Petani Desa Pundenrejo Tayu Gerudug Kantor BPN Pati

Pati – Cakranusantara.net | Petani Desa Pundenrejo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati gerudug kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional), dengan tujuan untuk melakukan audiensi, Sabtu (1/6/2024).

Kedatangan mereka pada Jum’at (31/5) kemarin di sambut baik oleh Kepala Kantor (Kakan) BPN Pati, Jaka Pramono bersama Pegawai. Selain itu, juga dikawal anggota Polresta Pati.

Audiensi membahas tentang konflik Tanah, antara PT Laju Perdana Indah (LPI/ PG Pakis Baru) dengan warga Masyarakat Desa Pundenrejo.

Dalam audiensi, salah satu peserta menyampaikan aspirasinya, mengenai penolakan perpanjangan Hak Guna Bangunan (HGB) pada tanah yang dikelola oleh PT Laju Perdana Indah.

Menanggapi hal itu, Jaka Pramono mengapresiasi perjuangan para petani. Dan nanti pihaknya bakal menyampaikan aspirasi ini kepada pemerintah pusat.

“Dalam hal ini, kepada Kementerian ATR/BPN, dan akan memberitahukan perkembangan penanganan kasus konflik tanah itu,” terang Jaka Pramono.

Meski demikian, apa yang menjadi aspirasi akan kita laporkan kepada pimpinan, mohon maklum kami dibatasi dalam pelaksanaan ketentuan pertanahan.

“Namun, perkembangan yang sudah disampaikan atau aspirasi bapak dan ibu kami terima, kita akan laporkan perkembangan selanjutnya,” tutup Kakan BPN Pati. (Ar)

Tingkatkan Disiplin Kerja, Pemkab Terapkan Aplikasi Saridin Untuk APD

Pati – Cakranusantara.net | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati, Jawa Tengah menerapkan Aplikasi Sistem Administrasi Disiplin (Saridin), Aparat Pemerintah Desa (APD), yang berfungsi sebagai Rekapitulasi Presensi elektronik berupa Faceprint untuk seluruh APD.

Adanya aplikasi ini, untuk mendukung upaya peningkatan disiplin kerja dan kinerja bagi APD. Nantinya, aplikasi ini terintegrasi dengan alat e-presensi yang terpasang di desa, dengan computer client yang berada di Kecamatan, serta server yang berada di Kabupaten.

Kemudian, di masing-masing tingkatan akan ditunjuk admin untuk membantu pengelolaan rekapitulasi presensi yang sudah terekam.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah (Setda) Pati Imam Kartiko selaku inisiator aplikasi ini mengatakan, melalui Saridin dapat terpantau rekapitulasi presensi wajah harian dari seluruh APD yang berjumlah 4.547 orang di 401 Desa.

“Data rekapitulasi presensi bulanan sebagai dasar pengajuan Penghasilan Tetap/ Siltap dapat diunduh oleh Admin Desa untuk kemudian dimohonkan verifikasi di tingkat Kecamatan dan diajukan ke Kabupaten,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, dengan aplikasi Saridin ini, akan meminimalisir permainan yang mungkin dilakukan oleh oknum tertentu saat rekapitulasi presensi yang sebelumnya masih menggunakan sistem manual.

“Di tingkat kecamatan dan kabupaten, nanti dapat menampilkan data statistik yang riil, terkait tingkat kehadiran APD, sehingga memudahkan dalam pemantauan maupun evaluasi oleh perangkat daerah terkait,” papar Kartiko.

Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro, memberikan apresiasi dengan adanya aplikasi Saridin ini. Ia juga menegaskan, bahwa inilah saatnya APD sebagai ujung tombak pelayanan pemdes melakukan introspeksi diri dan berbenah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat dengan berpedoman kepada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Disiplin Kerja APD.

“Untuk itu, seluruh APD harus mampu merubah stigma budaya kerja yang melekat kuat dibenak masyarakat, tentang kinerja. Utamanya, terkait kurangnya kedisiplinan serta komitmen pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dengan hadirnya aplikasi Saridin, Henggar berharap mudah-mudahan ujicoba aplikasi Saridin pada Desember nanti dapat berjalan dengan lancar sehingga dapat diimplementasikan dengan baik oleh seluruh APD, mulai Januari 2023 mendatang.

