facebook yang dibagikan kedalam grup “Komunitas Anak Asli Kecamatan Kayen”, di share melalui Akun Facebook milik Ken Bara dengan menampilkan foto dan juga video pengakuan asal dumisili para bocah tersebut ,berdurasi selama 26 detik.

Dalam unggahan itu terdapati komentar dari warganet yang seakan geram, diantaranya dengan nama akun Saiful Amri menyebutkan daftar nama bocah-bocah tersebut antara lain :

1. Faib bin Wakijan, SMK 4 pelayaran Pati kelas TP 3 alamat Desa Jatiroto RT 06 RW 1 Kec Kaye (membawa Sajam Clurit).

2. Sony Wahyu Kurniawan bin Suparmab,16 th, Islam alamat Desa Sundeluhur Rt 1 RW 1 Kec Kayen.

3. Fahri Fatiruh Rohman Alfi TR,16 th, Islam pelajar SMK Tunas Harapan Pati kelas 1 alamat Desa Ngurensiti Kec Wedarijaksa (membawa Clurit).

4. Diandra Putra Erik bin Eko Sulistiyanto,16 th pelajar SMK Bani Muslim alamat Muktiharjo Kec Pati.

5. Muhammad Afif Nasril haki bin Sukar,pelajar SMK Tunas Harapan kelas 1 alamat Desa Guwo Kec Tlogowungu.

6.Moh Farerl bin Suyadi,16 th, Islam,Pelajar SMK Bani Muslim kelas 11 alamat Desa Keben RT 1 RW 1 Kec Tambakromo.

7.Muhamad Ilham Hanafi bin Suliyanto,18 th pelajar SMK Bani Muslim Pati alamat Desa plangitan Kec Pati.

8.Ale Sando Dika Prananda bin Arif Setiawan,15 th, Islam,swasta alamat Desa Bumiayu RT 4 RW 1 Kec Wedarijaksa.

9.Rengi Fajar Bayu Sena bin Puji Santoso,16 th, Islam pelajar SMK Bani Muslim alamat Desa Penambahan RT 1 RW 2 Kec Margorejo.

10. Dias Rifananda Dzafalsa bin Edy Susilo,15 th, Islam Pelajar SMK 2 Pati kelas 10 alamat Desa plangitan RT 5 RW 2 Kec Pati

11.Ardeta Elang idea Praja Pati bin Titis Eka Deni Pramono,15 th Islam pelajar SMK Tunas Harapan Pati alamat Desa Margorejo Rt 1 RW 3 kec Margorejo.

12.Bayu Arga Kusuma binti Sulistyaningsih,16 the, Islam Pelajar SMP 6 Pati alamat Desa Bumiayu RT 3 RW 2 Kec Wedarijaksa.

13.Muhmamad Tomy Kurniawan bin Winoto,16 th, Islam pelajar SMK Bani Muslim kelas 10 alamat Penambahan Kec Margorejo.

Barang bukti yang diamankan:

3 buah Clurit

5 unit SPM

Selain itu, daftar komentar yang lain diantaranya (nama akun blok tebal) ;

Doni Andriyansayah juga berkomentar : Bayi2 cokleki ndase dak ws

Hambudi Doyo : ditanya sambil di bogem mentah to pk,biar do jera

Waluyo Djati : Semisal nang ndLan, di ganggu, terus melawan, mereka ada yang jadi korban, yang di salahkan dan di hukum pasti kita jadi tersangka, bener ora lorr. Dibalas, Alvin Topz Panz : Waluyo Djati bner lurr.. jane dibkin gmna bocil2 itu nyesel gtu lur.jgn diwwancra tok. Wluyo Djati : Alvin Topz Panz tor oknum polisi, dan hukum e gampang di suap. Agus CY : Waluyo Djati masok loorr. Riyan Kombor : Waluyo Djati la seratus Iki luehh saeee poll saene.

Waluyo Djati : Ngono 2_3 hari leh di colno neh, wong duet ki enak

Abdul Qadir : Heleeh ngono iku ben di cap wong sangar balaku sangar 😄

Sri Murdiyani : Gusti Allah… wes panas koyo ngene Jeh Ono gangguan seng gak koyo menungso

Hendra : Bocah bayi lgi metu wes kyk ngono ngono engko lek kecekel nanges2

Fitri Nur Ika : Bayi2 sisi umbele dwe rapecus atek do mendelene ngono leh wik…. Wik…..

