oleh

Lapas Pati Fasilitasi Pendidikan Kesetaraan, Warga Binaan Belajar Geografi dan Bahasa Inggris

Cakranusantara.net, Pati || Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pati terus memperkuat pembinaan warga binaan melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C yang bekerja sama dengan SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pati. Program ini menjadi upaya nyata dalam memenuhi hak pendidikan warga binaan sekaligus membuka kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Dalam kegiatan pembelajaran kali ini, warga binaan pemasyarakatan (WBP) mengikuti materi Geografi dan Bahasa Inggris dengan bimbingan tenaga pendidik dari SPNF SKB Kabupaten Pati. Pembelajaran tersebut bertujuan memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan akademik, serta membekali warga binaan dengan pengetahuan dan keterampilan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendidikan kesetaraan, warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk melanjutkan dan menyelesaikan pendidikan sesuai jenjang yang diikuti, meskipun tengah menjalani masa pidana. Program ini juga menjadi bagian penting dari pembinaan untuk membangun kepercayaan diri, menumbuhkan semangat belajar, serta mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali beradaptasi di tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Pati, Suprihadi, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam mempersiapkan warga binaan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan masa pidana.

“Kami berharap melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C ini, warga binaan dapat terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan pengetahuan, serta memiliki semangat untuk meraih masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah salah satu langkah penting dalam mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial,” ungkap Suprihadi.

Kerja sama dengan SPNF SKB Kabupaten Pati diharapkan dapat terus berlanjut guna memperluas akses pendidikan bagi warga binaan. Dengan demikian, pembinaan di Lapas Kelas IIB Pati tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan sebagai modal untuk membangun kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.

Program ini sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan ruang gerak tidak seharusnya menjadi penghalang bagi warga binaan untuk terus belajar, meningkatkan kualitas diri, dan memperjuangkan masa depan yang lebih baik.

Komentar

Tinggalkan Balasan