“Semoga aplikasi ini, dapat menjawab berbagai tantangan dalam peningkatan kualitas kinerja dan kedisiplinan Pemerintah Desa (Pemdes) serta mendukung percepatan digitalisasi desa,” tandasnya.

(Wj/Red)

Petani Tembakau Desa Brabo Alami Kelangkaan Pupuk, 250 Ribu per 50 Kilogram

Grobogan – Cakranusantara.net | Sejumlah petani tembakau di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah keluhkan kelangkaan pupuk yang sudah mendekati dua Tahun ini. Mengakibatkan pertumbuhan tanaman mereka menjadi kurang subur.

Hal itu diungkapkan Syafi’i warga Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo salah satu petani tembakau. Lanjutnya, padahal tanaman yang baru berumur sepekan ini sangatlah membutuhkan pupuk itu untuk pertumbuhan.

“Pupuk yang hingga saat ini mulai langka masing-masing jenis Urea, Sp 36 serta Poska. Stok di distributor sebenarnya tetap ada namun volumenya terbatas, dan harganya juga lumayan tinggi. Hingga mencapai 250 ribu rupiah per 50 kilogram,” lanjutnya.

Sehingga pupuk menjadi tidak mencukupi untuk kebutuhan para petani, sekaligus harganya juga memberatkan, khususnya untuk petani tembakau.

“Jika kondisi tersebut terus terjadi, maka diperkirakan tanaman akan layu, dan lama-lama akan mati. Sekarang tanaman dirawat hanya mengandalkan air dan pupuk kandang,” ucapnya.

Meskipun beralih mengunakan pupuk kandang. Ternyata efeknya, daun tembakaunya memiliki hasil yang jelek, secara otomatis nilai jual daun tembakau menjadi jauh dibawah harga pasaran.

“Kendati demikian, pembelian pupuk kandangpun tidak selalu ada. Selain itu, belinya juga jauh,” tutupnya.

Ditambahkan Sunardi petani lain, kami sudah menempuh berbagai cara, termasuk melakukan koordinasi dengan kolompok tani. Namun hingga saat ini belum ada solusinya.

“Belum ada langkah untuk memenuhi kebutuhan pupuk, yang sedang mengalami kelangkaan. Sehingga para petani semakin bingung, sudah pupuk langka, harganya juga mahal,” keluhnya.

Kami berharap, ke berbagai pihak yang membidangi, terkhususnya Perkumpulan Pabrik Rokok dan Petani Tembakau Indonesia (P2RPTI), agar harga pupuk menjadi standar atau normal serta mudah dalam mendapatkannya, khususnya di Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo,” harapnya.

(Red)

Naas!!.. Satu Karyawan Pemasang Jaringan Wi-Fi Tersengat Listrik

 

Pati – Cakranusantara.net | Seorang karyawan jasa pemasangan kabel Wifi dari salah satu provider ternama, harus meregang nyawa akibat tersengat aliran listrik saat hendak memasang kabel wifi di Desa Baleadi, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 pagi. Dan diketahui korban tersebut bernama Yogi Wiliem Alkarim bin subagyo (35), warga Lebak Wetan, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati.

Menurut penuturan Kepala Polisi Sektor (Polsek) Sukolilo Pati, Akp Sahlan. Korban saat memasang kabel wifi tersenggol aliran listrik milik PLN di sebelahnya.

“Akan tetapi untuk kejelasan lebih lanjut, kami belum bisa memastikan, karena saat ini masih dilakukan otopsi di RS Kayen,” ucap IPTU Sahlan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (22/9/2022) petang.

Kendati demikian dirinya menjelaskan, dugaan terbesar saat ini adalah murni kecelakaan kerja, yang dipicu karena sengatan arus listrik yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

“Intinya dugaan terbesar saat ini memang murni kecelakaan kerja dari sengatan arus listrik, ” jelasnya.