Novi Ch Sapolo : Di sel wae medeni wng mlh ben kapok, sng do krj bengi, niate krj mlh nek dln ktmu ngne ki dk mesake, aq y due adi kdg blek bngi kdg mngkt bengi kok lek ch wdok dwean krj ng klinci😌

Eva Puspita Anggraeni (2): 1). Bayi petakilan ..isin q Duwe Tonggo kyok ue…q Yo cah plangitan kok cokk

2). Anake sopo iku kok muni cah plangitan

Nur Kholis : bocah saiki do ngeri… edan gangster ketane… opo ra mesakke wong tuane ngko nek ditangkep

Dan masih banyak lagi komentar lainnya. Berdasarkan kejadian-kejadian ini. Kami pihak redaksi mendesak pemerintah daerah Kabupaten Pati, khususnya kepada Pihak Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pati selaku aparat penegak hukum (APH) agar bisa bertindak tegas untuk mengamankan bocah-bocah yang nakal tersebut dan/ atau mengambil langkah-langkah yang tepat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agar hal serupa tidak sering terulang kembali, apalagi mereka statusnya masih pelajar.

(Hingga berita ini diterbitkan, tim awak media belum Konfirmasi ke sejumlah pihak terkait, mulai dari pihak sekolah mereka kejar pendidikan, orang tua, dinas pendidikan, hingga pihak Kepolisian, langkah-langkah apa yang bakal diambil guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada kemudian hari). Gambar : tangkapan layar sumber berita.

(Rmn)

Petani Tembakau Desa Brabo Alami Kelangkaan Pupuk, 250 Ribu per 50 Kilogram

Grobogan – Cakranusantara.net | Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah keluhkan kelangkaan pupuk yang sudah mendekati dua Tahun ini. Mengakibatkan pertumbuhan tanaman mereka menjadi kurang subur.

Hal itu diungkapkan Syafi’i warga Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo salah satu petani tembakau. Lanjutnya, padahal tanaman yang baru berumur sepekan ini sangatlah membutuhkan pupuk itu untuk pertumbuhan.

“Pupuk yang hingga saat ini mulai langka masing-masing jenis Urea, Sp 36 serta Poska. Stok di distributor sebenarnya tetap ada namun volumenya terbatas, dan harganya juga lumayan tinggi. Hingga mencapai 250 ribu rupiah per 50 kilogram,” lanjutnya.

Sehingga pupuk menjadi tidak mencukupi untuk kebutuhan para petani, sekaligus harganya juga memberatkan, khususnya untuk petani tembakau.

“Jika kondisi tersebut terus terjadi, maka diperkirakan tanaman akan layu, dan lama-lama akan mati. Sekarang tanaman dirawat hanya mengandalkan air dan pupuk kandang,” ucapnya.

Meskipun beralih mengunakan pupuk kandang. Ternyata efeknya, daun tembakaunya memiliki hasil yang jelek, secara otomatis nilai jual daun tembakau menjadi jauh dibawah harga pasaran.

“Kendati demikian, pembelian pupuk kandangpun tidak selalu ada. Selain itu, belinya juga jauh,” tutupnya.

Ditambahkan Sunardi petani lain, kami sudah menempuh berbagai cara, termasuk melakukan koordinasi dengan kolompok tani. Namun hingga saat ini belum ada solusinya.

“Belum ada langkah untuk memenuhi kebutuhan pupuk, yang sedang mengalami kelangkaan. Sehingga para petani semakin bingung, sudah pupuk langka, harganya juga mahal,” keluhnya.

Kami berharap, ke berbagai pihak yang membidangi, terkhususnya Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI), agar harga pupuk menjadi standar atau normal serta mudah dalam mendapatkannya, khususnya di Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo,” harapnya.

(Red)

Sukesi Janda Sebatangkara Resmi Mempolisikan Sanipah, Bang Bimo Turut Komentar

Pati – Cakranusantara.net | Bela Sukesi masih terus bertambah, kini Sukesi menempuh jalur hukum lainnya dengan mempolisikan ke Polres Pati. Pasalnya, disitu ada dugaan kesalahan dalam adminitrasi dan dokumentasi.

Bima Agus Murwanto SH.MH. yang akrab disapa Bang Bimo penasehat hukum LSM Masyarakat Peduli Keadilan angkat bicara, menurut saya, setelah saya menelaah permasalahan Sukesi ini, memang layak untuk melaporkan ke pihak Kepolisian.

“Disitu, ada dugaan unsur penipuan atas kejanggalan berkas adminitrasi yang di pakai oleh pihak penggugat, yang dijadikan sebagai alat bukti,” ungkap Bimo. Rabu (12/10/2022).

Karena terlihat ada dugaan manipulasi data dan unsur penipuan dengan cara tipu muslihat. Langkah Sukesi itu sudah benar jika ia melaporkan dugaan tersebut.

