oleh

Trotoar Rp14 Miliar Disorot, PPK Turun Tangan Cek Proyek Jalan Sudirman Pati

Cakranusantara.net, Pati || Proyek penataan trotoar senilai Rp14 miliar di sepanjang Jalan Sudirman, Kabupaten Pati, tengah menjadi sorotan. Sejumlah bagian pekerjaan dinilai belum sempurna, termasuk paving yang mengalami keretakan. Di tengah sorotan masyarakat dan DPRD Pati tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan turun langsung melakukan pengecekan lapangan, Kamis (8/10/2026).

PPK Dika Dwi Angga mengatakan, proyek penataan trotoar tersebut memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer dan bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026 dengan nilai anggaran mencapai Rp14 miliar.

Dalam peninjauan tersebut, Dika memastikan material yang digunakan dalam pekerjaan merupakan material baru dan telah disesuaikan dengan spesifikasi yang tercantum dalam dokumen kontrak serta perencanaan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Namun, sorotan terhadap kondisi sejumlah bagian trotoar menjadi perhatian dalam pengecekan lapangan. Dika menegaskan, pelaksana pekerjaan masih memiliki kewajiban melakukan perbaikan apabila ditemukan bagian pekerjaan yang belum memenuhi ketentuan.

“Selama pekerjaan belum dinyatakan selesai, masih menjadi kewajiban pelaksana untuk melakukan perbaikan terhadap bagian-bagian yang belum sempurna,” jelas Dika.

Menurutnya, seluruh pelaksanaan proyek harus mengacu pada spesifikasi teknis dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam kontrak maupun perencanaan.

Karena itu, temuan di lapangan tidak serta-merta menjadi hasil akhir pekerjaan. Pihak pelaksana masih diberikan kewajiban untuk melakukan pembenahan hingga seluruh pekerjaan memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Dika menegaskan hasil pekerjaan akan tetap menjadi perhatian sampai proyek tersebut dinyatakan selesai sesuai ketentuan kontrak.

Peninjauan langsung tersebut menjadi langkah untuk memastikan proyek trotoar di Jalan Sudirman tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga memenuhi spesifikasi teknis dan memberikan hasil yang layak serta aman untuk dimanfaatkan masyarakat.

Dengan nilai proyek mencapai Rp14 miliar, kualitas pekerjaan menjadi perhatian penting agar anggaran negara yang digelontorkan benar-benar menghasilkan infrastruktur yang sesuai perencanaan dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.

Komentar

Tinggalkan Balasan