oleh

Chandra Perketat Pengawasan 32 Alsintan di Pati, Tegaskan Bantuan Negara Tak Boleh Disalahgunakan

Cakranusantara.net, Pati || Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menegaskan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari uang negara wajib dijaga, dirawat, dan digunakan sesuai peruntukan. Ia meminta Dinas Pertanian dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) memperketat pengawasan bantuan tahun 2025 dan 2026, termasuk mengevaluasi serta menarik sementara alat yang ditemukan rusak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Penegasan tersebut disampaikan Chandra saat penyerahan 32 unit alsintan kepada kelompok tani di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pati, Kamis (22/10/2026).

“Alat-alat pertanian ini juga uang dari negara, uang dari rakyat. Karena itu, saya minta seluruh bantuan diinventarisasi dan dicek kondisinya. Jika ditemukan alat yang rusak, saya minta dievaluasi dan ditarik sementara untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Chandra.

Ia meminta Dinas Pertanian dan PPL mendata lokasi keberadaan setiap alat, memeriksa kondisinya, serta melengkapi hasil pemeriksaan dengan dokumentasi foto dan video. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan terpelihara dan benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

“Saya mohon para Gapoktan menjaga alat-alat yang sudah diberikan dari Komisi IV dan pemerintah. Supaya bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” pesan Chandra.

Selain pengawasan bantuan, Chandra menyoroti potensi kelapa kopyor sebagai sumber pendapatan daerah. Ia mengapresiasi inovasi kultur embrio kelapa kopyor yang dikembangkan Dinas Pertanian Kabupaten Pati dan mendorong pengembangannya agar memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi petani.

Menurutnya, bibit kelapa kopyor hasil kultur embrio memiliki nilai jual tinggi. Satu bibit dibanderol sekitar Rp1,5 juta dengan pembayaran uang muka 50 persen dan waktu tunggu sekitar satu tahun.

Satu pohon diperkirakan mampu menghasilkan 120 butir kelapa kopyor per tahun. Dengan harga Rp50 ribu per butir, nilai penjualannya dapat mencapai sekitar Rp6 juta per pohon per tahun.

“Pertanian ini punya potensi ekonomi yang besar. Kita harus mendorong anak-anak muda agar mau masuk ke sektor pertanian, bukan hanya melihat tren yang ramai sesaat,” ujar Chandra.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Pati mendapat undangan Menteri Pertanian untuk pengembangan bioetanol. Di Jawa Tengah, Pati dan Wonogiri disebut menjadi dua daerah yang mendapat undangan tersebut.

Selain itu, Pati memperoleh arahan terkait penyediaan bibit jagung untuk lahan seluas 1.000 hektare dan pembukaan lahan pertanian seluas 20.000 hektare.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo turut hadir dalam penyerahan bantuan alsintan kepada kelompok tani di Kabupaten Pati.

Bantuan tahun anggaran 2026 tersebut terdiri atas delapan unit traktor roda empat merek Maxxi, empat unit traktor roda dua merek Quick Zeva, tujuh unit mesin tanam padi (rice transplanter), dan 13 unit pompa air.

“Bantuan ini untuk mendukung petani di Pati agar biaya operasional bisa lebih ringan. Karena itu, manfaatkan sesuai peruntukan dan rawat dengan baik,” kata Firman.

Firman menegaskan, alsintan harus digunakan sesuai peruntukannya untuk mendukung sektor pertanian di Kabupaten Pati. Ia mengingatkan kelompok penerima agar tidak mengalihkan pemanfaatan bantuan ke wilayah lain di luar ketentuan.

Selain bantuan alsintan, Firman mengusulkan 15 paket kegiatan infrastruktur pertanian kepada Kementerian Pertanian pada tahun anggaran 2026.

Usulan tersebut mencakup tiga paket jalan usaha tani, empat paket irigasi perpompaan, satu paket irigasi perpipaan, lima paket rehabilitasi jaringan tersier (PITER), serta dua paket bangunan konservasi berupa embung dan dam parit.

Berdasarkan data yang disampaikan, seluruh usulan tersebut masih dalam proses pengusulan pencairan.

Firman juga mendorong pengembangan laboratorium kultur embrio kelapa kopyor di Pati agar berpeluang menjadi program nasional. Ia menyatakan siap mengawal dukungan anggaran dan proses pengurusan paten melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan inovasi sekaligus membuka peluang manfaat ekonomi bagi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Ratri Wijayanto menjelaskan bahwa bantuan alsintan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan hasil panen.

Penggunaan alat tersebut juga ditujukan untuk menghemat waktu dan tenaga kerja serta menekan biaya produksi. Modernisasi pertanian diharapkan turut memperkuat ketahanan pangan dan menarik minat generasi muda.

“Dengan bantuan ini, kami berharap produktivitas pertanian meningkat dan biaya produksi petani dapat ditekan,” kata Ratri.

Dalam kesempatan tersebut, Chandra turut menyoroti kondisi ekonomi petani yang dinilainya menunjukkan perkembangan positif. Ia menyebut harga pupuk relatif terjangkau, harga gabah kering dan jagung cukup baik, serta harga singkong meningkat dari di bawah Rp1.000 menjadi sekitar Rp4.000–Rp5.000 per kilogram.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu diikuti pengelolaan pertanian yang lebih produktif dan efisien.

Chandra juga mengungkapkan koordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait dukungan energi panel surya dan baterai untuk Kampung Nelayan Merah Putih. Dukungan tersebut direncanakan untuk menunjang operasional cold storage dan pabrik es selama 24 jam.