“Terkait, rumah tanahnya yang mau dieksekusi melalui lelang, jadi lebih baik di perjuangkan saja, kasian orang tidak tahu apa-apa tiba-tiba harus menerima putusan seperti itu,” lanjutnya.

Baca Juga : Akhirnya!!.. Pelaku Tindak Kejahatan Tipu Muslihat Resmi di Polisikan

Poin Sukesi Terus Bertambah, Tanpa Pendamping Hukum Pasti Asal Mengiyakan Karna Merasa Tertekan

Audiensi Eksaminasi Publik: Puluhan Wartawan, Advokat dan Aktivis Bakal Geruduk PN Pati

Eksaminasi Publik : Tak Hanya Cak To, Dr. Muhammad Junaidi “Wakil Rektor lll” Turut Berkomentar

Seharusnya, dari awal Sukesi itu diberi tahu, supaya diberi pendamping hukum, tapi tenang saja masih ada waktu untuk proses selanjutnya.

Sebelumnya, perkara Sukesi sudah banyak yang merespon dan mendukung Sukesi baik dari kalangan Pakar Hukum, LSM dan Wartawan yang membela Sukesi “janda sebatangkara tidak paham baca dan tulis”,” imbuhnya.

Mulanya Sukesi tak pernah merasa berhutang kepada Sanipah sebesar itu. Namun tiba-tiba dengan tipu muslihat agar mau mengakui hutang sebesar 80 juta rupiah.

“Pada akhirnya berujung menjadi putusan dari PN Pati. Tanah dan bangunan rumah Sukesi nyaris diujung tanduk, siap untuk di eksekusi pihak Sanipah melalui lelang,” tutupnya.

(RN-Red)

Akhirnya!!.. Pelaku Tindak Kejahatan Tipu Muslihat Resmi di Polisikan

Photo pelaporan dugaan tipu muslihat (Penipuan)

Pati – Cakranusantara.net | Akhirnya. Pelaku tindak kejahatan dugaan tipu muslihat yang memiliki ketetapan hukum dari PN Kelas 1A Pati resmi di polisikan ke Kepolisian Resort (Polres) Pati, Polda Jateng.

Pasalnya. Sukesi tekesan digiring oleh Darsono Pendamping Hukum (PH) Sanipah, agar mengakui jika Sukesi memiliki hutang sebesar 80 juta rupiah ke Sanipah. Mirisnya lagi permintaan pengakuan itu di Akta Notariskan.

Kagetnya Sukesi, karena mendadak ditagih hutang sebesar itu. Sementara Sukesi, merasa tidak pernah diberikan sejumlah uang hingga puluhan juta itu.

Baca Juga : Audiensi Eksaminasi Publik: Puluhan Wartawan, Advokat dan Aktivis Bakal Geruduk PN Pati

Eksaminasi Publik : Tak Hanya Cak To, Dr. Muhammad Junaidi “Wakil Rektor lll” Turut Berkomentar

Doni Sugiarto Humas Insan Pers Independen Pati (IPIP) menegaskan, jika kami akan terus mengawal perkara ini hingga tuntas. Kami tidak akan tanggu-tanggung dalam mengawal Perkara ini.

“Kami akan terus mengawal perkara ini sampai tuntas ke akar-akarnya, karna saya merasa Sukesi ini sedang di Dholimi oleh Sanipah,” tegasnya. Rabu (12/10/2022).

Masalah selanjutnya, kita pasrahkan sama pihak Kepolisian, biar pihak Kepolisian yang bekerja maksimal dalam mendalami perkara ini, karna sudah menyangkut dengan Notaris.

“Notaris Dewi Anggraeni sudah berani membuatkan Akta Notaris, pastinya dia juga sudah punya dasar. Meskipun sebelumnya, Sanipah belum bisa menunjukkan rincian hutang Sukesi yang sebanyak itu,” lanjutnya.

Baca Juga : Eksaminasi Publik, Kurnia Zakaria : Pertanyakan Keabsahan Akta Perjanjian dan Akta Notaris Dimata Hukum

Poin Sukesi Terus Bertambah, Tanpa Pendamping Hukum Pasti Asal Mengiyakan Karna Merasa Tertekan

Sementara itu, Sukesi pernah mendatangi Sanipah di losnya (toko) pakaian di pasar Trangkil yang hendak membicarakan terkait hutangnya kok mendadak sebanyak itu, sejarahnya bagaimana menjawab, saya (Sanipah) tidak ada urusan lagi sama kamu.

“Sekarang kamu (Sukesi) sudah tidak ada urusan lagi sama aku, sekarang urusanmu sama pak Darsono, kok tahu-tahu rumah saya mau di lelang,” ungkap Sukesi.