Dalam keterangannya, Kapolsek Sukolilo melanjutkan, jika keluarga korban tidak bersedia untuk dilakukan otopsi mayat dan hanya memperbolehkan visum.

Sebagai informasi. Hingga saat ini pihak kepolisian telah melakukan olah TKP guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus tersebut.

(*/Red)

Diduga Surat Bodong!!.. Alamak, Ternyata Berita Hoax

 

Pati – Cakranusantara.net | Diduga surat bodong!!.. alamak ternyata berita Hoax. Surat itu digunakan sebagai syarat pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi untuk kebutuhan masyarakatnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) membuat Geram.

Pasalnya, dugaan atas tuduhan telah mengeluarkan surat rekomendasi bodong itu ditujukan kepada Sri Lestari Kepala Desa (Kades) Gajahmati, Kecamatan/ Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang pada akhirnya angkat bicara, terkait kebenarannya secara terbuka atas tuduhan yang mencoreng nama baiknya itu.

Sri Lestari seusai pertemuan saat diwawancarai mengatakan, berita itu tidaklah benar, hal itu bisa di buktikan lantaran ada tandatangan serta stempel basah, otomatis surat itu asli dan dapat di pertanggung jawabkan.

“Saya merasa sudah sangat di rugikan, atas berita sepihak dari sejumlah media, yang sebelum memberitakan tanpa konfirmasi terlebih dahulu dengan saya,” ucap Kades. Kamis (22/9/2022).

Disisi lain, Puluhan Kades se Kecamatan Pati juga turut hadir dalam acara itu menyatakan pemberitaan yang diduga menjastis secara sepihak kepada Kades, secara keseluruhan membenarkan Kades Gajahmati, itu bukanlah merupakan surat Bodong.

Senada Didik Rosdiartono Camat Pati, menjawab hal yang sama jika itu bukanlah surat bodong, sudah sewajarnya Kades memberikan surat rekomendasi untuk pembelian Solar bersubsidi.

“Kades yang lain juga ada yang merekomendasikan surat rujukan untuk masyarakatnya masing-masing guna membeli BBM jenis solar bersubsidi di SPBU,” ucap Didik Rosdiartono.

(Ts-Red)

Aneka Ragam Sampah Membanjiri Sungai Bangau, Akibatkan Bau Kurang Sedap

 

Pati – Cakranusantara.net| Berbagai Sampah penuhi Sungai Mbango turut Desa Bulumanis Lor, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Hal itu, berdampak besar untuk warga sekitar.

Para petani sampai-sampai tidak bisa memanfaatkan air sungai untuk irigasi Sawah, selain sampah yang menumpuk sepanjang 600 meter sungai tersebut menimbulkan bau kurang sedap seperti halnya tempat pembuangan sampah pada umumnya.

Kepala Desa (Kades) Bulumanis Lor Kunarso saat dikonfirmasi pada Selasa (6/9/2022) membenarkan adanya sampah yang menyarang di sungai itu sepanjang 600 meter.

“Sungai itu kondisinya sangat memperhatinkan, menurutnya, hal ini sudah terjadi sejak lama, kurang lebih 10 tahun, Sungai ini menjadi Terminal Sampah,” ungkapnya.

Sampah yang menumpuk di sepanjang Sungai ini berasal dari jauh yang kemudian menumpuk di sungai ini, warga kami sangat terdampak dan sangat membebani, karena tanpa ada upaya bantuan dari pemerintah terkait untuk Normalisasi Sungai.

“Baru kali ini kita dapat bantuan dari BBWS Pemali Juwana itupun hanya Alat Exsafator saja, sehingga kami dari pemerintah Desa Bulumanis Lor mau tidak mau harus mengeluarkan biaya yang cukup lumayan untuk bayar Truk pengangkut sampah, untuk upah pekerja diambilkan dari Dana Desa”, lanjut Kades.

Sementara itu, sudah sebanyak 200 kali muatan sampah dari sungai itu selama 4 hari, hingga sampai hari ini masih belum selesai baru sekitar 40%, itu artinya Sampah yang belum di bersihkan masih 60%.