(RN-Red)

Joni Kurnianto Keluhkan Minimnya Sponsor Persipa Liga Dua Nasional

Pati – Cakranusantara.net | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pati kembali mengundang puluhan perusahaan di wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Pasalnya, minimnya suport dari perusahaan daerah untuk men Sponsori Persipa dalam mengarungi Liga 2 Nasional.

Wakil Ketua I DPRD Pati Joni Kurnianto mengatakan, sponsor Persipa Pati kebanyakan berasal dari luar daerah Pati. Kondisi tersebut cukup mencengangkan. Mengingat, kesusksesan Persipa Pati naik kasta ke Liga 2 tidak menjadi magnet bagi perusahaan lokal Pati.

“Bahwa Persipa Pati ini yang masuk malah kebanyakan dari luar Pati, seperti Kabupaten Kudus dan Semarang. Dari Pati sendiri malah masih jarang. Zeroone, Terpal Hakim, dan Dua Kelinci. Sementara kayak Garudafood masuk, Rp 50 juta katanya, sudah kita pasang (di jersey) malah uangnya belum masuk-masuk dan sudah empat bulan ini,” ujarnya selepas mengundang perusahaan di Gedung Paripurna, Selasa (23/8/2022).

Joni Kurnianto sangat menyayangkan kondisi ini, padahal perjalanan Persipa naik Liga 2 sangat berdarah-darah. Setelah 71 tahun terperosok di Liga 3.

“Jadikan kita itu heran, kita sudah Liga 2 dan kita itu professional ini momen meng-up Pati. Stadion sudah diusahakan temen-temen dan Pak Ketua, sudah diusahakan sebagai tuan rumah. Loh kok dukungan dalam hal ini, support dari perusahaan malah masih minim,” keluh Joni.

Sementara itu, Manajer Persipa Pati Dian Dwi Budianto mengatakan, dalam rapat tersebut sejumlah perusahaan hadir di gedung DPRD Pati. Lantaran, persoalan sponsorship masih menjadi kendala buat Persipa Pati dalam mengarungi Liga 2 pada bulan Agustus ini.

“Saat ini Persipa masih membutuhkan anggaran yang sangat besar guna mengarungi Liga 2. Sehingga barang tentu perusahaan- perusahaan ini bisa menjadi sponsorship guna membantu persipa dalam mengarungi Liga 2 pada bulan ini,” ungkap Dian.

Ia berharap, ada perusahaan yang turut mendongkrak kejayaan klub berjuluk Laskar Saridin ini. Baginya, Persipa Pati bukan hanya milik satu kelompok, tetapi milik seluruh Wong Pati. Sehingga suport dan sponsor untuk Persipa wajib digeber.

“Karena Persipa tidak hanya milik satu kelompok tapi milik semua warga Pati dan seisinya,” pungkas Manager Persipa.

(Dr/Mh-CN)

Pungli Merajalela, Diduga  Oknum “STR” Menjadi Aktor Utama

Pati – Cakranusantara.net | Guru dan Kepala Sekolah (Kepsek) dibeberapa kecamatan keluhkan adanya dugaan Pungli yang dilakukan innesial (STR) yang berperilaku over jabatan. Pasalnya, hal itu terjadi di sejumlah Koorwilcam bidang pendidikan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Berdasarkan penelusuran Tim Awak Media dan hasil klarifikasi ke sejumlah nara sumber pada (28/07), banyak terjadi kejanganggalan prosedur dan over job atas jabatan Koordinator wilayah kecamatan (Koorwilcam) bidang pendidikan, yang seharusnya menjadi sebagai penghubung Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, Jawa Tengah Justru menjadi Dissermaker atau penentu kebijakan, Rabu (3/8/2022).

Modus ini sudah di keluhkan oleh Guru dan Kepsek SD namun peran STR justru terkesan di dukung oleh pimpinan diatasnya. Kejadian itu, masing masing di Kecamatan Dukuhseti, Margoyoso, Wedarijaksa serta kecamatan Pati Kota.

Namun sikap arogan STR malah diduga semakin menjadi-jadi saat menjadi Koorwilcam bidang pendidikan Kecamatan Pati Kota dan itu sungguh sangat meresahkan guru dan Kepsek.

Agenda dan kinerja STR terkesan menjadi mesin pengeruk pundi-pundi uang dengan berbagai macam dugaan pungli dengan bentuk iuran yang dibebankan oleh sekolah atau pribadi guru/ Kepsek dilingkungan/ wilayahnya.