“Saya berharap hal ini dapat di perhatikan oleh Pemerintah secara khusus mengingat membawa dampak yang sangat buruk, selain itu juga sangat membebani Warga sini,” harap Kades.

(Dn)

Peristiwa Kajen di Sebabkan Adanya Miss Komunikasi

Pati – Cakranusantara.net | Peristiwa yang sudah terjadi di Desa (Kades) Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah antara Warga setempat dengan Kepala Desa (Kades) hanya karena adanya miss komunikasi, sudah saling memaafkan.

Data yang dihimpun media ini, menanggapi berita yang telah terbit sebelumnya terkait Kades Kajen yang diduga arogan kepada tim awak media memberikan tanggapan, jika hal itu hanyalah ada sebuah kesalahpahaman saja, telah terjadi Miss komunikasi.

“Sebenarnya pada malam itu hanyalah salah paham, karena maksud dan tujuan saya mendatanginya hanya ingin tahu kejelasannya saja,” ungkap Muhammad Ibnu Khoidar Kades Kajen yang baru menjabat satu Periode ini.

Kades Kajen Terkesan Arogan, Ini Pesan Om Bob

Setelah itu kami, (Kades dan Warga yang dimaksud) sudah saling bertemu dan saling berkomunikasi dengan baik, kami juga sudah saling memaafkan perihal kesalahpahaman itu.

“Keluhannya sudah saya tampung, apa yang mereka harapkan itu dan disini sudah tidak ada permasalahan, saya pasti akan menerima kritisi mereka, selagi kritisi itu buat membangun Desa menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Mereka semua adalah sama-sama warga saya, kedepan saya akan jalin komunikasi dengan lebih baik, terhadap semua warga saya agar tidak terjadi Miss komunikasi lagi.

“Kalaupun ada kesalahpahaman saya berharap bisa di bicarakan dengan baik-baik, semua yang sudah terjadi itu bisa di jadikan sebuah pembelajaran yang sangat berharga,” harapnya.

Uang Bumdesma dibuat Bancakan, Penanganan Lambat: Sisanya Kurang dari 2 Milyar

Pers, Baca Pasal 18 ayat 1 UU Nomor 40 tahun 1999, Perlindungan Jurnalis Dalam Peliputan

Sementara itu, warga yang dimaksud sebut saja innesial (C) saat di hubungi awak media melalui via phone selurer membenarkan semua itu dan ternyata hanyalah sebuah kesalahpahaman saja,” jawabnya.

Harapan kami, kedepan Pemerintah Desa (Pemdes) bisa lebih transparan atau lebih terbuka dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) terhadap warga masyarakat sini, agar tidak terjadi adanya Miss komunikasi seperti ini,” harapnya.

(RN-RedCN)

Jampisawan Keliling Sungai, Ini Sebabnya

Pati – Cakranusantara.net | Jaringan Masyarakat Peduli Sungai Juwana (Jampisawan) Pati, Jawa Tengah, memonitoring dan membersihkan sampah di aliran Sungai Silugonggo. Pasalnya banyak sampah yang menumpuk.

Ari Subekti Juru Bicara (Jubir) Jampisawan mengatakan, selain monitoring, pihaknya juga membersihkan sampah plastik yang berpotensi mencemari air dan tanah di Kawasan Sungai Juwana, didominasi oleh pembungus produk dan botol plastik, serta wadah styrofoam makanan instant dari beraneka ragam merek,” terangnya, Sabtu (20/8/2022).

Di hilir, sampah plastik banyak menumpuk dan nyangkut di hutan mangrove. Padahal, hutan mangrove di Sungai Silugonggo merupakan habitat atau tempat tinggal ikan dan burung, di lokasi itu terpapar microplastic yang berbahaya bagi manusia dan binatang,” lanjutnya.

Jampisawan berharap agar masyarakat, terlebih pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan gerakan bersih sungai secara rutin, berkala, serta berkelanjutan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Pemerintah juga harus gencar mensosialisasikan kepada masyarakat agar tidak mudah membuang sampah di sungai,” imbuhnya.

Selain itu, pemerintah juga diminta untuk melakukan tindakan tegas, agar melakukan penegakan hukum berdasarkan peraturan yang berlaku terkait pihak-pihak yang membuang sampah ke sungai.

“Masyarakat bergerak secara aktif dalam pengelolaan sampah plastik di lingkungan rumah tangga dan desa, serta aktif dalam Gerakan bersih sungai, semua Lembaga Pendidikan turut serta mensosialisasikan ampanye dan gerakan bersih Sungai Juwana untuk mewujudkan sungai bersih terutama dari sampah plastik,” pungkasnya.

Penulis/ Gambar : Dr

(Dr-Mds/Cn)

Polsek Gabus Giat Pencanangan Gernas Pembagian Bendera Merah Putih

 

Pati – Cakranusantara.net | Kapolsek Gabus AKP Parsa S.H. bersama Wakapolsek, Kanit Binmas beserta jajarannya melaksanakan pencanangan Gerakan Nasional (Gernas) pembagian Bendera Merah Putih kepada Masyarakat/ Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Dalam apel pagi itu, Kapolsek Gabus AKP Parsa S.H., menyampaikan, Bendera Merah Putih yang dibagi-bagikan kepada Masyarakat dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 Tahun 2022 dimulai pada 01 Agustus 2022 s/d 30 Agustus 2022.

“Pencanangan gerakan pembagian Bendera Merah Putih itu, untuk mengingatkan Masyarakat yang kami aplikasikan dengan keliling ke Desa-desa di wilayah Kecamatan Gabus untuk mengganti bendera yang telah dipasang warga namun telah usang,” ungkapnya. Selasa (16/8/2022).

Lebih lanjut, Kapolsek Gabus juga berharap Gernas pencanangan pembagian Bendera Merah Putih dapat meningkatkan kebangsaan rasa cinta NKRI, dengan turut mengibarkan bendera merah putih.

“Agar warga masyarakat dapat mengenang dan menghargai perjuangan jasa para Pahlawan yang telah memperjuangkan atau merebut Kemerdekaan RI dari penjajahan,” pungkas Kapolsek Gabus.

(Eko riyadi)

Tak Mau Ketinggalan, Desa Pekalongan Turut Meriahkan HUT Kemerdekaan dan Hari Jadi Pati

PATI – Cakranusantara.net | Pemerintah Desa (Pemdes) Pekalongan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah tidak mau ketinggalan dalam memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) dan Hari jadi Pati dengan Gelar Pasar Rakyat dan UMKM di Bumdes Cangkruk Kencana.

Kades Pekalongan Ukhwatur Roy kepada media mengatakan, bahwa acara ini di gelar spesial dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77 serta hari jadi Kota Pati yang ke- 699 dengan mengusung tema “Kencana Kids Fashion Show”.

“Momen acara-acara seperti ini yang selama ini di tunggu-tunggu masyarakat sekitar, yang sudah tertunda selama dua tahun karena terdampak Pandemi, Sehingga warga sangat antusias dengan acara ini,” ungkapnya. Minggu (14/8/2022).

Selain menggelar pasar Rakyat dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menyediakan Aneka Makanan, Jajan Tradisional, Aneka Pakaian, Wahana Permainan dan lainya.

“Pemdes Pekalongan juga mengadakan serangkaian acara lainnya, diantaranya adalah lomba Anak-anak mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Play Group, Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) hingga lomba Ibu-ibu,” imbuhnya.

Lomba-lomba itu dimulai dari lomba mewarnai, lomba layang-layang, untuk hari ini yang berjalan lomba anak-anak dan lomba Adipura.

“Besok berlanjut lomba Senam Ibu-ibu dan Senam Sehat, kemudian di tutup dengan pertandingan Sepakbola dan lomba burung berkicau pada 17 Agustus mendatang,” lanjutnya.

Saya berharap, dengan adanya kegiatan pada tahun ini bisa menjadi motivasi warga saya dan juga bisa berjalan sesuai dengan agenda masing-masing koordinator.

“Kedepannya (tahun depan) acara seperti bisa lebih meriah lagi dibandingkan tahun ini, karena saat ini masih tahap pemulihan ekonomi sehabis terdampak Pandemi Covid,” harapnya.

(Mh-CN)