Adapun jabatan empuk selama ini, disinyalir sudah disalahgunakan dengan menekan para bawahannya untuk mengeruk keuntungan secara pribadi. Berlagak menjadi Penguasa yang dekat dengan Kepala Dinas (Kadin) dan Bupati.

Adanya tarikan/ iuran dari Kepsek yang dimutasi, maupun yang baru dilantik, guru mutasi dari Kecamatan lain sebesar Rp. 1 Juya hingga Rp. 2 Juta rupiah dengan alasan syukuran, SK pensiun jika keluar di minta memberikan upah sekitar Rp. 400 – 500 ribu rupiah.

Bahkan ia membuat statement yang mengatasnamakan Disdik yang hanya secara lisan, tanpa adanya surat penguat.

Sumber berita ini berdasarkan Pengakuan dari nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya guna menghindari  interfensi dan memberikan contoh, iuran Donasi PMI, Infaq dari Baznas, Sertifikasi guru Kabupaten Pati.

Belum lagi usulan pembangunan sarana dan prasarana (Sarpras) pendidikan yang terkesan dikondisikan bukan sesuai kebutuhan, namun sesuai dengan keinginannya yang hanya diberikan Kepsek yang bisa diatur dan mau memberikan sejumlah fee Penunjukan Langsung (PL) atas usulannya padahal mekanisme ada kalender Dapodik.

Hasil Pendalaman investigasi team media di lokasi SDN 02 Sidokerto yang mendapatkan proyek DAK yang nominalnya mencapai Rp. 490.3 juta rupiah, yang saat ini baru tahap pembangunan sungguh mengundang tanda tanya seakan akan membenarkan keluhan dari para Kepesek dan Guru.

Bagaimana tidak banyak sekolah yang membutuhkan rehap bangunan justru hanya terpusat di SDN 02 Sidokerto Kecamatan Pati yang mendapatkan empat titik proyek sekaligus, pembangunan rehab Gedung, Ruang Guru, Ruang perpustakaan dan Ruang UKS, diduga anggaran sengaja dipecah guna menghindari lelang padahal sumber dananya sama dari DAK dan dalam Satu Sekolahan.

Sebelumnya, STR pernah terungkap atas perbuatannya sama oknum Koorwilcam, dengan menggunakan THL menarik iuran jabfung setiap orang 400 ribu rupiah, dan sudah dilaporkan ke Kadisdikbud Pati.

Namun Kadisdikbud meminta Oknum STR itu disuruh mengembalikan pungutan tersebut. Justru berdalih yang memungut adalah THL, sehingga tenaga tersebut justru menjadi tertuduh dan di interogasi oleh pejabat Disdik (Tidak mungkin wiyata mengambil kebijakan seperti itu).

Korwilcam memiliki 2 sepeda motor (SPM) dinas, bekas dipakai Marno mantan Pengawas SD, laptop bantuan untuk kelancaran tugas kedinasan juga dibawa pulang diduga untuk kepentingan pribadi.

Lagi, Oknum STR Koorwilcam Pati juga mempunyai rekam jejak yang kurang patut di contoh, termasuk dugaan penggelapan uang Koperasi di Kecamatan Margoyoso (tempat bertugas sebelumnya), juga Koperasi Budaya di Disdik yang sampai sekarang disinyay belum terbayar/ hutang macet, belum ada itikat baik untuk membayarnya.

Selain itu, Oknum yang dimaksud selama di lingkup Disdik Koorwilcam Dukuhseti juga pernah berkelahi (adu fisik) dengan rekan sejawatnya.

Oknum STR diduga selalu membuat kegaduhan – kegaduhan, menekan Kepsek dengan mengatakan bahwa Korwil adalah Kepala dari Kepala Sekolah dan Guru, untuk menakut nakuti Guru dan Kepsek “lihat perbup apakah benar?”, Ironisnya lagi, ada dugaan merayu salah satu guru wanita wiyata.

Oknum STR ini juga sering melakukan usulan menggeser/ mengganti yang bukan kewenangannya, sebagai contoh menggantikan guru wiyata yang tergeser ke P3K di suatu sekolah dengan ASN dari luar Kecamatan Pati, membawa/ memasukkan THL, usulan mutasi, pengampuan Kepsek maupun pengangkatan Kepsek, hal itu semua disinyalir dimintai imbalan uang dan ada yang nominalnya tinggi, menyesuaikan jabatan.

Hingga berita ini diterbitkan Team awak media www.cakranusantara.net belum bisa mengklarifikasi secara langsung ke Kepala Disdikbud Kabupaten Pati, guna mendapatkan informasi lebih lanjut.

Bersambung

(Rw Team)